Sunday, November 21, 2010

Masjid Al-Dahab Manila, Philippina

Masjid Al-Dahab atau Golden Mosque, Manila (dari pinoytravelblog)

Masjid Al-Dahab atau lebih dikenal dengan nama The Golden Mosque atau oleh orang melayu disebut Masjid Emas atau dalam bahasa Spanyol disebut Mezquita del Globo de Oro dan dalam bahasa Tagalog Filipino disebut Moskeng Ginto, merupakan salah satu masjid terbesar di Manila, Ibukota Negara Philippina. Disebut dengan golden mosque atau masjid emas karena kubahnya yang memang di cat dengan cat warna ke emasan yang berkilauan. Al-Dahab sendiri bila di Indonesiakan juga bermakna “Emas”. sedangkan nama resmi yang terpampang di atas gerbang masjid adalah "Manila Golden Mosque and Cultural Center".

Lokasi Masjid Al-Dahab, Manila, Philippina

Masjid Al-Dahab atau Golden Mosque berdiri di ujung jalan Globo de Oro, nama jalan yang berarti “bola dunia ke-emasan”. Distrik Quiapo yang didiami oleh komunitas muslim Metro Manila. Di sekitar masjid di distrik Quiapo banyak terdapat toko, warung dan rumah makan yang menyajikan makanan halal dan buah buahan segar dari pulau Mindanao, meski pengunjungnya dari beragam latar belakang termasuk pengunjung non muslim.

Masjid ini terbuka untuk kunjungan dari kalangan manapun termasuk non muslim yang ingin berkunjung ke masjid hingga ke bagian dalam, pengurus masjid akan dengan senang hati menemani. Bagi pengunjung yang tidak dengan busana muslim (tidak menutup aurat dengan baik) disediakan pakaian untuk menutup aurat oleh pengurus masjid.



Sejarah Pembangunan Masjid Al-Dahab, Manila

Masjid Al-Dahab ini dibangun tahun 1976 di distrik Quiapo, dalam kota Metro Manila dimasa pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos berkuasa di Philippina, dengan pengawasan langsung dari fist lady Philippina kala itu, Imelda Marcos. Pembangunan masjid Al-Dahab ini ditujukan untuk menyambut kedatangan Presiden Libya, Kolonel Muammar Qaddafi yang sedianya akan datang ke Philippina untuk sebuah kunjungan kenegaraan dalam upaya menengahi pertikaian antara pemerintah Philippina dengan pejuang kemerdekaan Moro (MNLF-Moro National Liberation Front) yang ingin mendirikan Negara berasaskan Islam di  gugus kepualauan selatan Philippina yaitu di kepulauan SuluMindanao dan Palawan.

Gerbang Masjid Al-Dahab (dari tracesofwanderlust)
Rencana kunjungan presiden Libya, Muammar Qaddafi itu memang kemudian dibatalkan tapi rencana kunjungan nya itu telah memberikan berkah tersendiri bagi muslim Kota Manila yang kemudian menikmati megahnya masjid yang di dirikan pemerintah Katholik Philippina di tengah komunitas muslim di Ibukota negeri itu.

Sejarah mencatat bahwa perdamaian antara pejuang muslim MNLF dibawah pimpinan Nur Misuari itu terjadi setelah Presiden Republik Indonesia waktu itu (alm) Pak Harto mengundang presiden Philippina, Ferdinand Marcos dan tokoh MNLF, Nur Misuari untuk berunding di Istana Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam perundingan yang di pimpin oleh Menlu RI, (Alm) Ali Al-Atas tanggal 17 April 1993 kemudian tercapai kesepakatan pemberian otonomi Khusus kepada Muslim Mindanao dengan Nur Misuari sebagai Gubernur nya.

Muslim Philippina

Philippina dan Ibukotanya Manila memang pernah menjadi wilayah kekuasaan kesultananan Islam dibawah pimpinan Rajah Sulayman, Nama kota Manila sendiri konon berasal dari bahasa Arab, Amanillah yang kemudian menjadi Manila. Tahun 1570 Pasukan Spanyol dibawah pimpinan Miguel L√≥pez de Legazpi  mengalahkan kesultanan Islam disana dan mendirikan Negara Philippina Spanyol dengan Ibukota-nya Manila.

 Masjid Al-Dahab dengan Kubah Emas nya (dari skyscrapercity)
Tak ada yang tersisa dari kekuasaan kesultanan Islam Philippina di wilayah utara, ummat Islam Philippina lebih terkonsentrasi bermukim di wilayah selatan di pulau Mindanao dan sekitarnya. Dan menurut laporan media media Islam, kehidupan muslim di selatan Philippina ini terus menerus di bawah tekanan pemerintah dan militer Philippina. Suasana yang tentunya sangat tidak kondusif untuk perkembangan Islam di wilayah tersebut.

Arsitektur Masjid Al-Dahab, Manila, Philippina

Interior Masjid Al-Dahab (dari tracesofwanderlust)
Masjid Al-Dahab atau Golden Mosque ini dibangun untuk menampung 3000 jemaah, menjadikannya sebagai bangunan masjid terbesar di kota Manila. Lengkap dengan satu kubah besar berwarna ke emasan. Warna kubah dengan warna emas itulah yang kemudian menjadikan masjid ini disebut sebagai golden mosqque. Satu menara melengkapi masjid sebagai tempat disuarakan nya azan.

Masjid berkubah warna emas ini cukup megah di tengah kota Manila, interior masjid di penuhi dengan lengkungan lengkungan yang elegan. Meski beberapa laporan menyebutkan bahwa exterior masjid tampak sedikit kurang terawat dengan baik, namun interior masjid dengan nuansa warna kuning terang ini cukup apik dan memberikan ke khusu’an bagi setiap jema’ahnya. 

kemeriahan perayaan Idul Fitri di Manila terekam dalam Video berikut ini.


Masjid Al-Dahab di kawasan Quiapo Metro Manila (foto dari Panoramio)
Gerbang dan Kubah masjid Al-Dahab, Manila (foto dari Panoramio)
Fasad Masjid Al-Dahab (foto dari tracesofwanderlust)
Interior masjid Al-Dahab (foto dari flickr)
Interior Masjid Al-Dahab, Manila

Referensi

Wikipedia Masjid Al-Dahab
Golden Mosque“, Globo de Oro str., Quiapo, Manila. Pinoy Travel Blog, 2006.
A visit to the Golden Mosque- Quiapo


-------------------------------ooOOOoo-------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Terkait dengan Qaddafi



3 comments:

  1. Khabarnya Islam di Manila hampir 1 juta penganutnya.

    ReplyDelete
  2. Luar bisa indahnya "Masjid Emas Manila"

    ReplyDelete

Dilarang berkomentar berbau SARA