Sabtu, 05 Februari 2011

Masjid Nurul Islam, Cape Town, Afrika Selatan

Masjid Nurul Islam Cape Town merupakan bangunan rumah tinggal semacam ruko yang kemudian dijadikan masjid. bangunan utamanya ada di bagian belakang gedung ini.

Masjid Tertua Ke Tiga di Afrika Selatan, dibangun oleh Ulama keturunan Indonesia

Seperti halnya Palm Tree Mosque di posting sebelumnya, masjid Nurul Iman ini pun masih memiliki pertalian dengan Masjid Auwal yang merupakan masjid pertama di Afrika Selatan. Masjid Nurul Iman menjadi masjid tertua ke tiga di Afrika Selatan, setelah Masjid Auwal di Dorp street dan Masjid Palm Tree (Palm Tree Mosque) di Long street.

Masjid Nurul Islam menjadi masjid tertua ke tiga di Afrika Selatan, bangunan masjid yang lebih mirip sebuah ruko dibandingkan sebuah bangunan masjid. Didirikan tahun 1844 oleh putra bungsu Tuan Guru atau Pangeran Abdullah Kadi Abdus Salam dari Tidore yang juga imam dan pendiri Masjid Auwal di Dorp street. Masjid ini juga merupakan masjid pertama di Afrika Selatan yang didirikan oleh para jemaah dan santri dibawah arahan Imam Achmad Van Bengalen.

Alamat dan Lokasi Masjid Nurul Islam

134 Buitengracht Street, Bo-Kaap
Cape Town, South Africa, 8001
Telepon / Fax : + 27 21 423 4202
Bank : Standard Bank brach Victoria Road – Woodstock A/C No. 071198172

Pengurus Masjid (Imam) : Shaikh Serag Johaar
Telepon : 021 797 6543
Handphone : 082 9687254




Masjid Nurul Islam berada tak jauh dari masjid Auwal sekitar seratus meter saja,meski berada di ruas jalan yang berbeda. Di foto udara 45 derajat street view google maps berikut dapat terlihat dengan jelas lokasi antara masjid Auwal dan Masjid Nurul Islam.

Sejarah Masjid Nurul Islam

Masjid Nurul Islam didirikan tahun 1834 oleh Imam Abdol Rauf, Putra bungsu Tuan Guru atau Pangeran Abdullah Kadi Abdus Salam dari Tidore yang juga imam dan pendiri Masjid Auwal di Dorp street. Masjid ini juga merupakan masjid pertama di Afrika Selatan yang didirikan oleh para jemaah dan santri dibawah arahan Imam Achmad Van Bengalen. Masjid ini menjadi masjid tertua ke tiga di Afrika Selatan.

Berlokasi di jalan kecil Buitengracht Street, daerah, ketika pertama berdiri mampu menampung 150 jemaah. Setelah di renovasi tahun 2001 masjid terebut kini mampu menampung hingga 700 jemaah. Masjid Nurul Islam terbuka untuk dikunjungi oleh kalangan manapun termasuk kunjungan dari para wisatawan.

Dua masjid tertua di Afrika Selatan, masjid pertama dan ketiga. Didirikan oleh ayah dan anak. 

Perluasan masjid

Sejak tahun 2008 pengurus masjid memutuskan untuk menutup bagian atap beton masjid untuk digunakan sebagai ruang sholat tambahan dan ruang peralatan. Hal tersebut dilakukan karena beberapa alasan. Pertama karena beberapa waktu belakangan atap atap cor tersebut sudah mulai bocor, tiap kali hujan turun air hujan selalu saja merembes ke dalam masjid, meski usaha usaha untuk menambal telah dilakukan namun kebocoran tetap terjadi. Rembesan air hujan tersebut sudah mulai merusak kusen, karpet dan peralatan elektronik.

Ditambah lagi kondisi bahwa daya tampung masjid tersebut sudah tak lagi mampu menampung jemaah pada peringatan peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, malam lailatul Qodar, termasuk sholat tarawih. Jamaah yang hadir membentuk shaf sholat hingga ke jalan raya.

Tahun pembangunan masjid ini jelas terpampang di fasad depan nya

Pengerjaan tersebut kini sudah terlihat hasilnya di masjid Nurul Islam. Sedikit perubahan dilakukan dengan penambahan tempat wudhlu kecil dan balkon yang menghadap ke pegungungan. Strutur atap masjid menggunakan rangka baja dengan atap monopitch. Di bagian puncak atap dipasang kubah 4m yang dapat dibuka sebagai ventilasi udara. Sementara atapnya sendiri ditutup dengan lembaran tunggal untuk mencegah terjadinya kebocoran. Dinding di sisi barat dilengkapi dengan jendela yang dapat dibuka untuk mengurangi udara pengap dan panas di dalam masjid.

Dana yang di anggarkan untuk renovasi tersebut sebesar R 1.3 juta. Panitia masjid mengajak seluruh jamaah dan kaum muslimin untuk turut bersama sama membiayai proses renovasi tersebut.  Mengingat satu hadis Rosulullah yang mengatakan “barangsiapa membangun masjid di dunia maka Alloh akan membangun sebuah rumah untuknya di Surga” demikian di katakan oleh koordinator pembangunan masjid Nurul Islam, Tayyib Ogier.

Salah satu kegiatan di Masjid Nurul Islam, pengajian tentang ibadah haji 

Kegiatan Masjid Nurul Islam, Cape Town

Kegiatan remaja dan kepemudaan masjid Nurul Islam ini di arahkan kepada program diskusi Islam yang dipandu oleh Sheikh Serag Johaar dan Mahasiswa mahasiswa muda yang berasal dari Saudi dan Mesir. Program ini sudah dimulai sejak 23 Februari 2004 (2 Muharam 1425H) yang lalu, dan diselenggarakan setiap senin malam.

Forum diskusi tersebut terbuka bagi semua remaja muslim untuk mendiskusikan peran remaja Islam dan idetitas keislaman mereka di dalam masyarakat moderen. Dan dikesempatan tersebut juga diberikan pembekalan kepada para remaja dengan pengetahuan fiqih Islam serta syariat Islam. Waktu diskusi dilakukan setiap senin dengan waktu yang disesuaikan dengan musim di sana. Untuk musim dingin (winter) diskusi diselenggarakan setiap ba’da Isya’, sedangkan di musim panas diselenggarakan setiap ba’da magrib,

Disamping program kepemudaan dan remaja seperti disebutkan diatas, masjid nurul Islam juga menyelenggarakan pendidikan pemahaman Ibadah Haji yang diselenggarakan setiap kamis malam jum’at ba’da magrib sampai tiba waktu sholat isya. Diikuti oleh semua jemaah yang berminat.

 

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi

Livingislam.co.za – Nurul Islam Masjied – Bo kaap
Situs resmi masjid Nurul Islam - http://nurulislammosque.org.za/contact-us

Baca Juga


1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum wr wb.

    apakah saat ini Anda msh di Afsel? mungkin bs share info utk Pretoria (member islam/komunitas islam disna)

    Thanks


    note : bs bls ke Email joeny.sudjana@gmail.com

    BalasHapus

Dilarang berkomentar berbau SARA