Friday, October 1, 2010

Masjid Muhammad Cheng Ho - Surabaya

Masjid Cheng Ho Surabaya (foto dari indonesia.com)
Masjid Muhammad Cheng Ho Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Masjid Cheng Ho Surabaya adalah masjid pertama di Indonesia yang dibangun dengan arsitektur Tiongkok, mirip sekali dengan kelenteng dan bangunan bangunan penting lain nya di Tiongkok.

Masjid Cheng Ho Surabaya ini digagas dan didirikan atas prakarsa  HMY Bambang Sujianto ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia dan para sesepuh, penasehat, pengurus PITI (Pembina Iman Tauhid Islam atau sebelumnya dikenal dengan Persatuan Islam Thionghoa Indonesia) Jawa Timur serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Masjid Chengho Surabaya ini mendapatkan Rekor MURI sebagai “Pemrakarsa dan Pembuat Masjid Berasitektur Tiongkok Pertama di Indonesia”

Lokasi Masjid Muhammad Cheng Ho Indonesia

Lokasi masjid berada di bagian belakang gedung serbaguna PITI Jawa Timur di Jalan Gading Nomor 2,
Ketabang, Genteng, Surabaya. Atau berada
di belakang Komplek Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Surabaya.



Sejarah Pendirian Masjid Cheng Ho Surabaya

Papan Nama Masjid Cheng Ho 
yang unik dengan dua aksara
sekaligus. Latin dan Cina.
Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Cheng Ho Surabaya dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2001 bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Proses pembangunannya dimulai pada tanggal 10 Maret 2002 dan rampung  keseluruhan dan sudah dapat dipakai sejak tanggal 13 Oktober 2002. Sebagaimana tertulis di prasasti pembangunan di depan masjid, Masjid Cheng Ho Surabaya diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Said Agil Husain Al-Munawar, MA. pada tanggal 28 Mei 2003. Proses pembangunannya menghabiskan dana Rp 700 juta.

Sejarah Penamaan Masjid

Nama masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada Cheng Ho, Laksamana asal Cina yang beragama Islam. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Ho bukan hanya berdagang dan menjalin persahabatan, juga menyebarkan agama Islam. Pada abad ke 15 pada masa Dinasti Ming (1368-1643) orang-orang Tionghoa dari Yunnan mulai berdatangan untuk menyebarkan agama Islam, terutama di pulau Jawa. Kemudian Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zhang Hee atau Sam Poo Kong atau Pompu Awang pada tahun 1410 dan tahun 1416 dengan armada yang dipimpinnya mendarat di pantai SimonganSemarang. Selain itu dia juga sebagai utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi Raja Majapahit yang juga bertujuan untuk menyebarkan agama Islam.

Arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya

Sepintas lalu Masjid Cheng Ho Surabaya memang mirip kelenteng, rumah ibadah umat Tri Dharma. Dengan dominasi warna merah, hijau, dan kuning. Ornamennya kental nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda. Ditambah relief naga dan patung singa dari lilin. Bila dilihat lebih dekat, ada lafaz ''Allah'' dalam huruf Arab di puncak pagoda menunjukkan bangunan ini adalah masjid, lengkap dengan beduk di sisi kiri bangunan. Masjid ini dibangun di atas tanah 3.070 meter persegi dan ukuran keseluruhan masjid tidak terlalu besar hanya sekitar 200 meter persegi.

Ornamen dibawah kubah Pagoda
masjid Cheng Ho Surabaya
Perpaduan gaya Tiongkok dan Arab memang menjadi ciri khas masjid Muhammad Cheng Ho Indonesia. Arsitektur Masjid Cheng Ho diilhami Masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing yang dibangun pada 996 Masehi. Gaya Niu Jie tampak pada bagian puncak, atap utama, dan mahkota masjid. Selebihnya, hasil perpaduan arsitektur Timur Tengah dan budaya lokal Jawa. Arsiteknya Ir. Aziz Johan (anggota PITI asal Bojonegoro) serta didukung tim teknis, HS willy Pangestu, Donny Asalim SH, Ir Tony Bagyo, dan Ir Rahmat Kurnia.

Mahkota pada ujung atap lebih condong pada gaya arsitektur Hindu-Jawa. Tatanan atap Masjid Cheng Ho berbentuk segi delapan (pat kwa) yang memiliki Makna "keberuntungan" atau "kejayaan" menurut numorologi Tiongkok kuno. Hitungan atau angka pada bangunan masjid semuanya punya makna. Bangunan utama seluas 11 x 9 meter. Angka 11 sebagai ukuran Ka'bah pada awal pembangunannya dan angka 9 merupakan simbol Wali Songo penyebar agama Islam di tanah Jawa.

Masjid Cheng Ho memiliki kolom sederhana dan dinding dilapisi keramik bermotif batu bata. Di beberapa bagian dihadirkan ornamen horizontal berwarna hijau tua dan biru muda. Pewarnaan itu diulang juga pada bentukan kuda-kuda yang dibiarkan telanjang pada bagian interior.

Kaligrafi dengan sentuhan Tiongkok
memperindah masjid Cheng Ho Surabaya
Ada juga bukaan lengkung pada dinding, ciri khas arsitektur India dan Arab. Pada bagian dalam masjid, terdapat podium. Di Tiongkok, podium ini dimaksudkan guna menghindari kelembapan. Podium Masjid Cheng Ho dibagi dua, tinggi dan rendah. Podium yang lebih tinggi terletak pada bangunan utama. Sedangkan yang rendah berada di sayap kanan dan kiri bagian utama masjid. Papan nama masjid ini cukup istimewa, karena hadiah langsung dari Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Shu Ming.

Pada sisi utara masjid terdapat relief Muhammad Cheng Hoo bersama armada kapal yang digunakannya dalam mengarungi Samudera Hindia. Relief ini memiliki pesan kepada muslim Tionghoa di Indonesia pada khususnya agar tidak risih dan sombong sebagai orang Islam. Orang Tionghoa menjalankan ajaran Islam bukanlah merupakan hal yang aneh atau luar biasa. Hal itu adalah wajar, karena 600 tahun yang lalu pun sudah ada laksamana Tionghoa yang taat menjalankan ajaran Islam bernama Muhammad Cheng Hoo. Beliau juga turut mensyi'arkan agama Islam di Indonesia.

Kegiatan Masjid Muhammad Cheng Ho Indonesia

Ramadhan di Masjid Cheng  ho Surabaya
Fasilitas yang ada di dalam kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo antara lain: kantor, sekolah TK, lapangan olah raga, kelas kursus bahasa mandarin dan kantin. Fasilitas tersebut disediakan demi kenyamanan beribadah dan untuk mempererat tali silaturahmi sesama umat. Selain itu banyak juga kegiatan sosial yang diselenggarakan PITI mengambil tempat di kompleks masjid ini, beberapa diantaranya: distribusi sembako murah, donor darah, serta pengobatan akupunktur.

Masjid ini dikelola PITI Korwil Jawa Timur dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia. Berbagai kegiatan keagamaan dilaksanakan di masjid ini, seperti pengajian, tablig akbar, atau majelis taklim. Kegiatan perayaan hari-hari keagamaan Islam seperti Idul Fitri atau Idul Qurban pun dipusatkan di masjid ini. Kadang halaman digunakan untuk acara resepsi pernikahan dengan latar belakang bangunan masjid.

Hampir setiap pekan di masjid ini, biasanya setelah salat Jumat, dua-tiga warga keturunan Tionghoa mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai tanda masuk agama Islam.

Lain lain



Video Masjid Cheng Ho Surabaya





Referensi

Osdir.com-Masjid Muhammad Cheng Ho - Rumah Indah Persaudaraan
Mediaindonesia-Balutan Arsitektur Tiongkok di Masjid Cheng Ho
Wikipedia-Masjid Cheng Ho Surabaya from wikipedia
Mimimama-Masjid Muhammad Cheng Hoo, Surabaya
Situsresmi-PITI Jatim
PKSgajahmungkur-Masjid Cheng Hoo, Sarat Pesan Kedamaian


--------------------ooOOOoo-------------------------

2 comments:

  1. Subhanallah, ternyata masjid Cheng Ho ada banyak di Indonesia, di Jawa Timur saja berarti ada 2 ya, di Surabaya dan Pasuruan, ada lagi di Palembang, kalau tidak salah di Purbalingga dan Semarang juga ada ya?

    ReplyDelete
  2. Saya dulu pernah mampir ke masjid ini tapi ga didokumentasikan. Sekarang jadi pengen ke sana lagi.

    ReplyDelete

Dilarang berkomentar berbau SARA