Rabu, 04 Juli 2012

Masjid Agung Sheikh Zayed, Uni Emirat Arab (Bagian I)

masjid Agung Sheikh Zayed (foto dari albumislam)

Masjid Agung Sheikh Zayed berada di kota Abu Dhabi, ibukota Kerajaan Uni Emirat Arab. Masjid yang begitu luar biasa ini dinamai sesuai dengan tokoh besar dibalik ide pembangunannya, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, tokoh nasional Uni Emirat Arab sekaligus pendiri Negara di Timur Tengah Tersebut. Beliau yang mencetuskan gagasan untuk membangun masjid ini dan melaksanakan proses awal pembangunannya. namun beliau wafat sebelum masjid impiannya ini terwujud.

Sheikh Zayed wafat di tahun 2004 dan proses pembangunan masjid ini diteruskan oleh putranya. Ketika diresmikan, Masjid Agung Sheikh Zayed menggondol berderet rekor dunia tidak saja sebagai masjid tapi juga sebagai sebuah karya arsitektural modern yang keindahannya memang tak terbantahkan. Diantara rekor rekor tersebut adalah : memiliki lampu gantung (chandelier) terbesar di dunia dan memiliki lembaran karpet dengan bentangan terluas di dunia. Masjid megah dan mengagumkan ini tidak saja menjadi kebanggaan warga Abu Dhabi tapi juga telah menjadi bagian dari kekayaan arsitektural dunia Islam secara keseluruhan.

Lokasi Masjid Agung Sheikh Zayed

Shaikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan Mosque
Al Maqtaa - Abu Dhabi - Uni Emirat Arab
Official Site : www.szgmc.ae
Jejaring Sosial : Sheikh Zayed Grand Mosque
           

Sejarah Masjid Agung Sheikh Zayed

Pembangunan masjid Agung Sheikh Zayed merupakan gagasan dari pendiri Negara UEA, Sheikh Zayed Al Nahyan sebagai bagian dari mimpi beliau memimpin rakyat UEA dari sebuah Negara berkembang, tradisional menjadi sebuah Negara maju modern dan canggih.masjid ini berhasil menyatukan antara masa lalu dan  masa kini UEA tanpa mengabaikan warisan budaya serta melibatkan semua etnis, budaya dan kebangsaan dalam proses pembangunnnya.

Kemampuan Sheikh Zayed memoderenisasi UEA memang tak ada tandingannya, tercermin dari perkembangan luar biasa Negara teluk satu ini, sebuah negeri modern yang seakan mendadak muncul di padang pasir yang tandus. Dari perspektif ini Masjid Agung Sheikh Zayed menjadi sebuah ekspresi komprehensif sebuah visi dari pembangunnya, visi seorang pelopor dan pemimpin besar dengan sebuah pencapaian dari sesuatu yang nyaris tidak mungkin.

Setelah sheikh Zayed wafat di tahun 2004, proses pembangunan masjid dilanjutkan oleh putranya. Penyelesaian proyek pembangunan masjid ini dibawah perintah langsung dari Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, presiden Uni Emirat Arab, dibawah pengawasan saudaranya Jendral Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang merupakan putra mahkota Abu Dhabi sekaligus sebagai wakil Panglima Angkatan bersenjata UEA. Dan dibawah supervise dari Sheikh Mansoor bin Zayed Al Nahyan, Wakil perdana menteri dan menteri urusan kepresidenan.

Prinsip Pembangunan

Rancangan pembangunan masjid ini berlandaskan prinsip “unite the world” dengan mengundang para seniman dan menggunakan material dari berbagai Negara termasuk Italia, Jerman, Maroko, India, Turki, Iran, China, Inggris Raya, Selandia Baru, Yunani dan tentu saja dari Uni Emirat Arab sendiri. Lebih dari 3000 pekerja terlibat dalam proses pembangunannya, termasuk 38 perusahaan konstaktor. Material alami dipilih secara cermat karena memang material alami memiliki keunggulan kualitasnya yang tahan lama termasuk batu batu pualam, batu alam, emas, Kristal, keramik serta batu permata dari alam lainnya.

Sheikh Zayed Grand Mosque Projections from Obscura Digital on Vimeo.

Pertimbangan untuk membangun masjid ini telah dimulai sejak tahun 1980-an, dengan penentuan lokasi masjid yang dipilih sendiri oleh Sheikh Zayed termasuk proses perancangannya hingga proses pembangunan dimulai pada tanggal 5 November 1996. Kapasitas daya tampung masjid sheikh Zayed mencapai 41.000 jemaah dengan luas keseluruhan bangunannya mencapai 22.412 meter persegi. Meskipun proses pengerjaan masjid masih belangsung namun ruang sholat di dalamnya sudah mulai difungsikan dengan ditandai pelaksanaan sholat Idul Adha tahun 2007.

Sebagi salah satu bangunan yang paling banyak menyedot pengunjung di UEA, maka dibentuklah Sheikh Zayed Grand Mosque Center pada tahun 2008 untuk menangani segala keperluan masjid ini, tidak saja sebagai tempat ibadah namun juga sebagai tempat pembelajaran melalui program program kunjungan ke masjid ini.

Tamu Tamu Negara di Masjid Agung Sheikh Zayed

Tamu Negara Masjid Agung Sheikh Zayed :  (1) Ratu Elizabeth II dari Inggris. (2) Ratu Beatrix dari Belanda. (3) Duta Besar Amerika Serikat Untuk Uni Emirat Arab, Michael H. Corbin. (4). Presiden Turki, Abdullah Gull dan (5). Dewan Agung Malangkara Gereja Ortodox India.
Keindahan Masjid Agung Sheikh Zayed memiliki magnet tersendiri bagi para tokoh tokoh dunia dari berbagai Negara diantara tamu tamu kehormatan yang pernah berkunjung ke masjid ini diantaranya adalah, Ratu Elizabeth II dari Inggris bersama suaminya Pangeran Philip berkunjung ke masjid ini tanggal 24 November 2010, ditemani oleh putra mahkota Abu Dhabi Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed, Ratu Beatrix dari Belanda bersama suaminya, Pangeran Willem Alexander dan Putri Maxima mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed pada tanggal 8 Januari 2011 lalu. Kunjungan beliau ke masjid ini mengundang kontroversi di Belanda terkait dengan penggunaan kerudung oleh Ratu Beatrix selama dalam kunjungan ke masjid tersebut.

Duta besar Amerika Serikat untuk Uni Emirat Arab, Michael H. Corbin, berkunjung ke masjid ini di malam Romadhan tanggal 30 Juli 2011 lalu ditemani oleh Talal Al-Mazrouei selaku direktur Even dan Aktivitas Masjid Agung Sheikh Zayed. Tak hanya para petinggi Negara dan tokoh tokoh penting tapi anak anak sekolah pun turut mengunjungi masjid ini salah satunya adalah murid murid sekolah The Anglo-Chinese School in Singapore yang berkunjung ke masjid ini pada 20 Nov 2011 lalu. ---BERSAMBUNG --

Masjid Agung Sheikh Zayed dari arah pelataran tengah (inner courtyard) siang, sore dan malam hari dibawah siraman tata cahaya yang mengagumkan
Presiden Turki, Abdullah Gul bersama istri, berkunjung ke Masjid Sheikh Zayed pada tanggal 30 Januari 2012 yang lalu ditemani oleh Menlu Turki Ahmet Davutoğlu, Menkeu Turki Mehmet Şimşek dan istri menkeu Esra Şimşek serta menkeu UEA Sultan bin Saeed Mansouri. St. Moran Mar Baselios Marthoma, Ketua Dewan Agung Malankara Gereja Ortodox India berkunjung ke Masjid Agung Sheikh Zayed pada tanggal 26 April 2012 lalu ditemani oleh Yusuf Al Obaidli, Direktur Masjid Sheikh Zayed. Kunjungan tersebut dalam upaya lebih mengenal keindahan masjid Agung Sheikh Zayed yang sudah menjadi salah satu bangunan terindah di kawasan tersebut.

002 Masjid Agung Sheikh Zayed ketika dalam proses penyelesaian
Salah satu scene tata lampu Masjid Agung Sheikh Zayed
Sulit mencari tandingan keindahan pelatarang tengah masjid Sheikh Zayed ini yang dirancang sedemikian rupa menghasilkan lukisan flora yang begitu indah layaknya lembaran karpet.
Lagi, refleksi yang indah di fasad masjid Agung Sheikh Zayed dipandang dari pelatarang tengah pada malam hari.
Rangkaian pilar masjid Agung Sheikh Zayed
Besar, indah dan mengagumkan, mungkin itu kata paling cocok untuk menggambarkan bangunan masjid Agung Sheikh Zayed ini.

Referensi


--- Bersambung ----

-------------------------------

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA