Minggu, 12 Juni 2016

Masjid Baiken Dibangun Dibekas Tempat Judi

Masjid Baiken, salah satu masjid mewah yang baru dibangun di Republik Kazakhstan. Uniknya Masjid ini dibangun dibekas tempat judi atau Casino di kota Almaty. 
Islam di Kazakhstan makin menggeliat, bangunan masjid masjid megah dibangun dan bermunculan di salah satu negara bekas pecahan Uni Soviet ini. Sebuah fakta yang cukup menarik, manakala pada masa pendudukan Soviet di Kazakhstan, Masjid masjid dan bangunan tempat ibadah lainnya ditutup paksa atau di alihfungsi menjadi fasilitas militer atau keperluan lainnya, di masa merdeka di negara ini justru tempat judi alias casino yang ditutup dan dibongkar kemudian dibangun sebuah bangunan masjid megah. Bangunan masjid tersebut diberi nama Masjid Baiken (Мечеть Байкен), dibangun atas inisiatif presiden pertama sekaligus sebagai pemimpin nasional Kazakhstan, N.A. Nazarbayev di tahun 2014.

Masjid Baiken (Мечеть Байкен)
Rozybakiev Street 184, Bostandyk District
Almaty, Kazakhstan



Bangunan megah Masjid Baiken ini dulunya merupakan bangunan Casino Zodiac yang berdiri di atas lahan seluas 6000 meter persegi, di pertigaan jalan Zhandosov dan Rozybakiyev kota Almaty. Kota Almaty tadinya merupakan ibukota tua Kazakhstan sebelum kemudian dipindahkan ke Astana. Proses pembangunan masjid dimulai sejak bulan Agustus 2012 dan selesai 2014 yang lalu. Pembukaan masjid ini dilakukan pada bulan April 2014 yang lalu.

Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang berapa besar dana yang dikeluarkan oleh pemerintah Kazakhstan untuk membangun masjid ini begitupun dengan proses pengambil alihan lahan casino tersebut untuk kemudian di ubah menjadi masjid. Selama proses pembongkaran bangunan casino sebuah pemandangan kontradiktif terlihat di lokasi pada saat alat alat berat mulai membongkar bangunan casino lalu mulai menggali lubang untuk pondasi, sebuah baliho dalam ukuran besar yang memuat detil rencana pembangunan masjid ini dipasang tepat di bekas gerbang bangunan casino. Pembangunan masjid ini berada dibawah kendali otoritas agama Islam Kazakhstan berkoordinasi dengan departemen Arsitektur dan Tata Kota Almaty.

Masjid Baiken di musim salju
Selama berbulan-bulan, penduduk kota bisa melihat langkah demi langkah pembangunan masjid tersebut sejak dari pembangunan dinding, menara dan kubah masjid baru di salah satu daerah padat penduduk di pusat kota Almaty. Proses pembangunan yang tentu saja menarik perhatian dan ditunggu tunggu oleh muslim disana. Masjid ini diresmikan langsung oleh Pemrakarsanya sekaligus presiden Kazakhstan - Nursultan Nazarbayev, dan diberi nama Masjid Biken, mengambil nama dari salah satu Tokoh besar Kazakhstand semasa kekuasaan Uni Soviet, Dirt Bike Ashimova.

Acara peresmian tersebut juga dihadiri Mufti Agung Kazakhstan, Yerzhan kazhy Malgazhyuly, serta para tokoh penting muslim setempat termasuk Akhmetzhan Yesimov, Naib Mufti-Serikbai Oraz dan Kairat Zholdybai, Imam Kepala Almaty Nurbek Esmaganbetov dan tamu tamu penting lainnya.  Acara peresmian tersebut dimulai dengan pembacaan Al-Quran oleh Imam Kepala Masjid Central Almaty - Nurbek Esmaganbetov kemudian ditutup dengan sholat jum’at pertama di masjid tersebut.

Masjid ini terdiri dari beberapa lantai : bagian bawah merupakan tempat parkir 2 tingkat berdaya tampung 88 kendaraan roda empat, ruang sholat utama berada di lantai atas ditambah bagian mezanin yang merupakan ruang sholat khusus untuk jemaah wanita. Selain itu masjid ini juga dilengkapi dengan sistem tata cahaya yang sempurna baik malam maupun siang hari. Masjid Biken ini menjadi salah satu masji megah dan modern di Kazakhstan dan kota Almaty khususnya.

Interior Masjid Baiken dari lantai tiga dengan ramainya jemaah di hari peresmian masjid tersebut
Sebagai imam masjid, pemerintah setempat telah mengangkat Imam Kulmuhammed Makhanbet, mantan ketua pengurus Masjid Sentral Almaty yang telah mengabdi disana selama lebih dari 12 tahun. Selama ini beliau dikenal luas di Kazakhstan sebagai pribadi yang telah berjasa membangun banyak masjid dan madrasah serta mengajar di berbagai tempat di Kazakhstan. Selain itu juga ditunjuk Imam imam Rawatib, Imam Nurbolat, yang sampai saat ini masih merupakan imam rawatib di Masjid Central di Almaty.

Hkim dari Almaty - Akhmetzhan Yessimov, yang berbicara pada acara pembukaan tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas kontribusinya terhadap Islam, mengingat bahwa Islam telah hadir di Kazakhstan sejak lebih dari seribu tahun yang lalu mengkonfirmasi bahwa Kazakh adalah Muslim. Beliau juga mengatakan bahwa sejak kemerdekaan, orang-orang Kazakh akhirnya mulai kembali ke sumber spiritual dan nasionalme mereka, dan sekarang dapat bebas menjalankan agama mereka. Sementara walikota Almaty menyatakan bahwa jumlah masjid dan madrasah di Kazakhstan meningkat, yang merupakan anugerah mutlak untuk negara, dan dengan diresmikannya masjid tersebut merupakan masjid ke 39 di kota Almaty.***

HIJAU PASTEL mendominasi bagian dalam masjid mewah ini. tampak menyejukkan mata. 
---------- ooo000ooo ----------

Baca Juga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA