Minggu, 14 April 2019

Masjid Ljubljana, Slovenia

Berdiri megah dengan satu menara sederhana, Masjid Ljubljana menjadi masjid pertama dan satu satunya di era modern Slovenia.

Slovenia, salah satu Negara Republik di Eropa tengah yang merupakah salah satu Negara pecahan dari Republik Federasi Yugoslavia, yang kemudian mendirikan Negara merdeka di tahun 1991 seiring dengan runtuhnya Negara federasi yang didirikan oleh Josep Bros Tito tersebut. Slovenia berbatasan dengan Austria disebelah utara, Hongaria disebelah timur, Kroasia disebelah selatan dan Italia disebelah baratnya.

Republik Slovenia memisahkan diri dari Republik Federasi Yugoslavia dan menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 25 Juni 1991, diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 22 Mei 1992 dan diterima sebagai anggota Uni Eropa pada tanggal 1 Mei 2004[i]. Dibidang pertahanan, Slovenia bergabung dengan organisasi fakta pertahanan atlantik utara (NATO).

Islam adalah agama dengan penganut terbesar kedua di Slovenia dengan penganut mencapai hampir 50 ribu jiwa atau setara dengan 2,4%. Mayoritas penduduk Slovenia menganut agama Katholik, sebagian besar Muslim Slovenia berasal dari etnis Bosnia & Herzegovina, Kosovo dan etnis Slavia lainnya.

Gambar rancangan artis masjid Ljubljana.

Masjid di Slovenia berdiri setelah perjuangan 40 tahun.

Dalam sejarahnya, Slovenia pernah memiliki masjid permanen dan cukup megah di Log pod Mangartom, sebuah desa di barat laut Slovenia. Masjid tersebut dibangun oleh resimen infantri ke-4 Bosnia-Herzegovia semasa perang dunia pertama dan kemungkinan besar hancur tak bersisa semasa perang dunia tersebut, ataupun diruntuhkan segera setelah perang berahir.

Muslim Slovenia terutama yang tinggal di ibukota Negara tersebut ahirnya memiliki sebuah masjid di ibukota Negara setelah menanti selama 40 tahun sejak pertama kali petisi dikirimkan ke pemerintah untuk pembangunan tempat ibadah bagi muslim Slovenia di Ibukota Negara.

Empat dekade bukanlah waktu yang sebentar, namun penantian dengan penuh kesabaran itu ahirnya membuahkan hasil, masjid yang di impi impikan itu kini berdiri megah dalam arsitektur kontemporer modern tanpa kehilangan ciri utamanya sebagai masjid. Masjid di Ibukota Negara Slovenia itu berdiri di bekas lahan industri.

Islamska skupnost v republiki Sloveniji
Grablovičeva ulica 14, 1000 Ljubljana, Slovenia
islamska-skupnost.si



Setelah penantian yang begitu lama, wajar bila upacara peletakan batu pertama pembangunan masjid ini pun dihadiri ribuan muslim Slovenia. Upacara resmi tersebut turut dihadiri oleh anggota lembaga kepresidenan Bosnia & Herzegovina Bakir Izetbegovic, Presiden dari pemerintahan Slovenia Alenka Bratušek, Mantan Presiden Slovenia Danilo Turk, Walikota Ljubljana Zoran Jankovic, mufti komunitas muslim di Bosnia & Herzegovina Hussein Kavazovic dan mufti Ljubljana Nedzad Grabus.

Proyek pembangunan masjid dan Islamic center di Ljubljana ini tentu saja menjadi catatan sejarah baru bagi Slovenia dan hubungan antara kedua Negara Slovenia dan Bosnia & Hezegovina yang keduanya sama sama Negara pecahan Federasi Yugoslavia. Dan menjadi sejarah baru bagi toleransi beragama di Slovenia dimana komunitas muslim merupakan minoritas berbanding terbalik dengan tetangganya, Bosnia & Herzegovina.

Sejak tahun 1969

Upaya untuk membangun Islamic Cultural Center di Ljubljana berawal di tahun 1969[ii], saat itu pengajuan izin pembangunan masjid diajukan ke pemerintah Slovenia oleh Sulejman Kemurato, selaku ketua komunitas muslim di Ljubljana. Namun perkembangan selanjutnya muslim disana kesulitan untuk memenuhi semua perizinan pembangunan ditambah lagi dengan kesulitan mendapatkan lahan untuk pembangunannya.

Masjid dan juga pusat kebudayaan Islam Ljubljana, Slovenia.
Masalah administrasi, birokrasi hingga perundang undangan menjadi ganjalan bagi harapan muslim disana untuk memiliki masjid. Proposal pembangunan –nya tertahan di para pejabat lokal yang enggan meluluskan proposal tersebut, dan sebagian dari mereka melakukan upaya referendum untuk pemungutan suara atas rencana pembangunan masjid tersebut.

12,000 orang turut berpartisipasi menandatangani petisi tersebut. Namun petisi itu kemudian di anulir oleh Mahkamah Konstitusi Slovenia yang menyebut hal tersebut telah melanggar konstitusi di ranah kebebasan beragama di Slovenia.

Penolakan terhadap pembangunan masjid di Negara ini cukup keras, mengakibatkan muslim Slovenia harus melaksanakan sholat berjamaah di fasilitas fasilitas public termasuk gedung olahraga. Upaya referendum terahir untuk menolak pembangunan masjid ini dilakukan oleh Michael Jarc salah satu anggota dewan kota yang berupaya menggalang referendum kembali untuk menolak pembangunan masjid tersebut[iii]

Kabar baik berhembus manakala Zoran Jankovic dilantik menjadi walikota Ljubljana, beliau yang kemudian membantu komunitas muslim disana mendapatkan izin pembangunan sekaligus juga menawarkan lokasi pembangunan masjid tersebut di pusat kota dan di tahun 2008 komunitas muslim Slovenia setuju untuk membeli lahan yang ditawarkan bagi pembangunan masjid dimaksud.

Di Bulan November dilakukan upacara peletakan batu pertama pembangunan masjid Ljubljana dalam sebuah upacara yang mengharu biru. Dan keseluruhan pembangunan masjid tersebut selesai di tahun 2018 menghabiskan dana sekitar 12 juta euro setara dengan US$15.9 juta Dolar.

Masjid Ljubljana dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung termasuk perpustakaan, aula, ruang kelas hingga perumahan bagi Imam dan para pegawai pengurusnya.
Secara keseluruhan dana pembangunan masjid dan Islamic cultural center Slovenia ini bersumber dari para komunitas muslim dan pengusaha muslim Slovenia, masyarakat muslim Bosnia & Herzegovina menyumpang sebesar €5 jura Euro dan pemerintah Qatar mengucurkan bantuan sebesar €15 juta Euro[iv].

Arsitektur Masjid Ljubljana

Meski secara umum bentuk masjid Ljubljana ini nyaris sama sekali tidak mirip dengan bangunan masjid yang kita kenal pada umumnya. Bangunan utamanya berbentuk kubus seperti bangunan Ka’bah dengan konstruksi dan rancangan modern.

Satu satunya penanda yang terlihat dari luar apalagi dari kejauhan yang menandakan bahwa bangunan ini adalah masjid adalah sebatang menaranya setinggi 40 meter[v] yang memang dibangun sedikit lebih tinggi dari bangunan utamanya. Meski bentuk menaranya pun tidak seperti bangunan menara yang biasa kita kenal.

Di bagian interiornya baru menampilkan utuh sebagai sebuah masjid. Masjid Ljubljana dilengkapi dengan beberapa bangunan pendukung sesuai dengan fungsinya yang juga menjadi pusat kebudayaan Islam di Slovenia, termasuk di dalamnya gedung perpustakaan, ruang ruang kelas, aula, perkantoran, dan tempat tinggal bagi imam dan pengurus masjid***.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA