Halaman

Sabtu, 06 Oktober 2012

Mengenal Masjid Nasional Negara Anggota ASEAN (bagian 2)

Lima Masjid Negara Asean ::: (6). Myanmar : Masjid Sunni Bengali, Yangon. (7). Philippines : Masjid Al-Dahab, Manila. (8). Singapore : Masjid Sultan Singapura. (9). Thailand : Islamic Center of Thailand. (10). Viet Nam : Masjid Al-Noor, Hanoi – Vietnam .

Islam kini sedang menjadi issue hangat di kawasan negara negara anggota The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Persatuan Negara Negara Asia Tenggara, setidaknya di tiga Negara anggotanya masing masing issue pembantaian muslim Rohingya di Myanmar, Muslim Patani di Thailand selatan dan pertikaian pemerintah Manila dengan Muslim di Filipina selatan. Sebuah issue panas yang panas yang tak kunjung usai.

Namun demikian peradaban Islam terus berkembang, di Filipina selatan sendiri tepatnya di Cotabato baru selesai dibangun sebuah masjid mewah dan menjadi masjid terbesar di Filipina, Masjid Agung Cotabato atau lebih dikenal sebagai Masjid Sultan Hasanal Bolkiah karena memang dibangun oleh Raja Brunai tersebut sebagai hadiah bagi muslim Filipina. Di Thailand selatan sejak tahun 1963 lalu sudah memiliki Pattani Central Mosque di Pattani, masjid megah dan terbesar di Thailand. Namun di posting kali ini kita tidak akan membahas masjid masjid tersebut tapi masjid masjid di ibukota negara Asean, lima masjid di lima ibukota negara sudah kita ulas di posting sebelumnya dan berikut adalah lima masjid di ibukota negara Asean berikutnya.

Myanmar ::: Masjid Sunni Bengali, Yangon :::

(6). Myanmar : Masjid Sunni Bengali, Yangon. 

Myanmar atau Burma, Negara anggota Asean yang selalu saja mengundang kecaman Internasional karena masalah pelanggaran HAM dan demokrasi. Isu pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar telah ditampik dengan keras oleh presiden Myanmar dalam dialognya dengan Jusuf Kalla beberapa waktu lalu. Meski fakta di lapangan sama sekali tak bisa dipungkiri. Muslim pertama kali tiba di Myanmar  di daerah Arakan semasa berdirinya emperium Burma pertama (the first Burmese empire)  disekitar tahun 1055 AD saat raja Anawrahta berkuasa. Sedangkan masjid pertama di Negara ini berdiri tahun 1826 dipenghujung era peperangan Anglo-Burmese pertama. Namun masjid tersebut hancur dalam serbuan pasukan Inggris ke Myanmar tahun 1852.

Meski minoritas, namun cukup banyak masjid di kota Yangon (Ibukota Myanmar hingga 7 November 2005 sebelum dipindah ke Naypyidaw atau Pyinama). Walaupun memang tak ada masjid Nasional atau masjid Negara di Yangon. Diantara masjid masjid tersebut yang paling terkenal adalah Masjid Sunni Bengali. Masjid ini menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan yang berkunjung ke Yangon karena letaknya yang berada di pusat keramaian kota. Berada di jalan Sule Pagoda Road dan berseberangan dengan pagoda tersebut. Letaknya hanya 5 menit berjalan kaki dari kawasan perhotelan atau sekitar 10-15 menit dari Pasar Bogyoke Market (Scott Market). Utusan PBB, Ibrahim Gambari pernah sholat di masjid ini di tahun 2008 saat beliau ditugaskan untuk merundingkan pembebasan Daw Aung San Su Kyi dengan pemerintahan militer Myanmar.

Philippines ::: Masjid Al-Dahab, Manila :::

Philippines : Masjid Al-Dahab, Manila

Masjid Al-Dahab atau lebih dikenal dengan nama The Golden Mosque atau oleh orang melayu disebut Masjid Emas atau dalam bahasa Spanyol disebut Mezquita del Globo de Oro dan dalam bahasa Tagalog Filipina disebut Moskeng Ginto, merupakan masjid terbesar di Manila, Ibukota Negara Philippina. Disebut dengan golden mosque atau masjid emas karena kubahnya yang memang di cat dengan cat warna ke emasan yang berkilauan. Al-Dahab sendiri bila di Indonesiakan juga bermakna “Emas”. sedangkan nama resmi yang terpampang di atas gerbang masjid adalah "Manila Golden Mosque and Cultural Center".

Masjid besar ini dibangun demi menghormati Muammar Khaddafi yang ketika itu berencana akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Philippina untuk menjadi mediator antara pemerintah Philippina dengan Para Pejuang dari Front Pembebesan Moro (MLF) yang bertikai di Philipina Selatan, tahun 1978. Masjid telah selesai dibangun tapi khaddafi batal datang ke Philippina, namun muslim Manila menangguk berkah dari Kharisma Khadaffi yang luar biasa itu hingga kini.

Singapore ::: Masjid Sultan Singapura :::

Singapore : Masjid Sultan Singapura

Masjid Sultan di Kampung GlamSingapura merupakan masjid kedua yang dibangun di Republik Singapura. Dibangun 4 tahun setelah berdirinya masjid Omar di kampung Malaka. Hingga kini, masjid bersejarah itu masih menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan asing yang datang ke Singapura. Sejarah masjid ini memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan Indonesia. Pertama kali berdiri masjid Sultan Singapura ber-arsitektur Indonesia dengan atap limas bersusun dua. Karena memang dibangun oleh masyarakat muslim Jawa.

Tahun 1920-an masjid berarsitektur Indonesia itu kemudian dibongkar dan dibangun kembali menjadi seperti sekarang. Setelah direnovasi dan ditetapkan sebagai objek pariwisata Singapura. Nama asli jalan-jalan berdekatan masjid seperti Kandahar street, Baghdad street, Arab street dan Bussorah Street masih diabadikan sebagai bagian sejaran Singapura.

Thailand ::: Islamic Center of Thailand :::

Thailand ::: Islamic Center of Thailand

Meskipun Thailand merupakan negeri Budha, namun kerajaan cukup mendukung kehidupan Islam para penduduknya. Tanggungjawab urusan mengenai agama Islam di Thailand diemban oleh seorang mufti yang mendapat gelar Syaikhul Islam (Chularajmontree). Mufti ini berada di bawah kementerian dalam negeri dan juga kementerian pendidikan dan bertanggungjawab kepada raja. Mufti berkantor di Islamic Center Thailand yang juga menjadi pusat ke-Islaman di negeri gajah putih tersebut.

Islamic Center Thailand yang terletak di daerah Ramkhamhaeng ini sekaligus merupakan masjid terbesar di Bangkok. Sebagai kantor Mufti Thailand, masjid ini membawahi dewan propinsi yang beranggotakan 26 orang dari tiap propinsi. Dan dewan tersebut membawahi sekitar 3494 masjid yang ada di Thailand. Selain itu, di setiap Universitas biasanya terdapat Muslim Student Club. Dan biasanya kelompok tersebut mendapat tempat khusus yang juga dapat digunakan untuk melaksanakan shalat.

Viet Nam ::: Masjid Al-Noor, Hanoi – Vietnam :::

Viet Nam : Masjid Al-Noor, Hanoi 

Di kota Hanoi, Ibukota Vietnam bersatu paska perang antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan di era 1970-an, berdiri kokoh sebuah bangunan masjid tua bernama Masjid Al-Noor atau lebih dikenal dengan nama Masjid Hanoi (Hanoi Masjid atau Hanoi Mosque), beralamat di 12 Hang Luoc Street, Hoan Kiem, Hanoi, Hanoi , VIET NAM.  Masjid yang berdiri di kawasan old French Quarter of Hanoi city, tak jauh dari Galaxy Hotel dan Dong Xuan market ini bila merujuk kepada Islamicfinder merupakan satu satunya masjid di kota Hanoi.  Sebagai masjid satu satunya, masjid Al-Noor menjadi sentral syiar Islam di kota Hanoi. Jemaah masjid ini campur baur dari berbagai kalangan termasuk muslim expatriates, pegawai kantor kedutaan dan perwakilan Negara sahabat.  

Masjid Al-Noor Hanoi di bangun oleh para pedagang dari anak benua India yang berasal dari Bombai, Karachi (Pakistan), dan Kalkuta di sekitar abad ke 19. Mereka tinggal di Vietnam Utara dan Vietnam selatan.  Disekitar tahun 1930-an jumlah mereka sudah mencapai ribuan di kawasan Indochina termasuk Vietnam. Mereka merupakan para pedagang kain dan jasa penukaran uang. Kelompok pedagang ini yang kemudian membangun pasar dan melakukan bisnis di kota Hanoi. Komunitas mereka sudah cukup besar dan berkecukupan untuk membangun masjid di sekitar tahun 1900-an. Kini masjid tua ini tetap ramai jemaah terutama jemaah dari kantor kantor kedutaan Malaysia, Libya, Egypt, Lebanon, Indonesia India, Algeria, Yemen, Iraq, Vietnam, Pakistan, Afghanistan and Bangladesh yang mencapai sekitar 200 jemaah berbaur dengan 60-an muslim asli setempat. 

:::: Kembali ke Bagian 1:::

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA