Jumat, 06 Agustus 2010

Mampir Sholat di Masjid Kowloon - Hongkong

Kowloon Mosque & Islamic Center menjelang pagi

Baru kali ini masuk masjid ada resepsionis nya, Laki laki berjenggot pula, sedang asyik baca Qur’an bareng seorang bocah laki laki, mungkin anaknya. Dengan ramah dia menunjukkan arah ke ruang sholat di lantai yang sama, Karena kami berlima dengan pede menuju ke lantai dua sesuai petunjuk anak panah yang terpasang di dinding disamping meja resepsionis-itu.

Lokasi Masjid Kowloon & Islamic Center

Kowloon Mosque and Islamic Centre, begitu nama resminya seperti tertulis dimeja resepsionis dan di dinding depan masjid yang menghadap ke Nathan Road di wilayah Tsim Tsa Tsui pusat kota Kowloon-Hongkong. Alamat resminya adalah : 105 Nathan Road, TST, Kowloon –Hongkong SAR. Telepon : 2724 0095, Fax : 2724 2661. Bagi yang suka belanja ke luar negeri pastinya hafal betul kalau di ruas jalan Nathan road itu juga terdapat surga belanja segala macam keperluan.


Hotel tempat kami kami menginap tak terlalu jauh dari masjid kowloon, cukup jalan kaki untuk mencapai masjid. Tadi malam ketika baru tiba di Hongkong kami sudah memetakan dalam benak masing masing lokasi masjid itu ketika taksi kami melintas dari sana. Itu sebabnya ketika waktu subuh tiba kami berlima langsung ngacir dari hotel menuju kesana tanpa perlu tanya tanya lagi.

resepsionis berjenggot
Masjidnya cukup lega, untuk ukuran Hongkong bahkan sangat lega sekali, mengingat ummat muslim minoritas di negeri naga ini. Hampir semua jemaah subuh kali ini bertampang asing, alias bukan wajah pribumi. Termasuk kami berlima. Atau jangan jangan justru mereka semua itu adalah pribumi Hongkong ? hmm siapa tahu. Beragam ras dan warna kulit berbaur jadi satu menghadap sang khaliq tanpa ada pembeda satu sama lain. Ba’da subuh ada beberapa liqoh disana, belajar mengaji, ada yang belajar agama Islam sementara yang lainnya sibuk melanjutkan zikir ke khadirat Alloh Subhanahuwata’ala.

Dalam hati aku bergumam sendiri, betapa maha besarnya kuasa Alloh Subhanahuwata’ala, aku bahkan tak pernah membayangkan suatu hari bisa sampai kemari, sebuah masjid yang bahkan tak pernah ku ketahui keberadaanya sebelum ini. Rencana Alloh memang tak bertanding.

Sejarah Masjid Kowloon & Islamic Center

Prasasti pembangunan Masjid Kowloon
Menurut prasasti yang terpasang di bagian dalam dinding masjid, masjid Kowloon pertama kali didirikan tahun pada tahun 1896 dan di renovasi tahun 1902.

Dibangun menjadi masjid semegah saat ini pada tahun 1984, di lokasi yang sama. Pembangunan menghabiskan dana HK$25 juta dolar Hongkong, mampu menampung 2,000 jemaah. Dan terahir kali direnovasi kembali pada tahun 2008 menghabiskan HK$13 juta Hongkong menambah daya tampungnya hingga 3,500 jemaah.

Komunitas Muslim Indonesia

18-April-2010 siang kami kembali ke sana untuk sholat zuhur, kami yang terlambat untuk sholat zuhur berjamaah di arahkan ke lantai dua masjid karena saat itu dilantai satu masjid sedang penuh sesak oleh muslimah Indonesia yang melaksanakan acara pengajian disana, sepertinya salah satu acaranya adalah pengumpulan dana untuk dompet dhuafa cabang Hongkong, begitu hasil bincang bincang singkat salah satu rekan kami dengan seorang ihkwan penyelenggara acara di teras masjid.

Senang juga menjumpai ada komunitas muslim Indonesia yang sedang berkumpul disana. Di Hongkong sendiri memang tak sulit untuk menemukan orang orang indonesia dari berbagai suku yang berseliweran disana. Selama Jalan jalan diseputaran Tsim Tsa Tsui dari Mongkok hingga ke Avenue of stars selepas subuh tadi begitu banyak orang indonesia yang kami jumpai. Tak sulit untuk mengenali mereka, dan tak sulit juga bagi mereka untuk mengenali kami karena dua dari kami berlima masih menggunakan baju koko saat jalan jalan pagi. Dengan enteng temanku bilang, ini kita jalan jalan kok kayak di glodok ya....

tempat wudhunya yg dilengkapi bangku
Ini zuhur terahir kami di Hongkong untuk kunjungan kali ini (semoga saja ada kesempatan berikutnya) dari masjid Kowloon Hongkong, kami langsung bertolak ke Shenzen untuk melanjutkan perjalanan ke Dongguan propinsi Guangzhou-China. Urusan kantor sudah menanti disana. Dua rekan kami yang menemani perjalanan hari ini tampak sudah tak sabar menunggu kami diteras depan masjid, keduanya non muslim yang satu dari negeri matahari terbit dan yang seorang lagi asli Hongkong. Dia sendiri baru pertama kali ini mampir ke masjid Kowloon walau hanya nongkrong di tangga masjid nungguin koper dan tas kami yang bertumpuk.

Yang Menarik di Masjid Kowloon & Islamic Center

Setidaknya ada beberapa hal yang menarik dari Masjid Kowloon di Hongkong ini. pertama yang tadi kusebut di awal bahwa di masjid ini ada resepsionisnya, dilantai dua masjid disamping kotak amal disiapkan satu kotak lagi isinya penuh dengan peci, ya peci bundar warna warni untuk penutup kepala waktu sholat itu. Dengan iseng aku nyari nyari peci khas indonesia, tapi tidak ketemu. Tidak ada orang Indonesia yang nyumbang barangkali atau mungkin karena pengurusnya tidak ada orang Indonesia.

Lalu di deretan shaf belakang disediakan kursi khusus untuk penyandang cacat yang tak mampu berdiri sempurna untuk mempermudah mereka melaksanakan sholat. Kursi itu juga bisa dipakai untuk membaca Qur’an. Bagus sekali fungsinya. Siapa tahu diantara pembaca ada yang minat untuk mengaplikasikannya di masjid masjid tanah air.

Ventilasi masjid Kowloon
Tak ada A/C atau kipas angin di masjid ini. Dinding masjid di penuhi dengan lubang angin dari dinding yang di design begitu indah dari granit yang yang di ukir tembus, memberikan keleluasaan bagi sirkulasi udara keluar dan masuk masjid.

Yang paling menarik perhatianku adalah ketika memasuki ruang tempat berwudhlu, disetiap keran air disediakan bangku dari batu bulat panjang sebagai tempat duduk bagi jemaah yang akan berwudhlu, ini benar benar membantu dan memanjakan jemaah. Tak perlu takut terjatuh pada saat mengangkat kaki sebelah untuk membasuh kaki. Tinggal duduk dibangku batu selama berwudhlu.

Tanpa Tempat Parkir

Beda dengan di Indonesia yang hampir semua masjid menyediakan lapangan parkir untuk jamaah. Masjid ini tak ada lapangan parkirnya. Sepertinya memang sudah adatnya orang Hongkong yang terbiasa bepergian dengan kendaraan umum, karena kendaraan umum disini memang sangat nyaman dan harganya cukup terjangkau serta tersedia setiap waktu. Ada dua gerbang masuk/keluar ke stasiun kereta (MTR) Tsim Tsa Tsui yang sangat dekat dengan masjid (stasiunnya sendiri di bawah tanah), pas di depan masjid ada halte bis kota.

Lebih nyaman lagi karena trotoar untuk pejalan kaki sama luasnya dengan jalan raya untuk kendaraan. Tak ada angkot apalagi ojeg. Jadi gak usah khawatir keserempet. Tak ada pedagang kaki lima di trotoarnya, jadi trotoarnya murni untuk pejalan kaki.

Awas terpeleset
Dan tak usah takut disenggol kendaraan umum waktu nyeberang jalan, karena sudah dipasang lampu merah untuk pejalan kaki terintegrasi dengan lampu merah untuk kendaraan, pada saat lampu merah menyala untuk kendaraan maka lampu hijau untuk pejalan kaki akan menyala. Anda pun bisa menyeberang dengan aman. Di beberapa tempat bahkan tak tersedia zebra cross karena rute penjalan kaki sudah di belokkan ke terowongan bawah tanah yang begitu lega, gak usah takut gelap karena terowongannya terintegrasi dengan pusat perbelanjaan yang terang benderang, full A/C dan ada Satpam berseragam yang berjaga disetiap pintu keluar masuknya.

Fasilitas umum di kota ini memang cukup memanjakan warganya. Tak jauh berbeda dengan di Singapura. Cukup wajarlah bila kemudian biaya hidup di Hongkong berkali kali lipat dibandingkan beberapa kota lain dunia termasuk dengan China daratan bahkan bila dibandingkan dengan Jakarta, ibukota tercinta.

So bila suatu saat anda berkunjung ke Hongkong dan kebetulan menginap di kowloon tak usah pusing pusing nyari masjid, tinggal ke Nathan street di kawasan Tsim Tsa Tsui (TST) ada masjid gede yang sekaligus berfungsi sebagai Islamic Centre Kowloon. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Wassalamualaikum

Beberapa Foto Masjid Kowloon & Islamic Center, Hongkong

Interior Lantai - 1 Masjid Kowloon & Islamic Center
Interior Lantai 2 Masjid Kowloon 
Kowloon Mosque & Islamic Center
narsis sejenak di halte depan masjid Kowloon

Photo lainnya ada disini


1 komentar:

Dilarang berkomentar berbau SARA