Saturday, July 8, 2017

Masjid Sentral Glasgow, Skotlandia

Masjid Sentral Glasgow, Skotlandia

Masjid Sentral Glasgow atau Glasgow Central Mosque adalah Bangunan Masjid pertama dan terbesar di Skotlandia, Inggris Raya. Berdiri megah di tepian selatan sungai Clyde di distrik Gorbals di dalam wilayah central Glasgow. Masjid ini dibangun tahun 1983 dan dibuka secara resmi untuk umum pada tanggal 8 Mei  1984 oleh Abdullah Abdullah Omar Nasseef, selaku sekretaris Jenderal organisasi Liga Muslim Dunia.

Mayoritas muslim di Glasgow pada era awal merupakan muslim yang berasal dari India dan Pakistan yang kemudian tinggal di Distrik Gorbals yang sebelumnya masuk sebagai para migran ke Skotlandia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, menyusul kemudian kedatangan migran dari Irlandia, komuitas yahudi dan italia yang juga masuk ke Glasgow pada periode yang sama.

Glasgow Central Mosque 
1 Mosque Avenue, Gorbals, Glasgow G5 9TA
United Kingdom+44 141 429 3132 ‎
T: 0141 429 3132
F: 0141 429 7171



Masjid pertama di Glasgow pada mulanya dibangun di Oxford Street di tahun 1944, namun masjid tersebut sudah tidak lagi memadai seiring dengan perkembangan komunitas muslim yang terus bertamah, sampai kemudian dibangun masjid yang refresentatif seperti saat ini atas rancangan dari Coleman Ballantyne Partnership.

Saat ini Masjid Sentral Glasgow dikelola oleh Jamiat Ittihad-ul-Muslimin, Glasgow Central Mosque and The Islamic Centre yang terdaftar sebagai badan amal di skotlandia dengan nomor SC013142.

Masjid Sentral Glasgow berdiri di atas lahan seluas 16000 meter persegi dan diperluas dan dikembangkan dengan penambahan fasilitas Islamic Center yang terhubung langsung dengan bangunan utama masjid. Islamic center ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti fasilitas olahraga dan pendukungnya, ruang pertemuan, perpustakaan, kafetaria serta menyediakan fasilitas pendidikan dan layanan lainnya bagi komunitas muslim disana.

Masjid Sentral Glasgow dengan jembatan tua di sungai clyade di sebelahnya 

Pembangunan masjid ini menghabiskan dana sebesar tiga juta poundseterling. Pelataran masjid dirancang dengan gaya arabia. satu sisi bangunannya dilengkapi dengan dengan taman sedangkan sisi lainnya dilengkapi dengan jejeran fasad dengan jejeran jendela berlengkung.

Pelataran masjid ini menjadi salah satu yang menarik perhatian di masjid ini selain dari menaranya yang menjulang tinggi, dan tentu saja kubah besar di atap utamanya yang dirancang sedemikan rupa sehingga memungkinkan cahaya matahari secara alami menerangi ruang dalam masjid ini di siang hari.

Bangunan masjid ini juga menggunakan kombiasi arsitektur Islam dengan tetap menggunakan karakteristik material batu merah tua sebagaimana banyak digunakan pada bangunan bangunan tua di di Glasgow.

Bulan Sabit di atas masjid Sentral Glasgow

Pintu masuk utama dilengkapi dengan satu lengkungan yang dihias dengan pintu kaca berhiaskan motif flora. Dengan ukurannya yang cukup besar, Masjid Sentral Glasgow mampu menampung Jemaah sebanyak 2500 jemaah sekaligus. termasuk area khusus untuk Jemaah wanita yang mampu menampung hingga 500 jemaah.

Ada tiga imam yang bertugas di masjid ini yakni Imam Abdul-Ghafoor, Imam Habib-ur-Rahman dan Imam Omair Malik. Selain sebagai tempat penyelenggaraan sholat berjamaah, Masjid Sentral Glasgow juga  menyediakan layanan konsultasi Islam dengan tiga imam masjid ini termasuk konsultasi tentang pernikahan, hukum Islam, rumah tangga dan sebagainya.

Interior Masjid Sentral Glasgow

Masjid Sentral Glasgow juga menyelenggarakan pendidikan untuk berbagai kalangan dari berbagai usia, layanan pernikahan secara Islam yang sudah diakui oleh undang undang negara, layanan kunjungan dari anak anak sekolah ke masjid hingga layanan penyelenggaraan jenazah hingga pemakaman.

Khusus untuk menyuarakan azan, pengurus masjid ini menyiarkannya secara langsung melalui sinyal radio UHF sehingga bagi para Jemaah muslim di Glasgow dapat mengetahui waktu sholat melalui gelombang 454.40625 MHz. Selain itu masjid ini juga memiliki ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk acara pernikahan dan keperluan lainnya.***


No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA