Friday, July 7, 2017

Masjid Madni Bradford Inggris dengan Menara Terindah di Eropa

Masjid Madni di Kota Bradfor, Inggris, terpilih sebagai masjid dengan menara terindah di Eropa pada tahun 2010 yang lalu.

Masjid Madni atau Madni Jamia Masjid atau Madni Mosque adalah salah satu masjid di kota Bradford, Inggris. Lokasi masjid ini berada di jantung komunitas muslim Bradford. Masjid Inggris satu ini dikenal dengan pendekatannya yang unik. Suasana masjid yang penuh kehangatan kepada para pengunjung, dan selalu ada salah satu jemaah atau pengurus yang siap membantu pengunjung ataupun tamu yang datang kesana.

Masjid Madni di kota Bradford ini memang memiliki catatan tersendiri dengan prestasi yang dicapainya di Inggris. Di tahun 2007, masjid Madni terpilih sebagai Model masjid terbaik untuk sistem kerja komunitas masjidnya, menyisihkan lebih dari 1000 masjid yang ada di Inggris Raya. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Islam Channel.

Madni Mosque (Islamic Cultural & Educational Association)
101 Thornbury Rd, Bradford BD3 8SA, Inggris Raya
situs resmi : www.icea.org.uk
Telp: +44 1274 667986



Menara Terindah di Eropa tahun 2010

Selain prestasi sebagai model terbaik untuk kerja komunitas muslimnya, Masjid Madni Bradford ini, di tahun 2010 terpilih sebagai masjid dengan menara terindah di Eropa, mengalahkan 50 masjid pesaing untuk memenangkan gelar "menara Eropa yang paling indah" yang digelar oleh parlemen Eropa.

Empat menara yang terdapat di beberapa masjid telah memenangkan hadiah, termasuk menara masjid di Stockholm, Roma, Oslo dan Granada di Spanyol, kata penyelenggara acara yang diorganisir oleh COJEP internasional, lembaga amal pemuda yang dibentuk oleh para imigran Turki di Perancis, yang juga merupakan mitra OSCE dan Dewan Eropa.

Para juri kompetisi tersebut terdiri dari sebuah "multi konfesional, multi etnis, bahkan jurinya termasuk seorang rabbi Yahudi, seorang teolog Protestan Swiss dan seorang pendeta Anglikan, mereka mengamati ke 53 menara masjid di 13 negara sebelum melakukan pilihan menara masjid mana yang terbaik.

Salah satu dari empat menara Masjid Madni Bradford

Hanya masjid yang berusia di bawah usia 50 tahun yang memenuhi syarat untuk mengikuti kontes tersebut, dan bukan masjid bersejarah, itu sebabnya panitia tidak mengikutsertakan masjid masjid bersejarah di Andalusía, Bosnia atau Paris karena kompetisi tersebut memang berkaitan dengan imigrasi umat Islam ke Eropa dalam kurun kurang dari 50 tahun terahir.

Juri membuat keputusan mereka tidak semata mata atas dasar pertimbangan estetika tetapi juga bagaimana cara menara masjid itu berfungsi yang dibangun di dalam lingkungan perkotaan. dan yang paling menarik adalah bahwa Ide dari kompetisi ini adalah untuk menunjukkan bahwa menara masjid tidak boleh menjadi alasan untuk dicurigai dan ditakuti, sebagaimana disampaikan oleh panitia perhelatan tersebut..

Tentang Masjid Madni

Masjid Madni dibangun tahun 2008 oleh dan untuk komunitas muslim disana yang cukup besar. Bangunannya terdiri dari tiga lantai, pintu utamanya ditempatkan di lantai dasar dan dilengkapi dengan área resepsionis. Ruang sholat utama berada di lantai dasar masjid yang menjadi tempat penyelenggaraan sholat berjamaah setiap hari.

Kubah dan menara Masjid Madni Bradford.

Selain ruang sholat, masjid Madni juga dilengkapi dengan ruan kelas yang digunakan untuk ruang belajar mengajar (madrasah) termasuk kelas untuk dewasa, terdapat juga perpustakaan di lantai dasar ini yang juga diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Lantai bawah masjid digunakan untuk aktivitas bagi remaja dan anak anak serta aktivitas lainnya yang membutuhkan ruangan yang cukup besar. ruangan ini juga digunakan untuk aktivitas belajar memanah. di lantai dua ini juga terdapat ruang sholat, ruang kelas dan ruangan khusus untuk penyelenggaraan jenazah.

Sementara lantai atas masjid ini digunakan untuk menampung jemaah sholat jum’at yang tak tertampung di ruang sholat utama di lantai dasar masjid, termasuk untuk penyelenggaraan berbagai acara acara peringatan hari hari besar Islam.***

No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA