Minggu, 21 Januari 2018

Sejarah Islam di Kanada

Lokasi Kanada di utara benua Amerika. 

Komunitas muslim di kanada hampir seumur dengan negara Kanadanya sendiri. Empat tahun setelah pembentukan negara Kanada tahun 1867, di tahun 1871 sensus di Kanada menyebutkan ada 13 muslim diantara populasinya saat itu. Sejumlah besar Muslim Kroasia (dari Bosnia) datang ke tanah amerika sebagaimana Kristen Kroasia, beberapa datang ke amerika akibat perang dunia pertama yang berkecamuk disana.

Masjid Kanada pertama dibangun di Edmunton di tahun 1938, saat itu diperkirakan sudah ada sekitar 700 muslim di negara tersebut. Bangunan masjid tersebut kini menjadi bagian dari musium di Fort Edmonton Park. Tahun tahun setelah perang dunia kedua tampak dalam jumlah kecil peningkatan jumlah muslim disana. Sebagian dari mereka merupakan Muslim Kroasia dari Bosnia, yang merupakan bagian dari Hadhschar Division serta muslim tawanan Kroasia dari Bosnia. Namun sampai saat itu muslim Kanada masih sangat sedikit. Hanya setelah pencabutan kebijakan preferensi imigrasi di Eropa di penghujung tahun 1960-an baru terjadi peningkatan signifikan jumlah muslim yang masuk ke Kanada.

Muslim Kroasia dari Bosnia yang merupakan pendahulu dan salah satu dari arus muslim utama dalam pendirian semua masjid pertama di Toronto. Masjid pertama selain tiga masjid tertua di Toronto dibangun oleh muslim Kroasia dari Bosnia dan Albania di tahun 1968. Masjid pertama diberi nama Jami Mosque (berada di 56 Boustead Ave. Toronto). Dikemudian hari dengan peran dari Dr Qadeer Baig r.a. (professor pada University of Toronto), masjid tersebut dibeli oleh Muslim Asia, sedangkan Muslim Albania dan Kroasia kemudian mendirikan masjid mereka sendiri : Albanian Muslim Society of Toronto, berlokasi di 564 Annette St. Serta Hrvatska džamija (Masjid Kroasia) di Croatian Islamic Centre, berlokasi di 75 Birmingham St., Etobicoke.

Masjid Edmunton Masjid pertama di Kanada. 

Merujuk kepada sensus penduduk tahun 1971 di Kanada terdapat 33 ribu muslim. Masjid tertua di Toronto dengan menara tertua di Ontario dibangun dalam gaya Usmani, salah satunya berada di Etobicoke, yang merupakan bagian dari Croatian Islamic Centre, bangunan yang sebelumnya merupakan sebuah gedung tua sekolah Katholik, yang pada tanggal 23 Juni 1973. Masjid (gedung tua sekolah Katholik dan dibeli seharga 75 ribu CAD) kemudian di atur ulang menjadi tempat ibadah muslim dengan dukungan penuh dari komunitas Katholik Kroasia setempat. Salah satu pendirinya adalah seorang ahli kedokteran nuklir dunia, dr Asaf Duraković.

Di tahun 1970-an sejumlah besar imigran non eropa mulai masuk ke Kanada. Hal ini terlihat dari membengkaknya komunitas muslim Kanada di tahun 1971, sensus mencatat disana bermukim 98 ribu muslim, sedangkan di tahun 1991 hasil sensus menunjukkan peningkatan jumlah muslim kanada mencapai 253,265 jiwa, dan perkiraan hasil sensus 2006 akan menunjuk angka sekitar 800 ribu jiwa.

Dibandingkan dengan muslim Eropa, muslim Kanada tidak menghadapi permasalahan yang sama. Muslim Kanada hanya salah satu dari sekian banyak etnis yang bermukim disana dari sekian banyak etnis, suku bangsa, budaya dan agama yang bersama sama menjadi bagian dari Kanada. Pejabat pemerintah Kanada mengelompokkan muslim Kanada dalam kelompok sendiri sebagai “kelompok muslim Kanada” untuk keperluan pengambilan kebijakan dan statistik. (singgahkemasjid).

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca juga




Sabtu, 20 Januari 2018

Masjid Dungan, Karakol, Kyrgyzstan


Kuno, Bersejarah dan antik, Masjid dari Kayu yang terkenal dengan nama Masjid Dungan atau masjid Ibrahim Haci, terkenal juga sebagai masjid Karakol adalah masjid tua di kota Karakol, Kyrgyztan.

Masjid Dungan atau kadangkala juga disebut Masjid Haji Ibrahim adalah sebuah bangunan masjid tua dari kayu yang sangat terkenal di kota Karakol, Republik Kyrgyztan. Masjid tua dari kayu ini terkenal dengan ukiran ukiran khas setempat dan menjadi begitu menarik perhatian para pelancong ke tempat ini karena salah satu fakta menarik bahwa pembangunan masjid ini tidak menggunakan sebatang pun paku besi dalam pembangunannya.

Sesuatu hal yang sama dengan pembangunan masjid masjid tua di Indonesia pada umumnya yang juga terbuat dari bahan kayu. Hanya saja masjid ini berada di wilayah yang begitu jauh dari Indonesia. Arsitektur masjid ini memang tidak seperti bangunan masjid seperti yang biasa kita kenal karena dibangun mirip dengan bangunan kuil Budha di Tibet ataupun gaya bangunan tradisional lainny di daratan China.

Dungan Mosque
Bektenova str., Karakol, Kirgistan




Bentuk bangunan yang demikian tak lepas dari pembangun masjid ini yang memang merupakan muslim pendatang dari daratan China yang kemudian menetap dan menjadi bagian dari muslim Karakol. Pada masa itu penduduk Kyrgyztan di daerah ini sudah memeluk agama Islam namun belum memiliki satupun bangunan masjid, mereka melakukan sholat berjamaan di rumah mereka masing masing ataupun di tenda tenda tradisional mereka.

Muslim China ini yang sudah membaur dengan masyarakat muslim setempat yang kemudian berinisiatif membangun masjid dengan gaya arsitektur China bersama dengan muslim Kyrgyztan di daerah tersebut. Muslim dari China ini yang dikemudian hari disebut sebagai Muslim Dungan dan nama itu juga yang kemudian melekat pada bangunan masjid ini.

Sejarah Masjid Dungan Karakol

Masjid Dungan dibangun sekitar awal abad ke 20. Bentuknya yang mirip dengan bangunan tradisional China karena memang masjid ini dirancang oleh arsitek Zhou Si, yang berasal dari Beijing dan datang ke Karakol atas undangan dari Haji Ibrahim untuk merancang dan membangun masjid ini.

Pelataran depan Masjid Dungan yang di tutup dengan hamparan batu alam juga menjadi area sholat luar ruang.

Merujuk kepada tulisan dalam aksara china yang ada di masjid ini disebutkan bahwa Masjid Dungan ini dibangun pada tanggal 4 September 1907 yang disebut sebut sebagai hari keberuntungan di dalam kalender Russia, nama arsitek yang merancangnya disebut dengan nama Ma Yu Tang. Dan pembangunnnya bertepatan dengan tanggal 4 bulan ke 9 tahun 1325 Hijriah.

Pembangunan masjid ini disebut sebut melibatkan 20 orang tukang dan pengukir yang di datangkan dari Beijing bersama dengan sang arsitek ditambah dengan para pekerja dari Karakol. Pembangunannya dimulai tahun 1904 dan selesai pada tahun 1910. Bangunan masjid ini ditopang oleh 42 pilar berukuran besar diseantero bangunan dengan rancangan atap beringkat.

Muslim Dungan

Nama Dungan pada nama Masjid ini merujuk kepada suku Dungan yang merupakan pendatang dari China yang kemudian tinggal di Kyrgyztan, Suku Dungan ini merupakan orang orang China dari suku Hui yang beragama Islam namun kemudian pergi meninggalkan kampung halaman mereka di China akibat perseteruan dengan suku Han yang mayoritas dipenghujung kekuasaan Dinasti Qing.

Mereka keluar dari China di antara tahun 1820-1880 dan memilih menetap di negara-negara Asia Tengah yang dulu menjadi bagian dari Uni Soviet. Percampuran etnis asal China dan Asia Tengah itulah yang kini menjadi identitas Muslim Dungan, dengan bahasa dan tulisan tidak lagi hanya Mandarin, namun juga menggunakan alfabet silirik khas Russia.Mereka dikenali dengan karakter pribadinya yang rata rata merupakan para pekerja keras yang handal.

Jemaah sholat Jum'at di Masjid Dungan yang meluber hingga ke halaman depan masjid.

Di Kyrgyztan terdapat tiga tempat yang menjadi kantung bagi musim Dungan ini yakni di Kota Karakol tempat Masjid tua ini berada, kemudian di wilayah selatan Danau Issyk Kul yang merupakan danau yang begitu terkenal sebagai objek wisata di Kyrgyztan dan satu komunitas lainnya di kota Bishkek, ibukota negara Kyrgyztan. 

Arsitektur Masjid Dungan

Konstruksi bangunannya menggunakan batu bata dan kayu. Proses penyambungan dan pengikat antara kayu dengan kayu lainnya menggunakan metoda interlocking, menghasilkan bangunan yang sangat stabil meskipun tanpa paku. Interior dan ekterior bangunannya kemudian diperindah dengan berbagai ukiran kayu.

Bangunan masjid ini hanya satu lantai saja dan dilengkapi dengan sebuah menara di halaman masjid yang juga terbuat dari kayu. Masing masing ujung atap bangunannya dihias dengan ukiran naga, sementara tembok bangunannya di hias dengan berbagai lukisan tanaman.

Interior masjid Dungan berdenah memanjang, di dominasi oleh sentuhan seni ukir Cina, termasuk pada ukiran ukiran atapnya. ada empat tiang besar di dalam masjid ini menopang struktur atapnya. Ruang paling depan masjid di area mihrab dan mimbar berukuran lebih kecil dibandingkan dengan ruang di belakangnya. Material kayu sangat dominan terlihat terutama pada tiang tiang penopang dan seluruh struktur atapnya.

Interior Masjid Dungan di ruang utama.

Diding sisi kiblat terbuat dari susunan batu alam, mihrabnya berupa sebuah ceruk kecil menandai arah kiblat dan posis imam memimpin sholat berjamaah. Sebuah mimbar kecil dari kayu ditempatkan disisi kanan mihrab. Mimbar kayu yang sederhana dilengkapi dengan tiga undakan anak tangga.

Ditutup di Masa Uni Soviet

Seperti banyak bangunan keagamaan di era Uni Soviet, Masjid Karakol atau Masjid Dungan merupakan satu dari banyak masjid di Asia Tengah yang mengalami penutupan. Pada era komunis Uni Soviet saat itu masa kelam juga dirasakan Muslim Dungan. Masjid ini dipaksa ditutup oleh gerakan Bolshevik dari 1929 sampai 1943. Berbeda dengan beberapa masjid lain yang dibiarkan hingga mengalami rusak parah, sejak 1943 Masjid Karakol ini pun dialihfungsikan sebagai gudang penyimpanan.

Namun, hal tersebut justru memberi peluang kepada bangunan masjid ini untuk bertahan dari kehancuran total karena tetap di rawat oleh penguasa saat itu meski tidak berfungsi sebagai masjid. Walau demikian, masjid ini pernah mengalami kerusakan pada struktur atapnya hingga diperbaiki kembali.

Monumen Sejarah Kyrgyztan

Pada 1947, bangunan Masjid Karakol ini diserahkan kembali kepada komunitas Muslim Dungan dan sejak saat itu masjid kembali difungsikan sebagai tempat ibadah hingga hari ini. Kini setiap hari bukan hanya etnis Dungan yang menggunakan masjid ini, melainkan juga hampir seluruh masyarakat Muslim di Kota Karakol.

Taman bunga disamping masjid Dungan.

Bahkan pemerintah Kota Karakol kini menjadikan Masjid Dungan sebagai salah satu tujuan objek wisata. Masjid ini dapat dikunjungi oleh berbagai kalangan Muslim dan non-Muslim pada waktu tertentu dan juga terdaftar sebagai monumen sejarah penting bagi negara dan telah dilindungi oleh undang-undang.

Restorasi Masjid Dungan

Untuk melestarikan masjid tua, bersejarah dan antik di Karakol ini, Pemerintah Turki melalui lembaha Turkish Cooperation and Coordination Agency (TİKA) bekerja sama dengan pemerintah kyrgyztan melakukan renovasi terhadap bangunan masjid Dungan di Karakol ini di bulan Nopember tahun 2016 yang lalu. Hadir dalam upacara peresmian kembali masjid tersebut pihak pihak terkait dari Turki dan Kyrgyztan.

Pemerintah Turki diwakili oleh Duta Besar Turki untuk Kyrgyztan, Metin Kılıç, sementara dari pemerintah Kyrgyztan dihadiri oleh Governor provinsi Issyk-Kul, Ashat Akibaev, dan walikota Karakol, Daniyar Arpaçıev. Upacara peresmian renovasi tersebut juga di hadiri mufti dan masyarakat muslim setempat. 

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------


Referensi



Baca Juga


Minggu, 14 Januari 2018

Islam di Yunani

Secara geografis, Yunani berada di ujung paling selatan Semenanjung Balkan.

Yunani atau Greece adalah salah satu negara yang namanya di dalam kosa kata bahasa Indonesia sama sekali berubah dari nama resminya. Konon penyebutan nama Yunani untuk negara Greece ini terkait dengan penyebutan bangsa Arab terhadap negara itu merujuk kepada wilayah Ioaninna atau Janina yang merupakan wilayah Greece yang paling dekat dengan wilayah kekuasaan Islam yang sudah sampai di Anatolia (Turki) pada masa itu.

Yunani atau Greece dikenal sebagai negeri para Dewa, Beribukota di Athena yang juga merupakan nama salah satu Dewa Dewi nya bangsa Yunani. Negeri yang dulunya merupakan wilayah kekuasan Kekaisaran Byzantium (Romawi Timur) dan kini menjadi sebuah Republik di benua Eropa satu satunya yang di ibukota negaranya tidak memiliki satupun masjid.

Dua tetangga yang tak pernah benar benar rukun tampaknya cukup cocok menggambarkan hubungan antara Turki dan Yunani, sejarah masa silam mau tidak mau terbawa bawa ke masa modern saat ini. Yunani yang notabene merupakan negara kelanjutan dari Byzantium di era modern sedangkan Turki tak lain adalah kelanjutan dari pusat Emperium Usmaniyah, terus saja menjadi sentimen hubungan diantara keduanya.

Bagaimanapun sejarah menceritakan bahwa Istanbul dulunya adalah Konstantinopel pusat kekuasaan Emperium Byzantium yang kemudian ditaklukkan oleh Emperium Usmaniyah menandainya berahirnya sejarah panjang Byzantium. Romantisme kejayaan masa lalu adalah hal yang lumrah bagi peradaban manapun.

Pemanadangan sebuah desa muslim di kawasan Hamlet kidaris yang dihuni muslim Pomak, salah satu kawasan tempat tinggalnya minoritas muslim di Yunani di pegunungan Radhopi dekat perbatasan dengan Bulgaria. 

Muslim di Yunani

Muslim memang merupakan minoritas di Yunani. Merujuk kepada hasil sensus di tahun 1991, jumlah muslim di negara itu tercatat sejumlah 97,605 jiwa atau sekitar 0.91% saja dari keseluruhan penduduknya. Sedangkan data kementrian luar negeri Amerika Serikat menunjukkan angka yang lebih besar, Muslim Yunani berjumlah sekitar 140.000 jiwa atau setara dengan 1,24% dari keseluruhan penduduk Yunani.

Muslim Yunani terkonsentrasi di wilayah Western Thrace (Thrace bagian barat) yang berada di wilayah utara Yunani berbatasan langsung dengan Turki, dan dulunya memang pernah menjadi bagian dari wilayah emperium Usmaniyah Turki. Seperti wilayah wilayah lain yang pernah menikmati masa jaya bersama emperium Usmaniyah, muslim di Western Thrace Yunani inipun terdiri dari berbagai suku bangsa berbaur menjadi satu.

Diantara mereka dari suku bangsa Turki, Bulgaria yang berbicara bahasa Pomaks dan sebagian kecil ada juga keturunan orang Yunani yang ber-Islam dimasa kekuasaan Usmaniyah. Identitas asli dari muslim di Western Thrace Yunani ini memang menjadi perdebatan antara pihak Turki dan Yunani.

Pihak Turki beranggapan bahwa Muslim di Western Thrace sebagian besar adalah orang orang Turki, sedangkan pihak Yunani berpendirian bahwa Muslim Western Thrace merupakan muslim dari etnis Pomak dan penduduk pribumi yang kemudian masuk Islam serta menggunakan bahasa dan budaya Turki di masa kekuasaan Usmaniyah.

Argumen diantara kedua pihak tersebut tampaknya beraroma kewilayahan, mengingat bahwa penyebutan identitas sendiri bagi muslim di Western Thrace Yunani ini berkaitan langsung dengan klaim wilayah tersebut oleh pihak Turki. Dari Pihak Yunani tentunya tidak mau mengakui bahwa muslim di Western Thrace sebagai orang Turki karena hal itu malah mendukung klaim dari pihak Turki atas wilayah tersebut.

Sebuah masjid di desa di kawasan Xanthi, Western Thrace, tempat tinggalnya minoritas muslim di Yunani.

Pertukaran Penduduk Tahun 1923

Minimnya muslim di Yunani tak bisa lepas dari sejarah masa lalu. Dua negara ini (Turki dan Yunani) menandatangani perjanjian Treaty of Lausanne di tahun 1923 tentang pertukaran penduduk diantara kedua negara tersebut paska perang Balkan.

Dalam kesepakatan itu, 1,5 juta orang orang Greek Anatolian atau orang Yunani yang tinggal di semenanjung Anatolia yang merupakan wilayah Turki harus meninggalkan wilayah itu ke wilayah territorial Yunani.

Perjanjian itu mengecualikan wilayah Western Thrace, 3000 orang Turki di Pulau Rhodes, dan 200 orang Turki di pulau Kos. Pulau Rhodes dan Kos dikecualikan dari perjanjian itu karena pada saat perjanjian itu ditandatangani kedua pulau itu sedang berada di bawah kekuasaan Italia.

Perjanjian itu juga mengatur perpindahan penduduk Turki yang beragama Kristen Ortodok Yunani dipindahkan ke wilayah Yunani terpisah dari wilayah Istanbul Yunani (Konstantinopel), Imbros ((Gökçeada) and Tenedos (Bozcaada), dan semua orangTurki yang tinggal di Yunani dipindahkan ke Turki terpisah dari Muslim Yunani di wilayah Thrace Yunani.

Konsekwensinya adalah bahwa muslim yang tinggal di wilayah Western Thrace dan Pulau Rhodes menjadi minoritas muslim yang tinggal di wilayah Yunani. Dan Western Thrace menjadi semacam kantung wilayah muslim di Yunani. Muslim di Western Thrace ini mencapai 28,88% dari keseluruhan populasi wilayah itu.

Western Thrace adalah wilayah di Yunani berbatasan langsung dengan Turki dan Bulgaria yang menjadi semacam wilayah kantung bagi komunitas muslim di Yunani, wilayah ini menjadi konsentrasi bagi muslim Yunani sejak perjanjian pertukaran penduduk antara Yunani dan Turki paska perang Balkan.

Western Thrace terbagi kedalam 5 daerah (regional unit) yakni; regional unit Kavala, Drama, Evros, Radopi dan Xanthy. Dari lima Regional unit tersebut tiga diantaranya dengan populasi muslim yang cukup tinggi. Muslim di Regional Unit Radopi mencapai 51,77% dari keseluruhan penduduknya, 41,19% di Xanthy dan 4,65% di regional unit Evros.

Penduduk yang tak Homogen

Pertukaran penduduk yang dilakukan diantara kedua negara itu tidak menghadirkan komposisi penduduk yang tidak homogeny dalam etnis. Baik Muslim yang dipindahkan ke wilayah Turki dari Yunani, begitupun sebaliknya, penduduk Kristen yang dipindahkan dari wilayah Turki ke wilayah Yunani.

Umat Kristen yang dipindahkan ke Yunani dari Turki terdiri dari beragam etnis tidak saja dari ernis Yunani termasuk yang mereka yang berbicara dalam bahasa Georgia, Arab bahkan berbahasa Turki. Begitupun muslim yang dipindahkan ke Turki dari wilayah Yunani tidak semuanya meruapakan orang Turki, diantara mereka ada etnis Albania, Bulgaria, Vlach, termasuk juga orang Yunani dari etnis Vallahades dari daerah western Greek Macedonia.

Hal tersebut terjadi dalam kaitannya dengan system Millet yang dipakai di masa kekuasaan Usmaniyah Turki, dimana kesetiaan kepada agama dan negara sulit untuk dibedakan karena agama yang menjadi hukum negara, dan dalam hal ini Turki dan Yunani merupakan Bapak dari berbagai suku bangsa yang ada di wilayah ini dalam pertaliannya dengan agama.

Di tahun 1922, minoritas muslim yang tinggal di Western Thrace, bagian utara Yunani, ada sekitar 86,000 jiwa. Terdiri dari empat kelompok etnis yakni, Turki (biasa disebut dengan Western Thrace Turks), Pomaks (Muslim Slavia yang berbahasa Bulgaria), Muslim Roma, dan Muslim Yunani. Masing masing kelompok ini memiliki budaya dan bahasa mereka sendiri. 

B
Salah satu potret desa muslim di wilayah Xanthi, Western Thrace, Yunani.

Bila merujuk kepada perjanjian Lausanne pasal 45, muslim di western Thrace ini secara resmi disebut dengan “kelompok minoritas muslim” namun kemudian secara tidak resmi disebut dengan “minoritas muslim” saja sebagai satu kesatuan. Merujuk kepada pemerintah Yunani, Muslim yang berbicara bahasa Turki di wilayah ini mencapai 50% disusul kemudian oleh Muslim berbahasa Pomaks 35% dan Muslim Roma 15%.

Pemerintah Yunani enggan menyebut 50% tersebut dengan sebutan “Muslim Turki” namun menyebutnya dengan “Muslim berbahasa Turki” dengan anggapan bahwa tidak semua kelompok muslim ini adalah orang Turki namun juga terdapat ernis lain termasuk ernis Yunani yang kemudian memeluk Islam dan menggunakan tradisi dan bahasa Turki.

Muslim Yunani Saat ini

Minoritas muslim di Yunani mendapatkan hak yang sama dengan mayoritas penduduk Yunani lainnya, termasuk hak terhadap pelindungan dari tindakan diskriminasi dan kebebasan menjalankan agama yang diatur dalam pasal 5 dan pasal 13 konstitusi Yunani. Di Wilayah Thrace sendiri kini ada tiga kemuftian, sekitar 270 orang imam dan sekitar 300 masjid.

Di bidang politik, muslim minoritas di Yunani terwakili di parlement, saat ini diwakili oleh anggota PASOK Çetin Mandacı dan Ahmet Hacıosman. Dalam pilkada tahun 2002 yang lalu terpilih sekitar 250 orang muslim duduk di bangku konsul di tingkat kota dan prefectural, bahkan wakil prefect (semacam wakil gubernur) di Unit Regional Rhadopi adalah seorang muslim. Organisasi activist hak azazi terbesar di antara minoritas muslim Turki di Yunani adalah "Turkish Minority Movement for Human and Minority Rights"

Pendidikan

Di wilayah Thrace terdapat 235 sekolah dasar bagi kelompok minoritas, yang menggunakan bahasa pengantar Yunani dan bahasa Turki. Disana juga terdapat dua SMP masing masing di Xanthi dan di Komotini, tempat dimana penduduk minoritas ini terkonsentrasi. Untuk daerah daerah terpencil di pegunungan daerah Xanthi dimana sebagian besar etnis Pomak tinggal, pemerintah Yunani menyediakan sekolah menengah pertama dengan bahasa Yunani, namun pendidikan agama disampaikan dalam bahasa Turki dan pelajaran AlQur’an disampaikan dengan bahasa Arab.

Bangunan Masjid Hasan Pasha atau dikenal dengan nama Masjid Chania di pulau Crete, Yunani. bangunannya masih terawatt karena memang di konservasi oleh pemerintah Yunani namun sudah tidak difungsikan sebagai masjid melainkan sebagai sebuah galeri seni.

Bahasa Pomak yang secara esensial dianggap sebagai dialek Bulgaria, tidak digunakan dalam system pendidikan di Yunani. Pemerintah  membiayai ongkos transport dari dan ke sekolah bagi murid sekolah yang tinggal di daerah terpencil dan pada tahun akademik 1997-1998 pemerintah setempat telah mengucurkan dana sekitar  USD 195,000 untuk biaya transportasi dimaksud.

Ada dua sekolah tinggi agama Islam di Yunani, masing masing di Komotini, dan di Echinos (kota kecil di Xanthi regional unit, yang meyoritas dihuni oleh muslim Pomak), dibawah undang undang nomor 2621/1998, kualifikasi dua sekolah tinggi ini diakui dan disejajarkan dengan pendidikan tinggi keagamaan (seminari) yang dikelola oleh pihak gereja Orthodox Yunani. Dan 0,5% bangku perguruan tinggi Yunani disediakan bagi penduduk minoritas. Semua institusi pendidikan dimaksud didirikan oleh Pemerintah.

Keluhan

Keluhan utama dari kelompok minoritas muslim Yunani terkait dengan penunjukan Mufti (pemimpin agama Islam), Pemerintah Yunan mulai menunjuk mufti bukan dengan melaksanakan pemilihan setelah wafatnya mufti sebelumnya di Komontini di tahun 1985 (hal ini melanggar Undang undang nomor 2345/1920 tentang keberlangsungan hidup kebudayaan), walaupun sesungguhnya hal yang dilakukan oleh pemerintah Yunani tersebut umum terjadi di Turki sekalipun, hal tersebut dilakukan mengingat Mufti juga memiiki fungsi Judisial dalam masalah rumah tangga dan hukum warisan, negara harus menetapkannya.

Namun demikian, pengamat hak azazi manusia menganggap hal tersebut melanggar isi perjanjian Lausanne yang memberi hak kepada minoritas muslim untuk mengornaisir dan melaksanakan urusan keagamaan tanpa campur tangan pemerintah. Meskipun tidak jelas benar apakah yang dimaksud termasuk dalam hal hukum warisan masuk dalam katagori urusan keagamaan.

Dalam pelaksanaannya ada dua mufti untuk masing masing wilayah, satu orang mufti ditunjuk oleh melalui keputusan presiden dan satu orang mufti dipilih oleh ummat Islam. Mufti terpilih untuk wilayah Xanthi adalah Mr, Aga, lalu pemerintah menunjuk Mr Sinikoğlu sebagai Mufti dari pihak pemerintah. Mufti terpilih untuk daerah Komotini adalah Mr Şerif dan pemerintah menunjuk Mr Cemali dari pihak pemerintah

Yeni Camii di Thesaloniki sempat menuai kontroversi manakala walikota setempat mengizinkan digunakannya kembali bangunan ini sebagai masjid meskipun hanya satu hari saja dalam setahun. Bangunan masjid ini kini difungsikan sebagai museum dan galeri seni.

Merujuk kepada pemerintah Yunani, pemilihan yang memenangkan Mr Aga dan Mr Şerif terdapat kecuangan dan teramat sedikit warga muslim yang ikut serta dalam pemilihan tersebut.  Upaya tersebut dianggap sebagai tindak pidana sebagaimana di atur dalam hukum pidana Yunani dan kedua mufti tersebut kemudian dituntut dan dijatuhi hukuman penjara dan denda. Namun manakala masalah tersebut sampai ke Pengadilan HAM Eropa, pemerintah Yunani justru di vonsi bersalah melanggar hak kebebesan beragama terhadap Mr Aga dan Mr Şerif.

Issue kontoversial lainnya dalah terkait dengan pasal 19 Undand undang kewarganegaraan Yunani yang membolehkan pemerintah mencabut kewarganegaraan bagi yang bukan etnis Yunani dan keluar negeri. Merujuk kepada data statistik, terdapat  46,638 Muslim (kebanykan dari mereka adalah muslim Turki) dari Thrace dan Pulau Dodecanese kehilangan kewarganegaraan mereka dari tahun 1955 hingga 1998 sampai kemudian aturan tersebut dihapuskan di tahun 1998. 

Kasus terahir adalah pelarangan pemerintah Yunani bagi penggunaan istilah “Turk” dan “Turkish” untuk menyebut minoritas muslim secara keseluruhan. Dampaknya adalah sejumlah organisasi termasuk organisasi "Turkish Union of Xanthi", dilarang oleh pemerintah karena menggunakan nama “Turkish” di organisasi mereka. Di tahun 2008 Pengadilan HAM uni Eropa memutuskan bahwa pemerintah Yunani telah melanggar kebebasan berserikat dan meminta untuk mencabut pelarangan terhadap organisasi tersebut, namun pemerintah Yunani enggan mematuhi keputusan tersebut.

Di terjemahkan bebas dari

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga

Islam di Lithuania
Islam Di Estonia
Islam di Kostarika
Islam di Azerbaijan
Islam di Belarusia 


Sabtu, 13 Januari 2018

Islam di Republik Ceko

Peta Republik Ceko. Pecahan dari negara yang dulu dikenal dengan nama Cekoslovakia, masing masing kini membentuk negara sendiri, Republik Ceko dan Republik Slovakia.

Sejarah Islam di Republik Ceko sudah dimulai sejak negara itu masih bergabung bersama Republik Slovakia sebagai Negara Republik Cekoslovakia. Pada tahun 1934 muslim disana sudah membentuk organisasi islam pertama dan berupaya mendapatkan pengakuan dari pemerintah namun tak pernah terealisasi karena masalah masalah administrasi dan legal yang tak kunjung usai.

Pemimpin awal komunitas muslim disana adalah Muhammad Abdullah Brikcius yang merupakan mualaf asli Ceko, wartawan dan traveler independen. Semasa perang dunia kedua beliau berpandangan bahwa Nazi Jerman akan membebaskan Muslim disana dari belenggu kolonial, khususnya dari jajahan Inggris. Itu sebabnya kemudian beliau secara bekala menerbitkan artikel di berbagai surat kabar muslim maupun non muslim di Ceko.

Beliau juga menjalin hubungan erat dengan muslim arab yang satu visi dengannya, termasuk mufti Jerussalem Amin Al-Husayni. Namun justru sikap itu yang kemudian menuai masalah dikemudian hari saat kekuasaan Nazi Jerman jatuh dan tentu saja merusak reputasi Abdullah Brikcius. Selama komunis berkuasa di Cekoslovakia selama kurun waktu 1948 hingga 1989, muslim di negara itu lebih banyak diam dan menahan diri.

Muslim ceko mengalami masa masa kelam selama rezim komunis berkuasa, aktivitas peribadatan terganggu terutama peribadatan komunal meskipun hal itu juga berlaku bagi semua aktivitas keber-agama-an di negara itu. Namun demikian tekanan oleh Komunis terhadap muslim disana tak terlalu berlebihan. Banyak pihak melihat perlakuan tak biasa oleh partai komunis terhadap muslim disana dilatarbelakangi dua faktor : [pertama] para pejabat partai komunis Cekoslovakia beranggapan bahwa muslim disana lebih sebagai suatu fenomena yang eksotis dan tidak akan mengancam kekuasaan komunis, sebagaimana di jabarkan oleh Muhamed Ali Shilhavy dalam sebuah jurnal wawancara tahun 1990-an.

Masjid Praha yang menjadi pusat dakwah dan organisasi Islam di Republik Ceko.

[faktor kedua] komunis Cekoslovakia tetap menjaga hubungan baik dengan apa yang mereka sebut sebagai rezim arab progresif secara khusus bagi Yaman Selatan, Libya, Suriah dan Aljazair, dan tentu saja mereka juga tidak mau melakukan tindakan yang akan mengundang masalah internasional sebagai akibat tindakan intimidasi terhadap muslim setempat, sebagimana di konfirmasi oleh Muhamed Ali Silhavy dalam sebuah wawancara dengan Dingir Journal. Hal ini kemudian disusul dengan fakta fakta berikutnya bahwa begitu banyak mahasiswa mahasiswa arab yang memperoleh beasiswa untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di Cekoslovakia dan konon beberapa dari mereka bahkan kemudian menikah dengan wanita Ceko ataupun Slovakia, membentuk rumah tangga disana.

Hal tersebut yang kemudian menjadi salah satu pembentuk awal komunitas muslim di Republik Ceko maupun Slovakia. Struktur internal komunitas ini merefleksikan perkembangan sosial dunia arab dan Islam, pada periode tahun 1960-an kebanyakan mahasiswa arab yang datang belajar kesan dari golongan sekuler. Perkembangan cepat islam baru terjadi di tahun 1970-an, mahasiswa yang datang kesana lebih islami dan kebanyakan dari mereka merupakan mahasiswa dari bidang studi teknologi dan kesehatan bukan dari bidang sosial kemasyarakatan. Dan dampak yang sudah pasti adalah bedirinya berbagai masjid di hampir semua universitas di kota kota bekas Republik Cekoslovakia itu.

Data Statistik

Meski tak ada data pasti terkait berapa banyak muslim di Republik Ceko, Muhamed Ali Shilhavy (dalam wawancara dengan BBC perwakilan Ceko 20 September 2001) menyebutkan bahwa muslim di Ceko ada sekitar 20 ribu jiwa dan 400 diantaranya adalah pribumi Ceko. Perkembangan jumlah mualaf di negeri itu terus meningkat dan sekitar 80% dari mualaf adalah wanita, yang secara tidak saja menjadikan Islam sebagai agama tapi juga menyerap semua budayanya.

Masjid Praha yang menjadi pusat dakwah dan organisasi Islam di Republik Ceko.
Sebagian besar muslim non pribumi di Ceko adalah muslim Arab yang terdiri dari muslim Afgan, kawasan Sub Sahara Afrika, Pakistan, termasuk juga para pengungsi dari Bosnia Herzegovina dan mereka yang yang berasal dari kawasan Asia Tengah dan Republik Republik di Kaukasus bekas Uni Soviet. Turki, Parsi dan Kurdi meskipun ada tapi jumlah mereka sangat sedikit.

Muslimah di Pemerintahan Ceko

Salah satu Muslim terkenal di sana bernama Karimah. Ia terkenal karena satu-satunya Muslim yang memiliki jabatan tinggi di Pemerintahan Republik Ceko. Muslimah ini tercatat sebagai pejabat tinggi di Kementerian Kehakiman Republik Ceko. Mungkin, Karimah juga adalah alasan yang kuat dan tepat untuk menyimpulkan bahwa Islam dan Muslim di sana akan merasakan keamanan secara hukum. 

Organisasi Organisasi Islam di Republik Ceko

Ústředí muslimských obcí (Kantor Pusat Asosiasi Muslim) merupakan oragnisasi resmi komunitas muslim Ceko yang didaftarkan pada tanggal 17 September 2004. Dengan berdirinya organisasi ini menandai disyahkannya Islam sebagai salah satu agama resmi di Republik Ceko. dan dengan sendirinya memberikan hak kepada organisasi tersebut untuk membentuk atau pun merangkul organisasi organisasi dibawahnya di seluruh wilayah Ceko.

Dalam batasan tertentu kantor pusat juga diperkenankan melakukan aktivitas di penjara penjara yang di dalamnya terdapat napi muslim. Namun demikian komunita muslim disana belum memiliki pengakuan dari pemerintah atas aktivitas berdasarkan hukum syariah termasuk pengajaran agama Islam di sekolah sekolah dan pernikahan.

Masjid Brno, Masjid kedua di Republik Ceko.

Kantor Pusat Asosiasi Muslim ini merupakan organisasi payung bagi organisasi organisasi Islam di Republik Ceko, organisasi organisasi yang bernaung dibawahnya termasuk adalah :
1). Islámská nadace v Praze (Islamic Foundation in Prague – Yayasan Islam Praha)
2). Islámská nadace v Brně (Islamic Foundation in Brno – Yayasan Islam Brno)
3). Všeobecný svaz muslimských studentů  (General Union of Muslim Students, atau the Muslim Student Union – Serikat Mahasiswa Muslim)

Presiden dari Kantor Pusat Asosiasi Muslim ini dijabat oleh Mohamed Ali Šilhavý (lahir di desa Trebic pada 17 November 1917), seorang mualaf pribumi Ceko yang sudah berislam sejak beliau berumur 20 tahun sebagaimana disebut sebut di awal tulisan ini. mengingat usia beliau yang sudah lebih dari 90 tahun, dalam pelaksanaannya beliau dibantu oleh dua orang wakil presiden organisasi, salah satunya adalahvVladimír Sáňka, juga seorang mualaf pribumi Ceko yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Islam Kota Praha.

Pejabat wakil presiden lainnya adalah muslim arab dari Irak bernama Munib Hasan al-Rawi atau kadang kadang disebut oleh media dengan nama Muneeb Hassan, yang juga menjabat sebagai ketua Yayasan Islam Brno ::: Yayasan Islam Brno merupakan pendiri dan pengelola masjid Brno:::. Beliau juga merupakan salah satu contoh dari muslim arab yang awalnya datang ke Ceko sebagai mahasiswa namun setelah wisuda memutuskan untuk tinggal dan menjadi bagian dari komunitas muslim Republik Ceko.

Selain dari organisasi organisasi resmi tersebut, di Ceko masih ada dua organisasi lainnya yang juga menjalankan aktivitas ke-Islaman disana, yakni : [pertama] Svaz islámských kulturních center v Praze (Union of Islamic Cultural Centres in Prague – Serikat Pusat kebudayaan Budaya Islam Praha) –  yang beranggotakan hanya untuk muslim Turki dan memiliki keterkaitan dengan lembaga lembaga Islamic Center dunia yang didanai oleh Turki.

[kedua] Muslimská unie (Muslim Union – Serikat Muslim) – secara resmi dibentuk tanggal 20 Januari 2001. Beranggotakan muslim muslim mualaf pribumi Ceko dibawah pimpinan Muhammad Abbas al-Mu'tasim kadang kadan beliau juga dipanggil dengan nama Mohamed Abbás. Sama seperti Munib Hasan al-Rawi, Mohamed Abbás sendiri merupapakan muslim Arab dari Sudan yang awalnya merupakan mahasiwa di salah satu Universitas di Ceko namun kemudian memilih menetap dan menjadi warganegara Ceko setelah wisuda. Beliau juga kebetulan adalah anak dari diplomat sudan di Ceko. organisasi yang dipimpinnya aktif di bidang publikasi dan internet.

Masjid Brno dari samping.

Masjid Di Republik Ceko

Ada dua masjid yang sudah berdiri di Republik Ceko. Masjid pertama berdiri disana ada di Kota Brno biasa disebut Islamic Center Brno – Brno Mosque. Dibangun pada tahun 1998. Masjid ini dibangun dan dikelola oleh Yayasan Islam di Brno. Sedangkan masjid kedua dibangun di kota Praha (ibukota Republik Ceko) pada tahun 1999 dibangun setahun setelah masjid Brno oleh Yayasan Islam di Praha.

Daftar Organisasi Organisasi Islam di Republik Ceko

Ústředí muslimských obcí - Centre of muslim communities
Merupakan organisasi Islam tertua di Republik Ceko dan memiliki cabang di kota kota Praha, Brno dan Teplice
 
Islamic institution of Prague- Prague mosque (Masjid Praha)
Alamat : Blatská 1491, 198 00 Praha 9
telepon.: 281 918 876
fax: 281 917 414

Islamic institution of Brno (Masjid Brno)
Vídeňská 38a, 639 00 Brno
Situs resmi : www.brno.muslim.cz

Muslim Student Union -  Teplice
Memberikan bantuan kepada mahasiswa muslim, mempromosikan pemahaman islam dengan benar diantara sesama muslim dan memperkuat hubungan antara Republik Ceko dan Negara Negara Islam
Situs resmi : http://svazmuslim.cz

Muslim Union (Muslimská unie)
Mempromosikan rencana dan informasi yang objektif tentang Islam dan mendukung aktivitas pendidikan budaya.
Alamat : Chmelová 2893, 106 00  Prague 10 Czech Republic
telepon : 00420-777 636 544

PROislám, o.s.
Memberikan Iformasi tentang Islam dalam berbagai latar belakang etsnis dan budaya
Alamat : Praha 9, Tlustého
Situs resmi : www.proislam.pise.cz

Islamic Center, Masjid dan Tempat Sholat

Berikut ini adalah daftar Masjid dan Tempat Sholat lainnyadi berbagai kota di Republik Ceko, beberapa tempat sholat yang tersedia tidak berbentuk masjid tapi berupa ruang kantor atau gedung yang disewa sebagai tempat sholat muslim setempat baik sholat lima waktu maupun sholat Jum’at.

KOTA PRAHA
  
Masjid Praha (Islamic Institution of Prague- Prague mosque)
Alamat : Blatská 1491, 198 00 Praha 9
Telepon : 281 918 876
Fax: 281 917 414
Situs resmi : www.praha.muslim.cz

Ruang sholat di pusat informasi Yayasan Islam Praha di pusat kota Praha dan dikelola oleh Masjid Praha.
Alamat : Politických vězňů 14 (Passage of Jiří Grossmann, 1. floor)
110 00 Praha 1

"Turkish prayer room"
Alamat : Pivovarnická 8, Praha 3

Prayer room - Student house Hvězda
Alamat : Zvoníčkova 6, 162 00 Praha 6

Prayer room - Student house Trója
Alamat : Pátkova 3, 182 00 Praha 8

Prayer room - Masarykova kolej (Student house)
Alamat : Thákurova 1, 160 00 Praha 6.

KOTA BRNO
  
Masjid Brno (Islamic Institution of Brno - Brno mosque)
Alamat : Vídeňská 38a, 639 00 Brno
situs resmi :
www.brno.muslim.cz dan http://mesita.cz/

Ahlulbayt centre
Alamat : Blaněnská 1338, 664 34 Kuřim, Brno
Contact : Abdulrahman Adday
Phone  :00420603220055     
E mail : 
adday@agroad.cz
  
Prayer room - Language school Alfirdaus
Alamat : Masarykova 30, Brno - střed 602 00
Tel.: 722 965 327

KOTA HRADEC KRÁLOVÉ

Prayer Room Hradec Králové
Ruangan yang disewa sebagai tempat sholat dan kegiatan lainnya
Alamta : Jana Masaryka 605/30, 500 12 Hradec Králové
situs resmi :
www.hkmuslims.com
  
KOTA LIBEREC

Prayer room - student house Harcov
Liberec

KOTA LÁZNĚ (SPA) DARKOV

Prayer room - LÁZNĚ DARKOV
Alamat : 735 03 Lázně Darkov
Ruang sholat di dalam SPA dan hanya untuk tamu SPA

Neředín Block C
Alamat : Olomouc, Czech Republic

KOTA PLZEŇ

Prayer room - student house Bolevecká
Alamat : Bolevecká 34, blok L3, 6. floor, 301 66 Plzeň
Telepon : +420 776 758 945 (Ahmed)
email: 
dr.margoosh@yahoo.com

KOTA TEPLICE

Islamic Centre of Teplice (Cabang dari Masjid Praha)
Alamat : Kollárova 2807/8, 3. floor, Teplice.
Tel.: 776 319 533 , 776 003 329

Friday prayers in Arabic and Czech, classes and lectures
Alamat : Lázeňská 21, 417 01 Dubí
Ruang sholat di dalam SPA dan hanya untuk tamu SPA

KOTA KARLOVY VARY

Prayer room - v hotelu Thermal
Alamat : I. P. Pavlova 11, 360 01 Karlovy Vary

KOTA KOLOVÁ 

Mosque Al Medina
Alamat : Village Kolová near Karlovy Vary


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga