Minggu, 08 Oktober 2017

Moscow Cathedral Mosque

Masjid Katedral Moskow atau Moscow Cathedral Mosque tampak berdiri kokoh lebih tinggi dan lebih menyolok dibandingkan dengan stadion olimpiade 1980 di pusat kota Moscow, Russia. Pemandangan seperti ini menjadi hajatan 2 kali setahun di masjid ini ketika ummat Islam menyemut saat melaksanakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

Moscow Cathedral Mosque berdiri megah bersebelahan dengan Olympic Indoor Stadium / Stadion Olimpiade 1980 di pusat kota Moskow, kini menjadi masjid terbesar di Rusia sekaligus menjadi landmark baru bagi ibukota Rusia tersebut. Masjid Katedral Moskow merupakan masjid tertua kedua di Moskow, berdiri sejak tahun 1904, (bila di Indonesia masjid ini hampir seumur dengan usia Masjid Raya Al-Mashun di kota Medan).

Nama “Katedral” untuk menyebut sebuah masjid besar memang terdengar sangat aneh bagi kebanyakan orang Indonesia, penyebutan nama masjid ini memang unik, boleh jadi karena budaya masyarakat Kristen Ortodox Rusia yang terbiasa menyebut gereja besar sebagai Katedral, maka masjid besar di kota Moskow inipun di sebut sebagai Masjid Katedral. Dalam bahasa Rusia masjid ini juga disebut masjid Sabornaya atau Masjid Agung karena memang fungsinya sebagai masjid agung bagi kota itu.

Disebut juga dengan nama ‘mosque at Prospect Mira’ karena memang lokasinya yang berada di jalan prospect mira (perdamaian) dan dilokasi itu berdiri megah stasiun kereta Prospect Mira, sementara sebagian orang juga menyebutnya sebagai Masjid Tatar (Tatar Mosque) Karena memang awalnya jemaah masjid ini didominasi oleh muslim Etnis Tatar.

Masjid Katedral juga merupakan kantor bagi muftiyat Russia. Masjid Katedral ini selain menyelenggarakan sholat lima waktu, sholat Jum’at, trawih, dua sholat Idul Fitri, peringatan hari hari besar Islam juga menyediakan perpustakaan Islam dan Maktab atau lembaga pendidikan Islam. Di tempat ini pula berlangsung aktivitas umat yang ingin bersedekah, berzakat, atau bahkan minta didoakan keluarganya.

Moscow Cathedral Mosque
2b Minskaya st. (Prospec Mira)    
+7 (495) 4498113, +7 (499) 5021906, +7 (495) 4498113
Situs Resmi : http://www.mmechet.ru/
Koordinat geografi : 55°46'44"N   37°37'36"E



Masjid Sabornaya dibangun pada tahun 1904 oleh arsitek Nikolai Alekseyevich Zhukov. Seluruh biaya pembangunan ditanggung saudagar muslim bernama Saleh Yusupovich Yerzin. Dan hanya dalam tempo lima bulan, masjid pun selesai dibangun. Pada 27 November 1904, imam masjid pertama Badridin Hazrat Alimov mengajukan permohonan pada pemerintah Moscow untuk menggunakan masjid ini sebagai tempat ibadah.

Di masa pemerintahan refresif soviet, ketika masjid masjid ditutup, imam masjid ditangkap bahkan sebagian dari mereka dibunuh, namun masjid Katedral ini menjadi satu dari sangat sedikit masjid di Rusia yang lolos dari tindakan represif pemerintah.sebuah kenyataan yang menyisakan pertanyaan hingga detik ini “mengapa pemerintah tidak menutup masjid Katedral ?”.

Sebagian sejarawan percaya hal tersebut dilakukan pemerintah Soviet sebagai bentu apresiasi kepada usaha imam Masjid Katedral yang berhasil mencarikan hubungan diplomatik pemerintahan sosialis Soviet yang beraliran komunis dengan dunia Islam.

Pihak kepolisian dan departemen terkait di kota Moscow setiap tahun memang menyiagakan para petugasnya untuk kelancaran hajatan ummat Islam di kota itu melaksanakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha. ribuan orang yang memadati ruas jalan di sekitar masjid ini mau tidak mau harus dipersiapkan sedemikian rupa oleh semua pihak terkait dan menjadi telah menjadi pemandangan rutin di kota ini.

Kedekatan imam masjid dengan berbagai petinggi politik Negara tetangga ini yang kemudian membuat Kremlin memberikan sediit konsesi kepada Masjid Katedral dan tetap mempertahankan beberapa masjid lainnya antara 50 hingga 100 masjid di seluruh soviet. Dan ada sekitar 300-an di era 80-an. Pemerintah Soviet memang tetap menjalin hubungan dengan Negara Negara Islam, tercatat berbagai pemimpin dari Negara Negara Islam pernah berkunjung ke Masjid Katedral ini di era Uni Soviet termasuk presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden dan Proklamator Indonesia Sukarno, Presiden Libya Muammar al-Gaddafi, dan lain lain.

Komposisi jemaah masjid selama perang berubah total, masjid seolah olah menjadi tempat berteduhnya kaum wanita, anak anak, dan orang orang cacat akibat perang dan mereka yang baru kembali dari medan tempur. Dibalik segala kesulitan, Jemaah dan pengurus masjid mengumpulkan makanan dan pakaian bagi masyarakat korban perang ataupun bagi keluarga korban perang. Pemimpin tertinggi Uni Soviet pun pernah mengirimkan telegram untuk muslim Moskow dengan pesan,

“Terima Kasih atas segala perhatian dan sokongan kepada kekuatan bersenjata pasukan merah. Terimalah salam dan penghormatan saya untuk pasukan merah. Stalin”

Pembangunan Kembali Moscow Cathedral Mosque

Sejak dibangun tahun 1904 Masjid Katedral Moscow ini semakin hari semakin tak mampu lagi menampung Jemaah yang semakin membludak. hal itu yang kemudian bergulir rencana untuk membangun masjid yang lebih besar. Rencana perluasan masjid Katedral ini mulai digulirkan pada peringatan se-abad masjid Katedral 28 Mei 2004.

LAMA DAN BARU ; Foto atas adalah Masjid Katedral Moskow sejak di bangun tahun 1904 hingga tahun 2011, tampak seolah bersembunyi dibalik bangunan stadion Olimpiade 1980 kota Moskow. Bandingkan dengan foto bawah, Masjid Katedral setelah pembangunan kembali tahun 2015, justru Stadion Olimpiade yang seolah bersembunyi di balik begitu besarnya bangunan masjid ini. Wajar bila disebut sebagai Masjid Sabornoya (Masjid Agung).

Acara tersebut turut dihadiri oleh wakil walikota Moskow Mikhail Men, Pesiden Muftiyat Rusia sheikh Ravil Gainutdin, Sekjen World Islamic Call Association (Libya) Mohamed Ahmed Sheriff, Mufti Kyrgyzstan Murataev Agee Zhumanov, Mufti Republik Kazakhstan Abdsattar Derbesali, mufti Tajikistan Amanullo Nemadzade, Wakil presiden OSCE Parliamentary Assembly (Turkey) Mevzet Yalchintash dan Imam-Khatib Masjid Katedral Moskow Hazrat Biljalov Rais.

Rencana perluasan masjid tersebut telah disetujui oleh Presiden Medvedev yang tercatat sebagai satu satunya presiden yang pernah berkunjung ke Masjid Katedral Moskow. Sedangkan Perdana menteri Vladimir Putin menjadi orang pertama yang menyampaikan ucapan selamat atas perayaan se-abad Masjid Katedral Moskow.

11 September 2011 bangunan lama masjid Cathedral Moscow dirobohkan total sebagai bagian dari proyek pembangunan kembali dan perluasan masjid tersebut. di robohkan nya bangunan bersejarah tersebut tak pelak mengundang reaksi protes dari berbagai kalangan baik muslim maupun non muslim yang menyayangkan dihancurkannya bangunan bersejarah tersebut.

Proses pembongkaran bangunan lama masjid Katedral ini menjadi legal karena sejak ahir 2008 bangunan Masjid Katedral tidak lagi tercatat sebagai benda warisan budaya, meskipun sebelumnya di bulan Juni tahun yang sama masjid ini dimasukkan dalam daftar baru di masukkan ke dalam daftar benda warisan budaya dan monument sejarah, sehingga dengan sendirinya pada saat pelaksanaan pembongkaran, bangunan tersebut tidak terlindungi oleh undang undang cagar budaya Rusia.

Interior Masjid Katedral Moskow

Pihak pengurus masjid dan Muftiyat Rusia berpendirian bahwa masjid tersebut sudah tidak memadai untuk menampung jumlah jemaah yang terus membludak sepanjang waktu, ditambah lagi dengan posisi kiblatnya yang sedikit melenceng. Pada awalnya, rencananya masjid ini hanya akan di preteli menjadi bagian bagian kecil untuk kemudian dirakit kembali menjadi bagian dari masjid baru yang akan dibangun dilokasi tersebut.

Masjid Katedral Moskow menjadi bangunan tempat ibadah pertama di Rusia yang dirobohkan sejak tahun 1978. Proyek pembangunan masjid baru yang lebih besar dan representative di atas lahan yang sama tersebut rencananya baru akan selesai pada tahun 2013 dan keseluruhan pembangunannya diperkirakan baru akan selesai pada tahun 2014 atau 2015.

Peresmian Moscow Cathedral Mosque

Setelah melalui proses pembangunan selama 4 tahun, Moscow Cathedral mosque dengan penampilan baru ini dibuka kembali secara resmi pada tanggal 23 September 2015 bertepatan dengan malam Idul Adha oleh Presiden Russia Vladimir Putin. acara tersebut turut dihadiri oleh presiden Turki Recep Tayeb Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas serta beberapa perwakilan negara negara arab dan negara negara Islam.

Pembangunan kembali masjid ini ditangani oleh arsitek Ilyas Tazhiyev, dan menghabiskan biaya sebesar $170 juta dolar Amerika. $100 juta dolar merupakan sumbangan dari pengusaha sekaligus senator Rusia, Suleyman Kerimov yang menyumbang pembangunan masjid ini untuk mengenang ayahnya, diantara para donator lainnya termasuk presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyumbang sebesar $26,000 sedangkan pemerintah Turki menyumbang mimbar serta mihrab untuk masjid ini.

Masjid Katedral Moskow dan sekitarnya

Arsitektur Masjid Catheral Moscow

Moscow Catherdral Mosque ini memiliki luas ruang 19.000 meter persegi terdiri dari enam lantai dan diperkirakan mampu menampung hingga 10.000 jemaah sekaligus. menjadikannya sebagai masjid terbesar di Russia dan Eropa. bandingkan dengan ukuran sebelumnya yang hanya mampu menampung 1500 jemaah saja.

Masjid ini dilengkapi dengan sebuah kubah besar berdiameter 27 meter setinggi 40 meter, dilengkapi dengan sepasang menara setinggi 75 meter (menara masjid lama hanya 20 meter). Kubah atap dan menaranya di lapisi dilapis emas begitupun dengan bagian interior masjid ini yang mengggunakan 12 kg emas sebagai dekorasi ditangani oleh para seniman ahli dari Turki yang mengangani semua ornament masjid ini yang memadukan seni Islami dan seni tradisional Russia.

Sebagai fasilitas tambahan di komplek masjid ini juga akan dilengkapi dengan hotel, gedung kantor Muftiyat, aula, gedung parkir, perkantoran perwakilan bagi berbagai komunitas muslim, Pusat Kebudayaan Islam dan pertokoan yang menyediaan beraneka buku buku Islam, perlengkapan sholat hingga makanan halal yang di olah sesuai dengan syariat.

Russia merupakan rumah bagi 23 juta muslim, dan Islam merupakan agama terbesar kedua di Russia setelah agama Kristen Ortodox. Angka tersebut setara dengan sekitar 17% dari keseluruhan penduduk Russia, sedangkan Kristen Ortodox sekitar 46.8 persen.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA