Wednesday, March 21, 2012

Masjid Larabanga, Masjid Pertama di Ghana dan Afrika Barat

Masjid Larabanga di Ghana, satu dari sekian banyak masjid masjid tua bersejarah khas Afrika yang dibangun dari lumpur (foto : trekearth.com)

Masjid Larabanga merupakan masjid bersejarah berarsitektural Sudan di kampung Larabanga, Republik Ghana, Benua Afrika. Sebuah masjid tua terbuat dari lumpur khas benua Afrika yang masih eksis hingga kini. Masjid ini disebut sebut sebagai masjid tertua di Ghana dan kawasan Afrika Barat. masjid ini juga disebut sebut sebagai Mekahnya Afrika barat karena kekayaan sejarah dan nilai arsitekturalnya.

Masjid Larabanga menjadi salah satu dari sekian banyak masjid masjid eksotis khas Afrika yang terbuat dari lumpur, menambah khasanah seni bina bangunan masjid di dunia Islam. Salah satu masjid dari lumpur lainnya juga pernah di ulas dalam artikel sebelumnya adalah Masjid Agung Djene yang juga terbuat dari lumpur.

Masjid Larabanga dari arah depan (foto : wikipedia)

Bagaimanapun pada ahirnya dibalik semua kesulitan pasti ada kemudahan. Saudara saudara kita di Afrika yang tidak memiliki kemudahan akses kepada material bangunan seperti kita di Indonesia dan negeri serantau, kemudian melahirkan satu mahakarya mereka sendiri yang begitu khas dengan memanfaatkan material yang mudah mereka dapatkan disekitar lingkungan mereka berupa lumpur dan potongan potongan kayu.

Lokasi Masjid Larabanga

Masjid Larabanga berada di Sawla Damongo Road, Larabanga. Larabanga merupakan sebuah kampung Muslim di dekat Damongo di distrik Western Gonja, Wilayah Northern Region. Non muslim dilarang masuk ke dalam masjid ini.


Tentang Republik Ghana

Ghana dulunya bernama Gold Coast, mencatatkan diri dalam sejarah diplomasi dunia sebagai salah satu dari sedikit negara yang warganya mampu menduduki Jabatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Siapa tak kenal dengan Khofi Anan, salah satu mantan Sekjen PBB itu berasal dari Republik Ghana, tempat dimana Masjid Larabanga ini berada. Ghana juga terkenal di dunia internasional sebagai Negara penghasil kakau terbesar. Selain itu Ghana juga dikenal dengan danau Volta, yang merupakan danau dengan permukaan terluas di dunia.

Ghana merupakan salah satu Negara di benua Afrika, berbentuk Republik dengan pemerintahan berbentuk presidensial Konstitusional. Merdeka dari Inggris pada tanggal 6 Maret 1957 dan menjadi sebuah Republik pada tanggal 1 Juli 1960. Ibukota Negara berada di Kota Accra di koordinat 5°33′N 0°15′W. Republik Ghana memiliki semboyan Freedom and Justice. Sedangkan lagu kebangsaannya berjudul God Bless Our Homeland Ghana.

lokasi Ghana di benua Afrika ditandai dengan warna hijau
Republik Ghana memiliki wilayah daratan seluas 238,535 km2 , dengan jumlah penduduk di tahun 2010 sekitar 24,233,431 jiwa dan kerapatan penduduk mencapai 101.5 jiwa setiap kilometer persegi. Republik Ghana berbatasan dengan Republik Pantai Gading (Côte d'Ivoire atau Ivory Coast) di sebelah barat, Republik Burkina Paso di sebelah utara, Republik Togo di Timur dan teluk Guyana di selatan. Kata Ghana sendiri berarti Raja Ksatria nama yang juga di ambil dari nama Emperium Ghana Kuno yang pernah menguasai hampir keseluruhan wilayah pantai barat Afrika.

Islam di Ghana

Sebagaimana dirilis oleh Wikipedia, Islam masuk ke Afrika Barat, dimulai dari Ghana pada abad ke-9, karena Ghana merupakan jalur utama perdagangan bagi para pedagang muslim yang datang dari Afrika Utara melalui Mali. Dan pada abad ke-15, Islam semakin menunjukkan identitasnya di Ghana bagian utara. Mayoritas pemeluk Islam di Ghana menganut madzhab Maliki, sedangkan aliran sufi yang dianut adalah Tijaniyah dan Qadiriyah. Ahmadiyah maupun Syi’ah dianut oleh sebagian kecil pemeluk Islam di Ghana.

Di bawah pohon Baobab tua itu tempat dimakamkannya tokoh pendiri masjid ini (foto dari kilele.thublr.com)

Menurut data resmi yang dikeluarkan pemerintah Ghana maupun CIA Worldfact, pemeluk Islam di Ghana berkisar 16%, sedangkan Kristen 63% dan Animis 21%. Sedangkan Islamic population melansir bahwa penganut Islam di Ghana adalah 40%, bukan 16%, dari total penduduk Ghana sebesar 20 juta orang, mayoritas mereka berada di bagian utara Ghana, sedangkan penanut Kristen berada di bagian selatan. Angka ini lebih realistis, mengingat Islam telah menyebar di Ghana sejak abad ke-9 ketika Kerajaan Ghana kuno berkuasa di Kumbi Saleh, Ghana Utara.

Sheikh Hassan Khalid, aktivis Ghanian Islamic Daawa, membenarkan klaim, bahwa penyebaran Islam di Afrika Barat berawal dari Ghana. Sampai sekarang, banyak para kader muslim di Afrika Barat menimba ilmu ke-Islaman di Ghana, khususnya belajar mengenai tafsir al-Qur’an, Hadits maupun Hukum Islam. Hubungan Islam dan Kristen di Ghana adalah yang terbaik di Afrika Barat, karena otoritas pengendali ummat di Ghana dipegang oleh suatu badan yang disebut Muslim Representatice Council. 

di dalam masjid Larabanga, tiang tiang kayu itu yang menjadi penopang struktur atap dan dindingnya yang semuanya terbuat dari lumpur (foto dari wmf.org)

Badan ini menangani masalah-masalah keagamaan, sosial, ekonomi dan hubungan antar agama di Ghana. Juga sebagaimana di Indonesia, badan ini juga mengatur perjalanan Haji bagi kaum muslimini Ghana yang ingin menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Walaupun Ahmadiyah dianut oleh sedikit ummat Islam di Ghana, namun aktivitasnya sangat mengagumkan, karena mereka mempunyai rumah sakit, sekolah dan training center.

Saat ini, ada 3 (tiga) orang yang sangat dihormati oleh ummat Islam di Ghana, pertama Alhaji Aliu MAHAMA, yang diangkat sebagai Wakil Presiden Ghana sejak tanggal 7 Januari 2001. Beliau tokoh muslim Ghana yang amat disegani. Hal ini mengindikasikan bahwa peran ummat Islam di Ghana, khususnya di bidang politik sangat kuat. Kedua, Imam Syaikh Salisu SHABAN, pemimpin spiritual Islam Ghana, ulama sufi terkemuka di dunia dari aliran Tijaniyah. 

ruang sholat di dalam masjid Larabanga, sangat sempit (foto dari wmf.org) 

Beliau termasuk salah satu ‘ulama e-haq (scholar of truth)’ yang dikukuhkan pada peringatan maulid Nabi Muhammad s.a.w. di Toronto, Kanada tahun 1999. Ketiga, Prof. Abdullah Botchway, gurubesar tamu di University of Malaya, Malaysia. Baik Imam Salisu Shaban maupun Abdullah Botchway adalah pembicara utama ketika diadakan peringatan maulid Nabi Muhammad s.a.w. di Toronto Kanda, 1999 yang lalu.

Sejarah Masjid Larabanga

Ada beberapa kontoversi terkait kapan pastinya masjid ini pertama kali dibangun dan oleh siapa. Sejarah tutur menyebutkan bahwa masjid Larabanga dibangun pada tahun 1421M, disebutkan bahwa seorang saudagar muslim bernama Ayuba yang sedang dalam perjalanan di daerah tersebut tertitdur di tempat itu dan bermimpi mendapatkan perintah untuk mendirikan sebuah masjid. Ketika dia terbangun di pagi hari dia mendapati sudah ada pondasi masjid ditempat tersebut yang hadir secara misterius, maka Ayuba mulai melanjutkan pembangunan masjid diatas pondasi yung sudah ada tersebut sampai selesai.


Masjid Larabanga hitam putih

Arsitektural Masjid Larabanga

Ukuran masjid ini tak terlalu besar, bisa jadi hanya seukuran sebuah surau di Indonesia. Ukurannya hanya 8 x 8 meter. Namun nilai sejarahnya yang tinggi memasukkan masjid ini kedalam dalam daftar warisan dunia tahun 2001 dan juha masuk ke dalam daftar 100 situs dunia dalam bahaya versi the World Monuments Fund’s.

Masjid Kuno Larabanga dibangun dalam gaya masjid masjid Sudan Kuno dengan ciri khasnya berupa bentuknya yang segi empat, dilengkapi dengan kerangka struktur ataupun pilar pilar yang menopang atapnya. Sangat khas dengan dua menara kembar berbentuk piramida yang masing masing berfungsi sebagai menara dan mihrab masjid. Diramaikan lagi dengan beberapa pilar tambahan dengan puncak yang menjulang memberikan keragaman ketinggian pada atap masjid.

Di tengah padang yang begitu panas, masjid Larabanga menyajikan kesejukan alami bagi siapa saja yang beribadah di dalamnya.

Masjid Larabanga dibangun dengan menggunakan lumpur dan batangan batangan kayu. Didekat salah satu pintu masuk ke masjid ini berdiri kokoh sebatang pohon Baobab yang sangat besar dan tetap dipertahankan hingga kini. Dibawah pohon ini juga Ayuba kemudian dimakamkan saat beliau wafat. Masjid larabanga memiliki empat pintu masing masing untuk kepala kampung, untuk jemaan wanita, untuk jemaah pria dan untuk muazin yang akan mengumandangkan azan. Di masjid ini juga terdapat sebuah kitab Suci Al-Qur’an yang konon dikirim dari surga untuk imam masjid Larabanga yang disebut Bramah sekitar tahun 1650M setelah berdoa untuk mendapatkan Al-qur’an.

Restorasi Masjid Larabanga

Di tahun 2002 lalu sebuah lembaga pemerhati warisan warisan tua dunia bernama World Monuments Fund menempatkan masjid ini dalam daftar World Monuments watch (warisan dunia yang butuh perhatian) karena terlah terjadi kerusakan pada masjid bersejarah ini sebagai akibat proses restorasi yang tidak semestinya pada tahun 1970. Masih merujuk kepada laporan lembaga tersebut, salah satu menara masjid yang terbuat dari lumpur ini juga ambruk akibat diterjang badai tahun 2000 lalu.

Masjid Larabanga diabadikan dalam sebuah Prangko Republik Ghana

Proses restorasi total untuk mengembalikan masjid ini ke bentuknya semula telah dilaksanakan oleh World Monuments Fund atas dana dari lembaga keuangan Amerika Serikat ::: American Express ::: yang menyediakan dana sebesar $50,000 (lima puluh ribu dolar Amerika) untuk keperluan tersebut.

Proses restorasi total dilaksanakan dengan penuh kehatihatian dilakukan oleh lembaga tersebut bersama dengan para seniman dan pekerja setempat dengan menggunakan semua kemampuan dan pengetahuan tentang pembangunan dan perawatan bangunan yang terbuat dari lumpur.

Referensi

en. wikipedia – larabanga mosque
en.wikipedia - ghana

No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA