Sabtu, 24 Februari 2018

Masjid Camlica Istanbul

Masjid Camlica di puncak Bukit Camlica di kota Istanbul, Turki.

Masjid Camlica adalah Masjid terbesar di Istanbul, Turki dan seluruh kawasan Asia Minor. Disebut dengan nama Masjid Camlica karena memang berada di puncak tertinggi bukit Camlica (Camlica Hill) di kota Istanbul. Diresmikan pada tanggal 1 Juli 2016 oleh presiden Erdogan, masjid ini menjadi landmark baru bagi kota Istanbul.

Camlica Hill atau Bukit Camlica berada diperbatasan dengan distrik Üsküdar, di sisi wilayah Anatolia kota Istanbul, dekat dengan jembatan suspensi pertama Istanbul. Bukit Camlica terlihat dari selat Bosphorus dan Laut Marmara, salah satu tempat pavorit di kota Istanbul dan juga merupakan salah satu puncak tertinggi di yang paling menawan diseluruh kota Istanbul.



Bukit Camlica terbadi dua bagian yakni "Büyük Çamlica" dan "Kücük Çamlica", yang berarti “Bukit Besar dan Bukit Kecil. Buyuk Camlica setinggi 267 meter dari permukaaan laut sedangkan Kucuk Camlica setinggi 228 meter dari permukaan laut.

Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara harfiah “Camlica” berarti Bukit Cemara (Cam dalam bahasa Turki berarti Cemara). Sejarawan Turki Ismail Hakki Konyali menyebutkan bahwa para pemukim pertama di kawasan itu menanami bukit ini dengan pohon pohon cemara begitu rapat, saking rapatnya pepohonan tersebut, sampai sampai sinar matahari terhalang oleh dedauanan pohon pohon cemara. Selain itu di bukit ini juga tumbuh beraneka macam bunga bunga beraneka warna yang begitu menawan.

Dimasa lalu para Sultan Usmaniyah menaruh perhatian tersendiri kepada bukit Camlica seperti contoh, Sultan Murat IV memerintahkan pembangunan rumah peristirahatan musim panas nya di bukit ini, kemudian Sultan Mehmet IV yang digelari sebagai “sang pemburu” karena kegemarannya berburu, pun, membangun loji perburuannya di bukit ini dan juga memperbaiki tempat pemandian air panas alami di Buyuk Camlica. Dimasa kekuasaan Sultan Selim III bukit Camlica menjadi tempat rekreasi bersama dengan selat Bosphorus dan Kagithane.

Sebelum dibangun masjid Camlica, bukit Camlica tempat masjid ini berada sudah terlebih dahulu memiliki sebuah menara kota yang menjulang, namun kini menara tersebut tampak begitu mungil dibandingkan dengan masjid ini (menara tampak di bagian belakang masjid).

Menariknya lagi, pada masanya, Kaisar Jerman Wilhelm II juga begitu terkesan dengan Bukit ini, sampai sampai beliau menyampaikan keinginannya kepada Sultan Sultan Abdulhamit Han untuk membangun sebuah monumen di bukit tersebut, namun hal itu ditolak dengan halus oleh Sultan mengingat di sana sudah ada makam dari Ivaz Fakih yang sangat dihormati oleh rakyat Turki. Sebagai ganti nya Keiser Wilhelm II kemudian memerintahkan membangun air mancur di pelataran Sultan Ahmet Square sebagai hadiah untuk Sultan.

Gagasan Presiden Erdogan

Berbeda dengan para pendahulunya, Presiden Turki Erdogan membangun masjid dengan ukuran yang tak biasa besarnya di puncak bukit Camlica ini. Sebuah bangunan masjid yang tidak saja menjadi masjid terbesar di kota Istanbul tapi juga masjid terbesar di Turki dan seluruh wilayah Asia kecil.

Bangunan masjid Camlica dibangun dengan gaya arsitektur klasik Turki Usmani dengan ciri utama berupa bangunan tinggi besar, kubah kubah besar di atap masjid dan menara yang menjulang. Dibangun untuk menampung Jemaah sebanyak 37.500 orang sekaligus, dengan ketinggian kubahnya mencapai 72 meter dan tinggi masing masing menaranya mencapai 107.1 meter, masjid Camlica terlihat nyaris dari seluruh bagian kota Istanbul.

Masjid Camlica dan gambar rekaan 3D pada tahapan rancangan. 

Masjid Çamlıca juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk museum, galeri seni, perpustakaan umum, ruang konfrensi serta area parkir underground. Lebih menariknya lagi masjid yang sebegini megah dirancang oleh dua arsitek perempuan yakni Bahar Mızrak dan Hayriye Gül Totu, dan proyek pembangunannya menghabiskan dana sebesar TL 150 juta Lira Turki atau setara dengan ($66.5 juta dolar).

Pembangunan masjid ini tidak saja sebagai tempat ibadah, namun juga bagian dari upaya pemerintah Turki untuk menunjukkan keagungan Negara itu kepada dunia terutama kekuatan ekonomi dibawah pimpinan presiden Erdogan.

Dalam sambutannya pada saat upacara peresmian masjid ini pada tanggal 1 Juli 2016, presiden Erdogan mengatakan “Keledai mati meninggalkan pelana nya, manusia mati meninggalkan karya nya, dan manusia akan dikenang karena hal itu”. Sementara para pengamat mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari diplomasi budaya yang dilakukan oleh pemerintah Erdogan dalam visi Turki untuk menguasai dunia.

Referensi


Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA