Saturday, February 25, 2017

Masjid Zagan Pasha Balikesir, Turki

Batu alam kotak kotak menjadi material utama pembangunan gedung masjid Zagan Pasha, memberikan keindahan alami tersendiri pada salah satu masjid tua di Republik Turki ini..

Masjid Zagan Pasha  atau dalam Bahasa Turki disebut sebagai Zağnospaşa Camii, adalah masjid bersejarah dan terbesar di Balıkesir, yang berada di bagian Barat Laut Turki. Diberi nama sebagai Masjid Zagan Pasha karena memang pertama kali dibangun tahun 1461 oleh Zagan Pasha (1446–1462/1469). Beliau merupakan tokoh penting di masa pemerintahan Muhammad Al-Fatih / Sultan Mehmed II / Mehmed The Conqueror / Sang penakluk Konstantinopel.

Zagan Pasha pernah menjabat sebagai Panglima tertinggi tentara sekaligus sebagai pejabat tinggi setingkat perdana menteri yang pada masa itu disebut dengan Grand Vizer pada tahun 1453 – 1456 dan kemudian menjabat sebagai Kapudan Pasha pada periode 1463–1466 sebuah jabatan tertinggi di angkatan laut dinasti Usmaniyah.Beliau juga pernah menjabat sebagai Gubernur di Thessaly dan Macedonia. Masjid ini dikenal luas sebagai masjid tempat Mustafa Kemal Atatürk menyampaikan khutbah-nya yang terkenal dengan "Balıkesir Khutbah" di tahun 1923.

Zagan Pasha Mosque  
Karesi, 10100 Balıkesir Merkez/Provinsi Balıkesir, Turki
Telepon: +90 266 239 40 44
Koordinat : 39.6486°N 27.8797°E



Siapakah Zagan Pasha ?

Zagan Pasha yang namanya diabadikan sebagai nama masjid ini merupakan tokoh sentral dalam keberhasilah Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel di tahun 1453. Dia merupakan seorang perwira militer yang begitu ambisius untuk manklukkan pusat pemerintahan Romawi Timur tersebut.

Dia memiliki loyalitas tinggi kepada Al-Fatih sejak Al-Fatih masih berstatus sebagai pangeran. Bahkan ketika Al-Fatih diasingkan tahun 1446, Zagan turut menyertainya. Sekembalinya Al-Fatih dari pengasingan dan kembali ke tampuk pimpinan Negara, Zagan Pasha mampu menunjukkan ketangguhan dan prestasinya nya sebagai perwira tinggi.

Dalam penaklukkan Konstantinopel pasukan Zagan Pasha yang pertama kali menerobos tembok benteng Konstantinopel. Anggota pasukan Zagan yang bernama Ulubatlı Hasan menjadi pasukan Usmaniyah pertama yang berhasil mencapai menara pengawas di benteng kota Konstantinopel. Selama pengepungan begitu banyak tugas zeni tempur dan penyapu ranjau yang dibebankan di bawah tanggung jawab Zagan Pasha. Dan memang Al-Fatih memposisikan saran dari Zagan Pasha secara ekslusif.

Kokoh dan masih terawat baik hingga kini.

Zagan Pasha kemudian tidak saja menjadi Panglima tertinggi Angkatan laut namun juga sekaligus menjadi Penasihat, Mentor, tutor, konselor dan pelindung Sultan. Beliau kemudian menjabat sebagai Gubernur Thessaly dan Macedonia. Al-Fatih sendiri memberikan penghargaan kepada Zagan Pasha dengan mengabadikan nama Zagan Pasha sebagai nama salah satu dari tiga menara Rumeli Hisari bersama dengan Vizer yang lain yakni Halil Pasha dan Sarica Pasha.

Tentang jatidiri Zagan Pasha termasuk daerah asalnya, hingga kini para sejarawan belum sepakat tentang dari mana dia berasal, namun bila menjejak perjalanan karir militernya sejak dia mengikuti program pelatihan tahap dini, besar kemungkinan beliau berasal dari daerah semenanjung Balkan ataupun dari Anatolia, meskipun cakupan dua daerah tersebut terlalu luas untuk dapat menelusur daerah asal beliau karena memang tak pernah muncul dalam catatan sejarah.

Di Balikesir, Zagan Pasha menikmati hari tuanya bersama keluarga, membangun Masjid disana dan setelah wafat pun beliau di makamkan di pekarangan masjid ini, begitupun anggota keluarganya. Di tahun 1897 masjid beserta bangunan makamnya sempat mengalami kerusakan parah dan kemudian dilakukan perbaikan pada tahun 1908 oleh Mutasarrıf (Gobernur) Ömer Ali Bey. Di komplek Masjid ini, selain terdapat kompek pemakaman, mausoleum Zagan Pasha dan hammam (pemandian umum khas Turki).

Beberapa fitur masjid Zagan Pasha. Kanan atas : serambi masjid, kanan bawah : salah satu tempat wudhu masjid Zagan Pasha, kiri bawah : Makam Zagan Pasha.

Arsitekrural Masjid Zagan Pasha

Bangunan Masjid Zagan Pasha dibangun dalam arsitektur masjid masjid Usmaniyah. Masjidnya berdenah segi empat dibangun dengan seni pertukangan batu Ashlar yakni seni pengolahan batu alam yang secara umum dibentuk kota kotak sangat presisi.

Bangunan masjid dilengkapi dengan satu kubah utama dikelilingi empat kubah samping. Akses ke masjid ini melalui pintu dengan masing masing dua daun pintu di sisi utara, timur dan barat. Sisi selatan masjid merupakan sisi kiblat tempat mihrab dan mimbar masjid.

Pada tiga sisi masjid di depan pintu, dilengkapi dengan tiga beranda tertutup dengan jendela jendela dan pintu kaca beratap joglo yang merupakan atap kayu di tutup dengan lapisan tembaga di topang menggunakan dua tiang batu pualam segi empat.

Interior Masjid Zagan Pasha

Bangunan masjid Zagan Pasha dilengkapi dengan satu menara tinggi dan lancip yang diletakkan di sudut barat laut masjid, menara ini merupakan sumbangan Hacı Hafız Efendi dari Arabacıoğulları, seorang anggota keluarga terhormat di kota Balıkesir.

Di pelataran masjid terdapat dua bangunan tempat wudhu berupa gazebo beratap kubah yang disebut shardivans dan makam. Diluar pelataran masjid di sudut barat laut, terdapat shadirvan ketiga berdenah pentagonal yang merupakan bangunan makam Zagan Pasha. Disekitarnya juga terdapat makam anggota keluarga beliau yang terawatt dengan baik hingga kini, di tengah kota Balikesir yang sudah bertransformasi menjadi sebuah kota yang maju dan modern.

Satu hal yang unik di masjid ini adalah adanya jama matahari, berupa sebuah meja yang diletakkan sebuah kolom berukuran pendek berada d sudut selatan pelataran masjid, jarum perunjuknya di lindungi dengan kotak kaca. Pada masa kini jam tersebut tentu saja sudah tidak difungsikan lagi, namuntetap dirawat dengan baik sebagai konservasi warisan sejarah.

Balkesir Khutbah

Dalam sejarah Turki sebagai sebuah Republik, Masjid ini lebih dikenal dalam kaitannya dengan Mustafa Kemal Atatürk tokoh pembaharuan Turki. Dalam sebuah kunjungan singkat-nya ke Balikesir pada tanggal 7 Februari 1923 tak lama setelah berahirnya perang kemerdekaan Turki (9 Mei 1919 hingga 7 Februari 1923), Mustafa Kemal Attaturk yang kemudian dikenal dengan nama Gazi Mustafa Kemal Pasha, menyampaikan khutbah yang kemudian dikenal sebagai "Balıkesir Khutbah".***

Referensi


No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA