Rabu, 03 November 2010

Masjid Agung Brussels, Belgia

The Islamic and Cultural Center, atau biasa disebut Masjid Agung Brussels
atau 'Great Mosque of Brussels'.

Masjid Agung Brussels, atau Great Mosque of Brussels atau Islamic Cultural Centre Belgium atau Centre Islamique et Culturel de Belgique. merupakan masjid tertua di negara Belgia. Meski pada awal pembangunannya tidak diperuntukkan untuk masjid melainkan sebuah gedung pameran, kini masjid yang terletak di Cinquantenaire Park, sebuah kawasan elit Brussels ini, senantiasa di sesaki oleh jemaah yang melakanakan ibadah disana. Islamic Cultural Center Belgia ini yang kemudian membidani pembangunan masjid di kawasan Bandar Udara Internasional Brussels.

Lokasi  Masjid Agung Brussels, Belgia

Alamat surat :
Islamic Cultural Centre Belgium (Centre Islamique et Culturel de Belgique)
14, Parc du Cinquantenaire, 1000 Brussels

Telepon : +32 (02) 735 21 73
Fax: +32 (02) 735 30 71
email : infos@centreislamique.be


Masjid Agung Brussels yang juga menjadi Pusat Kebudayaan Islam Belgia, berada di dalam taman Cinquantenaire Park. Tak jauh dari Schuman round, tempat dimana markas besar Uni Eropa berada di pusat kota Brussels, Belgia.

Muslim Belgia

Di tahun 2008 pemeluk agama Islam di Belgia diperkirakan mencapai 400 ribu jiwa. Muslim di kota Brussels sendiri sudah mencapai 17% dari total populasi ibukota Belgia itu. Menjadikannya salah satu kota dengan muslim terbanyak di belahan bumi bagian barat dan menjadi markas dari Uni  Eropa itu.

Jemaah sholat taraweh di Masjid Agung Brussels mencapai 7000 jemaah
dari berbagai suku bangsa
Islam sudah di akui sebagai agama resmi oleh pemerintah Belgia sejak tahun 1974. Namun pendekatan integrasi yang dilakukan oleh Belgia kemudian malah menuai kontroversi. Salah satu tingak lanjut dari pengakuan resmi dari pemerintah Belgia tersebut, di tahun 1975 sekolah sekolah Belgia mulai memasukkan materi pengenalan Islam ke dalam kurikulum resmi sekolah.

Komposisi muslim Belgia terdiri dari 70% merupakan keturunan Maroko, 20 % Turki dan sisanya berasal dari beragam negara termasuk Albania, Pakistan, Mesir dan Negara negara Afrika Utara – Tunisia, Aljazair dan lain lain. Data statistik nasional Belgia menunjukkan bahwa nama Muhammad menjadi nama yang paling populer untuk dijadikan nama depan bagi bayi bayi keluarga Muslim Belgia.

Fadila Laan (30 thn), menjadi muslimah Belgia pertama yang masuk ke dalam jajaran kabinet Belgia sebagai Menteri Kebudayaan dan Audio Visual. Beliau merupakan putri dari imigran Maroko yang lahir dan besar di Brussels.

Sejarah Masjid Agung Brussels, Belgia

Masjid Agung Brussels di kelola oleh Islamic and Cultural Centre Belgium, Organisasi Islam di Belgia yang sudah berdiri sejak tahun 1963 dan berkantor di gedung sewaan di kawasan sederhana kota Brussels, berkat bantuan dari kedutaan negara negara Islam di Brussels waktu itu.

King Baudouin dan  King Faisal bin Abdul al-Aziz di tahun 1967
Masjid Agung Brussels ini pada awal pembangunannya tidak diperuntukkan sebagai masjid melainkan sebagai paviliun pameran kebudayaan negeri negeri timur, selesai dibangun tahun 1879 hasil rancangan arsitek Ernest Van Humbeek dan setahun kemudian di tahun 1880 digunakan sebagai gedung eksebisi nasional Belgia. Kala itu bangunan ini menjadi rumah bagi karya monumental fresco berjudul “Panorama of Cairo” yang meraih sukses besar. Namun karena kurangnya perawatan di abad 20 menyebabkan kerusakan terhadap bangunan gedung tersebut.

Di tahun 1967 Raja Belgia, King Baudouin menghadiahkan bangunan tersebut kepada Raja Saudi Arabia, King Faisal bin Abdul al-Aziz, dalam kunjungan resmi beliau ke Belgia. Sejak saat itu terbukalah jalan bagi alih fungsi bangunan yang tadinya merupakan gedung pameran tak terawat itu untuk dijadikan sebagai Masjid bagi komunitas Muslim di Belgia yang sudah berkembang pesat saat itu, sekaligus sebagai pusat kebudayaan Islam di Brussels.

Setelah melalui proses rekonstruksi yang panjang dan keseluruhan biaya pembangunan nya ditanggung oleh kerajaan Saudi Arabia dan di arsiteki oleh arsitek Tunisia Boubaker, masjid tersebut ahirnya diresmikan penggunaannya tahun 1978. oleh Raja Saudi Arabia, King Khalid bin Abdul Aziz dan Raja Belgia King Baudouin

Peresmian The Islamic and Cultural Center Brussels
di tahun 1978 oleh Raja Saudi Arabia, King Khalid bin Abdul Aziz
dan Raja Belgia King Baudouin
Tahun 1982 organisasi Liga Muslim Dunia (The Muslim World League) menyokong aktivitas masjid ini dengan menanggung pengeluaran rutinnya dan menggangarkan sejumlah dana setiap tahun untuk keperluan dimaksud. Masih dengan bantuan dari Liga Muslim Dunia, di tahun 1983 di dirikanlah European Islamic Institute. Dan tahun 1986 dibangun sebuah masjid di dalam komplek Bandar Udara Brussels. Organisasi Muslim Belgia mulai termasuk masjid masjid dan islamic center mulai menerima subsidi dari pemerintah Belgia tahun 2006 dengan dana sebesar US$7,7 juta atau setara dengan 6,1 juta euro.

Saat ini di Belgia diperkirakan terdapat 350 masjid, 43 masjid sudah di akui oleh Pemerintah Lokal Wallon di bulan Juni 2007, Lima masjid sudah di akui oleh Pemerintah kota Brussels di bulan December 2007. Pengakuan ini memiliki arti cukup penting karena pemerintah Belgia tidak sekedar memberikan pengakuan tapi memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan masjid termasuk memberikan gaji bulanan untuk para imam, dan kebutuhan lain nya yang kesemuanya ditanggung oleh negara. Pengangkatan imam sendiri dilakukan melalui surat keputusan dari Kerajaan Belgia.

Aktivitas Masjid Agung Brussels

Di masa awal beroperasinya masjid ini, jemaah sholat berjamaah nya tak lebih dari 2 shaf panjang. Namun saat ini seiring dengan pesat nya perkembangan Islam di Belgia, Masjid Agung Brussels sudah tak mampu lagi menampung jemaah yang makin membludak. Di bulan Ramadhan dan di dua hari besar Islam, pengurus masjid terpaksa memasang tenda di sekitar masjid untuk menampung para jemaah. Jemaah yang hadir dalam sholat tarawih selama Ramadhan bahkan diperkirakan sudah mencapai 7000 jamaah.

The Islamic and Cultural Center, biasa disebut sebagai Masjid Agung Brussels
atau  'Great Mosque of Brussels'.
Masjid Agung Brussels tidak saja menyelenggarakan kegiatan peribadatan rutin tapi juga menjadi pusat riset yang bertujuan untuk mensyiarkan ajaran Islam. Pusat Kebudayaan Islam disana juga menyelenggarakan kursus bahasa Arab untuk dewasa dan anak anak, juga kursus pengenalan ajaran Islam. Cukup menarik bahwa dari sederet kegiatan nya masjid ini juga memberikan bimbingan khsusu kepada para mualaf, konsultasi masalah perkawinan hingga memberikan santunan kepada fakir miskin.

The Islamic and Cultural Center, atau  Masjid Agung Brussels
atau  'Great Mosque of Brussels'.
The Islamic and Cultural Center, atau  Masjid Agung Brussels
atau  'Great Mosque of Brussels'.


Referensi

Wikipedia Cinquantenaire


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA