Wednesday, April 10, 2013

Masjid Brazil di Sao Paolo

Masjid Brazil adalah masjid pertama yang dibangun di Brazil, berada di kota Sao Paolo

Masjid Brazil atau dalam bahasa Portugis yang menjadi bahasa nasional negara tersebut disebut Primeira Mesquita do Brasil atau bila di Indonesiakan menjadi Masjid Pertama di Brazil, sesuai dengan namanya masjid ini memang merupakan masjid pertama yang dibangun di negara tersebut. São Paulo merupakan kota terbesar di Brazil, di kota ini pula menjadi tempat bermukimnya komunitas muslim terbesar di negara tersebut.

Komunitas muslim di Brazil memang terkonsentrasi di beberapa kota besar paling banyak di São Paulo menyusul kemudian Foz do Iguazu yang berada di perbatasan tiga negara Argentina-Brazil-Paraguay, dengan pusat Ke-Islamannya di ketuai oleh Profesor Mohsen Bin Musa El-Husseini. Kota kota lain di Brazil yang memiliki komunitas muslim cukup banyak ada di Santos, Paraná, Curitiba, Lajes, Maringá, hingga ke Rio de Janeiro dan berbagai kota lainnya di seantero Brazil.

Gaya Arabia sangat kental pada bangunan Masjid Brazil ini
Sekitar 80% muslim di Brazil merupakan imigran. Pada awalnya Islam masuk ke negara tersebut dibawa oleh para budak afrika yang dibawa secara paksa ke Brazil oleh tentara penjajahan Portugis. Diantara tiga juta-an budak yang dibawa kesana diantara mereka merupakan muslim Afrika.

Gelombang berikutnya adalah para imigran dari negara negara timur tengah yang bermigrasi ke Brazil sebagai akibat perang yang berkecamuk di Lebanon, Syria dan Palestina. Meski sebagian besar dari mereka menganut agama Kristen Maronit dan sebagian kecil beragama Islam. sebagian besar dari mereka menetap di kawasan negara bagian Sao Paolo dan kota kota besar lainnya.

Salah satu dari sepasang menara tinggi di Masjid Brazil
Sejarah panjang Islam di Brazil turut mewarnai budaya negara tersebut mulai dari kuliner, arsitektural, busana, bahasa hingga ke nama nama tempat disana yang menggunakan bahasa Arab dan bercorak Islam. Komunitas Muslim Arab di Sao Paolo ini yang kemudian membangun Masjid pertama di Brazil yang berlokasi di di Av. do Estado.

Pembangunan masjid Brazil ini di mulai dengan pembentukan organisasi Islam the Muslim Beneficent Society Palestine di tahun 1927 oleh Hosni Adura Darwich Gazal. Menyusul dengan kedatangan muslim dari Syria dan Lebanon maka di tahun 1929 organisasi tersebut berganti nama menjadi Sociedade Beneficente Muçulmana (SBM) atau Muslim Beneficent Society.

Jemaah di Masjid Brazil
Awalnya organisasi tersebut berkantor di street Mooca, 1070 sedangkan ruangan sholatnya menggunakan ruangan yang disewa di Rangel Pestana Avenue dan Baron Duprat. Sepuluh tahun setelah organisasi berdiri barulah kemudian SBM membeli lahan di Av. do Estado 5282 untuk keperluan pembangunan masjid. Dana yang digunakan untuk membeli lahan masjid tersebut di dapat dari patungan tokoh-tokoh muslim Brasil saat itu.

Peletakan batu pertamanya dilakukan pada tahun 1948, dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1952, yang kini dikenal sebagai masjid Brazil. Lamanya proses pembangunan masjid tersebut dari sejak pembelian lahan tak lepas dari sulitnya upaya penggalangan dana yang dilakukan umat Islam saat itu.

Lokasinya cukup strategis di sebuah persimpangan jalan utama di kota Sao Paolo
Begitu pembangunan masjid rampung, umat Islam sudah tersebar ke seantero Brasil yang kini sudah mencapai 127 masjid. Dalam kota Sao Paulo sendiri ada sekitar sepuluh masjid, termasuk Masjid Brazil ini. Sejak diresmikan tahun 1952, cukup lama masjid ini bertahan sebagai masjid utama di Brazil sampai kemudian di tahun 1980 baru mulai menjamur masjid masjid di berbagai kota di Brazil.

Lokasi dan Alamat Masjid Brazil

Mesquita Brasil
Sociedade Beneficente Muçulmana no Brasil (SBM)
Av. do Estado, 5382 - Cambuci – CEP: 01516-000
São Paulo - SP 01516-000, BRAZIL
Tel: 3208-3726 - Fax: 3209-2728
Koordinat Geografi : 23° 33' 28.10" S  46° 37' 5.36" W


View Mesquita Brasil in a larger map


View Mesquita Brasil in a larger map

Lokasi Masjid ini berdiri memang berada di pusat keramaian kota Sao Paolo, letaknya yang tak berdekatan dengan metro station Pedro II (Rua da Figueira) memudahkan untuk dijangkau. sejak pertama kali dibangun, masjid ini telah dilengkapi dengan sekolah Al-Qur’an, Perpustakaan Islam, dapur umum, ruang serbaguna serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pengelolaan dan Aktivitas Masjid Brazil

Masjid Brazil berada dibawah pengelolaan Islamic charitable society of Sao Paulo (SBM) dengan dua orang imam yakni Sheikh Sami dan Sheikh Mohamad yang menyelenggarakan kuliah umum setiap hari Sabtu jam 10:00 hingga 12:00. Seperti masjid masjid lainnya Masjid Brazil juga menyelenggarakan sholat Jum’at dan dua hari raya. Lalu menyelenggarakan pendidikan untuk anak anak, wanita dan umum.

Interior Masjid Brazil
Perkembangan Islam di Brazil memang sedang menggeliat dengan sejarah panjangnya yang begitu pahit di masa lalu namun kini dapat menikmati kebebasan beragama di negara tersebut. Meski demikian masalah kurangnya tenaga Imam menjadi kendala utama bagi masjid masjid disana ditambah dengan kebutuhan yang tinggi atas persediaan terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Portugis.

Untuk mengatasi masalah tersebut beberapa pengurus masjid menyiasatinya dengan meminta satu orang imam untuk menangani beberapa masjid, seperti yang dilakukan oleh Imam Muhammad dan Imam Sami di Masjid Brazil ini yang juga menangani masjid masjid lainnya. Dan beberapa imam masjid ini pun digaji oleh negara negara pendonor di Timur Tengah.***
  
Seni Ukir Islami terpatri dengan indah di langit langit kubah masjid Brazil ini.
Kehadiran Masjid Brazil di Sao Paolo yang dibangun oleh komunitas muslim migran dari Arabia ini memang seakan akan menghadirkan nuansa Arabia yang sangat kental di negeri bikini, Brazil.
just like another Arabian Mosque around the world.
Nama Masjid dalam lidah Portugis


Referensi

paulo g. pinto, Universidade Federal Fluminense - muslim identities in brazil
centro islamico no brasil - http://www.arresala.org.br
centro islamico no brasil - http://www.islam.org.br
islamicfinder.org – Islamic center of brazil

---------------

Baca Juga


No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA