Jumat, 16 Desember 2011

Masjid Jami Ul-Alfar, Kolombo - Sri Lanka

Masjid Jami Ul-Alfar, Pettah, Kolombo, Sri Lanka (foto dari pbase)

Di bagian kota tua Kolombo - Sri Lanka, berdiri sebuah masjid tua dan unik bernama Masjid Ul Alfar. Sangat unik dalam bentuknya yang sangat impresif dengan rancangan unik mirip sebuah bangunan istana gula gula dengan warnanya yang berlapis lapis merah dan putih seperti kue lapis. Warna merah lebih mendominasi warna ekterior masjid ini. Daerah Pettah tempat masjid ini berdiri merupakan cikal bakal kota Kolombo bermula, dan daerah ini merupakan daerah berpenduduk mayoritas kaum muslimin.

Masjid ini begitu terkenal di kota Kolombo hingga ke mancanegara sampai sampai disebut sebagai landmark nya kota Kolombo sejak selesai dibangun tahun 1909 hingga kini. Masjid tersebut terkenal juga dengan nama masjid Pettah karena berada di daerah Pettah. Etnis Shinhala yang merupakan etnis terbesar di Sri Lanka menyebutnya Rathu Palliya, Etnis Tamil etnis terbesar kedua di Sri Lanka menyebutnya dengan nama Samman Jottu Palli, dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Red Masjid, Nama resmi nya adalah Masjid “Jamiul Adhfar” tertulis dengan jelas dalam hurup Arab di fasad depan masjid (mungkin karena dialek setempat yang menjadikanya berbunyi Masjid Jamiul Alfar atau Jami Ul-Alfar), semua nama itu bermakna “Masjid Merah” sebagaimana alamat website nya www.redmasjid.org

Lokasi Masjid Ul Alfar Colombo – Sri Lanka

No 228 Second Cross Street, Pettah, Colombo 11, Western Province, Sri Lanka
Situs resmi :  http://www.redmasjid.com
Telepon : 0094 11 2451975
Skype: redmasjid




Masjid Jami-Ul-Alfar berada di Second Cross Street di kawasan Pettah, Kolombo, Sri Lanka. Pettah merupakan kawasan kota  tua yang merupakan cikal bakal kota modern Kolombo. Dari sisi sejarah, kota Kolombo identik dengan Pettah dan kawasan disekitarnya. Kantor pemerintahan kota Kolombo berada di kawasan ini. Pada jamannya kawasan ini merupakan pusat perdagangan dan aktivitas termaju di Sri Lanka dan kawasan samudera hindia. Masjid Jami Ul Alfar di kawasan Pettah ini menjadi penanda utama kota Kolombo.

Sejarah Masjid Jami Ul Alfar Colombo

Kedatangan Saudagar Muslim India ke Sri Lanka

Sejarah Masjid Jami Ul-Alfar tak lepas dari peran Muslim asal India, Muslim India pertama kali masuk ke Sri Lanka di masa penjajahan Portugis setelah sebelumnya Muslim Arab sudah lebih dulu masuk ke Sri LankaLalu gelombang berikutnya masuk di masa penjajahan Inggris (saat itu India juga dibawah jajahan Inggris). Yang paling dikenal adalah muslim dari Pakistan dan India selatan yang memperkenalkan mazhab Hanafi dan Syiah. Mereka masuk ke Sri Lanka untuk mencari peluang usaha.

Masjid Jami Ul-Alfar, berdiri di kawasan Pettah, kawasan perdagangan 
paling sibuk kota Kolombo, Sri Lanka (foto dari Flickr)

Mayoritas muslim India berasal dari Tamil Nadu dan Kerala (Kerala terkenal dengan masjid Jami’ Cheraman, masjid pertama di India, sudah pernah di ulas dalam posting sebelumnya di blog ini). Sedangkan muslim Memon berasal dari Sindh (kini masuk ke dalam wilayah Pakistan). Tahun 1980 jumlah muslim India di Sri Lanka ada sekitar 3000 jiwa, mereka juga muslim suni, mengikuti mazhab Hanafi.

Para pendatang ke Kolombo di masa awal melakukan aktivitas perdagangan di daerah Pettah, termasuk para pedagang Muslim dari semenanjung Arabia, India dan bagian dunia lainnya. Muslim di Pettah menguasai perdagangan disana, sebagian dari mereka menetap sebagian lagi berkunjung secara berkala untuk menjalankan bisnis perdagangan mereka.

Diantara jejeran pertokoan abad 
ke 18 (foto dari panoramio)
Para saudagar Muslim asal India yang melakukan perjalanan bisnis dan singgah di wilayah Pettah maupun yang menetap disana, sudah dapat dipastikan sangat membutuhkan masjid untuk melaksanakan peribadatan maupun sebagai pusat ke-Islaman dan keberadaan bangunan tempat ibadah menjadi persoalan serius kala itu

Atas inisiatif para pedagang Muslim India ini, kemudian dibangunlah sebuah masjid di sana. Keberadaan bangunan masjid ini, Mulai dibangun pada tahun 1908 dan selesai tahun 1909. dirancang oleh HL Saibo Lebbe. Seluruh dana pembangunan masjid ini ditanggung oleh komunitas muslim Pettah saat itu. Pengaruh arsitektur India cukup kentara pada masjid ini. Sentuhan kebesaran masjid masjid dinasti Mughal dan bangunan bangunan kastil Inggris cukup terasa meski balutan warna merah dan putih nya yang khas itu menjadikan masjid ini begitu istimewa dan tampil beda.

Dan sangat menarik mencermati bahwa masjid Jami Ul-Alfar ini sangat mirip dengan rancangan arsitektural masjid Jami’ Kuala Lumpur di Malaysia yang juga selesai dibangun di tahun yang sama, dan disaat bersamaan Malaysia dan Sri Lanka memang sama sama masih berada di bawah kekuasaan Inggris.

Arsitektural Masjid Jami Ul-Alfar


(foto dari tintatintacinta)

Sejak selesai dibangun hingga detik ini masjid Jami Ul-Alfar menjadi salah satu bangunan dengan daya tarik utama bagi para pelancong di Kolombo. Dengan arsitekturalnya yang khas dalam kemasan warna berlapis lapis merah dan putih yang unik seperti kue lapis masjid ini tampil begitu menyolok diantara bangunan lain disekitarnya. Arsitektur masjid ini menambah lagi satu Khasanah kebudayaan seni bina bangunan Islam.

Detil struktur bagian luar masjid yang didominasi warna merah dan putih namun tidak menghilangkan nilai spiritual yang terdapat pada bangunan megah ini. Sedangkan dinding bagian dalam didominasi oleh warna hijau toska. Tidak hanya menampilkan efek kue lapis berwarna merah-putih, arsitek masjid ini juga berupaya mengedepankan pola lengkungan pada bagian atap dinding. Pola lengkungan ini digunakan hampir pada setiap pintu masuk yang menghubungkan bagian halaman dalam masjid dengan ruang tempat shalat di lantai dasar.

Seperti lazimnya bangunan sebuah masjid, Masjid Jami Ul-Alfar juga dilengkapi dengan menara. keseluruhannya ada empat belas menara pada bangunan masjid ini, terdiri dari dua menara berukuran sedang dan sisanya berukuran kecil. Lokasinya yang berada tepat di tengah pusat keramaian komunitas Muslim, membuat di setiap sudut pada bagian atap masjid dilengkapi sebuah pengeras suara untuk mengumandangkan suara azan.


Jemaah yang meluber ke jalan raya (redmasjid.com)
Perluasan yang mendesak

Ketika pertama kali dibangun tahun 1908-1909 masjid ini hanya dipersiapkan untuk menampung maksimum 1500 jemaah, disaat itu hanya rata rata 500 jemaah saja yang hadir di masjid ini. Di awal tahun 70-an masjid ini sudah tampak terlalu sempit untuk menampung jemaah yang hadir. Maka di tahun 1975 pengurus masjid melakukan perluasan untuk pertama kalinya dengan menghubungkan bangunan masjid yang ada dengan gedung yang bersebelahan dengan bangunan Haji Omar Trust.

Pengurus masjid membeli lahan dibelakang masjid berhampiran dengan bangunan H A K Omar Trust yang menghadap ke jalan raya dan merupakan komplek pertokoan dengan 32 ruang toko disepanjang ruas jalan disana. Perluasan yang mengambil lokasi di lahan yang dibeli oleh masjid dan lahan Haji Omar Trust tersebut mampu menambah kapasitas masjid dari hanya 1500 jemaah.


Saat ini terjadi lagi peningkatan signifikan jemaah sholat di masjid Jami Ul-Alfar mencapai sekitar 5000 jemaah. Pada hari biasa ada sekitar 2000 jemaah memadati masjid ini untuk sholat berjamaah sementara selama bulan Ramadhan mencapai 3000 jemaah sholat berjamaah. Kapasitas masjid ini sudah tidak lagi mencukupi untuk menampung jemaah yang meluber hingga ke jalan raya di saat pelaksanaan sholat Jum’at apalagi di pelaksanaan dua sholat hari raya.

Sebuah pemandangan yang tentu saja tak lazim terjadi di sebuah negeri non muslim ketika jemaah memadati bukan lagi ruang masjid tapi memadati seluruh ruas jalan di sekitarnya karena ketidakcukupan kapasitas masjid yang terasa semakin menyempit karena semakin membengkaknya jumlah jamaah. Sebagai kawasan bisnis tersibuk di Kolombo dan Sri Lanka kawasan disekitar masjid ini benar benar tumpek plek pada saat pelaksanaan sholat jum’at. Setiap jengkal lahan dan ruas jalan di sekitar masjid penuh terisi oleh jemaah. Dapat dibayangkan kondisi yang sangat menyedihkan bagi jemaah yang tak kebagian tempat di dalam masjid dikala musim hujan (4 bulan dalam setahun).

Interior masjid Jami Ul-Alfar (virtualtourist.com)
Untuk mengatasi hal tersebut pengurus masjid meluncurkan program perluasan masjid untuk menambah daya tampung guna menyediakan tempat yang layak bagi jemaah yang selama ini sebagian besar sholat di jalan raya karena ketidakcukupan daya tampung masjid. Perluasan kali ini lagi lagi harus menyentuh komplek pertokoan Haji Omar Trust. Mengubah komplek pertokoan yang dibeli oleh Haji Omar Trust menjadi ruang sholat. Artinya pengurus masjid harus menyediakan tempat bagi 32 penyewa ruang toko tersebut untuk kemudian di relokasi dan diberikan kompensasi atas kerugian mereka setelah sekian tahun menjalankan roda usaha mereka di kawasan paling sibuk di Kolombo.

Setelah melalui proses negosiasi yang teramat panjang dan niat baik dari salah satu dewan Pembina masjid ini dengan menyumbangkan gedung toko terdekat dengan proses perluasan, maka rencana perluasanpun dapat berjalan dengan baik. Alhamdhulillah toko milik Haji Omar Trust kini menjadi milik masjid dan beberapa toko tersebut sudah dirobohkan dalam upaya perluasan masjid. Proses pelaksanaan nya sedang berjalan untuk menyelaraskan bangunan baru dengan bangunan masjid yang asli.

Proyek perluasan Masjid Jami Ul-Alfar kali ini rencananya adalah

membangun bangunan masjid empat lantai seluas 50 ribu kaki persegi dan mampu menampung 10 ribu jemaah sekaligus. Anggota eksekutif dapat melaksanakan rapat di ruang yang cukup lega di masjid ini untuk mendiskusikan masalah masalah kemasyarakatan secara umum.

Proyek perluasan ini juga rencananya akan menyediakan ruang istirahat untuk membantu jemaah yang datang dari tempat yang jauh, wisatawan ataupun sebagai tempat persinggahan sementara bagi Jemaah haji & umroh.

Menyediakan ruang sholat khusus bagi jemaah wanita yang akan menunaikan sholat maupun beristirahat saat subuh dan Isya.

Menyediakan eskalator untuk memudahkan jemaah lanjut usia

Para alim, ulama, muazin dan pengurus masjid dapat beristirahat di tempat yang rencananya menyatu dengan fasilitas ruang istirahat berdekatan dengan area tempat berwudhu.

Rencana fasad depan masjid
(
redmasjid.com)
Untuk mewujudkan fasilitas fasilitas seperti tersebut di atas dan pembayaran kompensasi kepada para penyewa ruang toko, proyek yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu dengan perkiraan biaya sekitar Rs. 150 juta (sekitar US$1,4 juta dolar) namun sekarang diperkirakan membengkak mencapai Rs. 260 juta Rupee Sri Lanka (sekitar US$ 2,4 juta dolar).  Proyek perluasan tersebut sudah dilaksanakan dengan merelokasi 32 ruang toko, pembayaran konpensasi, merobohkan bangunan bekas toko serta pekerjaan struktur dari dana yang sudah berhasil dikumpulkan.

Namun masih cukup besar dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan dan meyelesaikan proyek perluasan tersebut.  Pengurus masjid membuka peluang bagi para dermawan untuk turut mengambil bagian dalam pendanaan proyek perluasan masjid bersejarah di kota Kolombo ini, baik sumbangan dana dari individu, lembaga non pemerintah, kalangan bisnis serta perwakilan Negara sahabat baik di Sri Lanka ataupun di belahan dunia lainnya, akan sangat membantu proyek tersebut.

Donasi

Untuk mendapatkan informasi terkait dengan kontribusi pada proyek perluasan dan pembangunan masjid Jami Ul-Alfar Kolombo ini dapat menghubungi :

Haji S M M M Ibrahim (S.S.K.), Executive President & President Construction Committee, Tel: 0094112421326 atau  0094777372166.

Haji PM Pallaku Lebbai, Secretary, Tel: 0094112431797.

Haji A Haris Anver, Asst. Secretary, Tel: 0094112421366

Untuk sumbangan berbentuk material bangunan dapat menghubungi

Haji Sathak Abdul Kadar, Treasurer Constructionn Committee, di nomor telepon 0094777878787

Haji T M N Ameer Sultan, Treasurer, di nomor telepon 0094112441810 dan

Haji J'afar Ali Farook, Asst. Treasure, di nomor telepon 0094777383593

Masjid Jami Ul-Alfar, masjid Merah di Jantung Kolombo (redmasjid.com)
Untuk sumbangan berupa cheque dapat ditujukan kepada ‘JAMIUL ALFAR MOSQUE'
Atau dikirim langsung ke

Bank: COMMERCIAL BANK OF CEYLON PLC .,
Branch:KEYZER STREET BRANCH
Account Name: JAMIUL ALFAR MOSQUE
Account Number: 139-000-8888
32, KEYZER STREET,
COLOMBO-11. SRI LANKA

Bank: HABIB BANK LTD.,
Branch: SECOND CROSS STREET
Account Name: JAMIUL ALFAR MOSQUE (EXPANSION FUND)
Account Number: 96155
Swift Code: HABBLKLC

Dewan Pembina dan Dewan Pengurus Masjid Jami Ul-Alfar

Presiden : Haji M.A. Mohamed Abdullah Alim
Executive President & President - Construction Committee : Alhaj S.M.M.M. Ibrahim (S.S.K),
Secretary  : P.M. Pallaku Lebbai
Treasurer : Haji. T.M. Ameer Sultan, J.P,
Treasurer Construction Committee  : Haji Sathak Abdul Kadar
Asst. Treasurer : Haji J'afar Ali Farook
Asst. Secretary : Haji  A. Haris Anver  
Member Construction Committee : Haji Marikkarpillai Peerlannu, J.P.

Foto Foto Masjid Jami Ul-Alfar

salah satu proyek perluasan yang sedang dilaksanakan (redmasjid.com)
Warna merah putih yang berlapis lapis pada masjid ini sangat unik
dan satu satunya masjid dengan corak seperti ini (foto dari pbase.com
Sebenarnya nama masjid ini adalah Jamiul Adhfar, mungkin karena 
dialek masyarakat setempat yang membuatnya berbunyi Alfar ? 
(foto dari pbase.com)
Letaknya yang berada di jejeran pertokoan di kawasan sibuk Pettah, 
namun dengan rancang bangun dan warnanya menjadikan masjid ini 
benar benar tampil beda dan menarik perhatian mata (foto dari pbase)
Perhatikan warna pilar masjid ini, benar benar mirip kembang gula,
sedangkan dinding bangunannya sangat mirip dengan kue lapis
(foto dari alposters.com)

Referensi 

en.wikipedia – islam in sri lanka
en.wikipedia – jami ul-alfar mosque
asianexplorers.com – jami ul alfar mosque
alifmagz.com – masjid merah putih dari srilanka
tintatintacinta – masjid merah di jantung kolombo
situs resmi masjid jami ul-alfar – www.redmasjid.com




----------------------ooOOOoo---------------------

Baca Juga Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA