Saturday, July 1, 2017

Masjid Budapest, Hungaria

Tidak mirip majid ?. Betul, memang sama sekali tidak mirip dengan bangunan masjid yang biasa kita kenal karena memang Masjid Budapest ini sebelumnya adalah bangunan komersial yang kemudian dibeli oleh Organisasi Muslim Hongaria (MME) dan diubah suai sebagai masjid.

Hongaria adalah sebuah negara berbentuk republik yang berada di benua Eropa bagian tengah. Secara geografis negara ini berada di dalam cekungan Carpathia dan berbatasan dengan Austria di sebelah barat, Slowakia di sebelah utara, Ukraina di sebelah timur, Rumania di sebelah tenggara, Kroasia dan Serbia di sebelah selatan, Slovenia di sebelah barat daya, dan Austria di barat. Dalam bahasa setempat, negara ini dikenal sebagai Magyarország yang berarti daerah Magyar.

Islam memilik sejarah teramat panjang di Hongaria, seluruh wilayah negara ini pernah menjadi bagian dari wilayah Kekhalifahan Islam Usmaniyah selama lebih dari 150 tahun. namun demikian setelah semua itu berlalu, kini Islam kembali asing di negeri itu. Kini diperkirakan ada sekitar 26 ribu jiwa muslim yang ada di Hongaria, sebagian besar berasal dari jazirah arab dan Turki. Namun demikian pertumbuhan Islam diantara pribumi cukup meningkat dari waktu ke waktu.

Kota Budapest selaku ibukota negara Hongaria, terdapat beberapa organisasi Islam, salah satunya adalah Organisasi Muslim Hongaria atau dalam Bahasa setempat disebut Magyarországi Muszlimok Egyháza (MME) yang merupakan organisasi Islam terbesar di Hongaria. MME memiliki dan mengelola beberapa masjid di Hongaria, yang terbesar dalah Masjid Budapest sekaligus menjadi kantor pusat MME.

Magyarországi Muszlimok Egyháza - Budapest Mecset
H-1119 Budapest, Fehérvári út 41.
Phone: +36-1-208-4040
Mobil: +36-20-204-5852
Fax: +36-1-208-1552






Masjid Budapest mudah di akses dengan menggunakan kendaraan umum. Bangunan masjid berlantai tiga dengan area parkir. Masjid Budapest dikelolah oleh Organisasi Muslim Hongaria. Masjid ini pertama kali dibuka untuk umum pada bulan Romadhon tahun 2011, sekitar 500 jemaah memadati masjid ini disetiap hari Jum’at.

Khutbah Jum’at di masjid ini disampaikan dalam Bahasa Arab dengan terjemahan Bahasa Hongaria termasuk juga dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakan di masjid ini namun demikian pada pengajian ataupun kelas ahir pecan menggunakan Bahasa Hongaria termasuk untuk kelas hari Sabtu.

Organisasi Muslim Hongaria membuka kelas ahir pekan bagi anak anam muslim disana yang bertempat di Masjid Budapest ini. Kelas hari sabtu tersebut telah dimulai sejak tahun 2011 ketika masjid mulai dibuka. Nur School nama sekolah tersebut dengan peserta didik sekitar 200 anak anak muslim mulai dari usia 7 hingga 16 tahun. di sekolah ahir pekan ini anak anak mendapatkan pelajaran Bahasa Arab, Baca Al-Qur’an, kajian fiqih dasar termasuk di dalamnya  tentang tata cara sholat dengan baik dan benar.

Suasana di dalam Masjid Budapest.

Aktivitas Masjid Budapest

Disamping mengelola Masjid Budapest dan sekolah bagi anak anak, Organisasi Islam Hongaria ini juga menyelenggarakan Summer Camp (Perkemahan Musim Panas) yang diselenggarakan di berbagai tempat berbeda beda, menterjemahkan dan mengkompilasi berbagai buku buku Islam dari berbagai sumber, serta beragam aktivitas sosial kemasyarakatan.

Sejarah Organisasi Muslim Hongaria

Organisasi Muslim Hongaria dibentuk pada tanggal 22 September 2000 dibawah undang undang kebebasan beragama di negara tersebut. Namun demikian organisasi ini sebenarnya bukanlah organisasi baru dan merupakan integrase dari berbagai aktivitas dan pengalaman muslim Hongaria sejak tahun 1987 manakala organisasi Islam pertama berdiri dengan nama Asosiasi Pelajar Muslim Hongaria.

Pada mulanya Organisasi ini menumpang tempat dengan lembaga Islam lainnya yang sudah ada di Budapest yakni Masjid Dar As-Salam. Baru kemudian berupaya mendapatkan tempat sendiri bagi aktivitasnya. Perjuangan untuk mendapatkan izin resmi sebagai sebuah organisasi keagamaan juga tidak mudah, lebih dari setahun pengurus organisasi ini mengupayakan perizinan dimaksud baru kemudian mendapatkan persetujuan dari parlemen dan kini eksis bersama 35 organisasi kegamaan lainnya di negara tersebut yang memiliki tempat peribadatannya sendiri.

Sebuah taman kecil didepan Masjid Budapest

Seiring perjalanan waktu, Jemaah semakin meningkat dari sebelumnya hanya diperkirakan dibutuhkan tempat bagi sekitar 100 jemaah namun ternyata aktual kebutuhannya jauh lebih besar dari itu. Permintaan bantuan di beberapa negara Islam dan kemudian ada donator yang siap membantu sampai kemudian di beli lah sebuah gedung yang cukup besar lalu di rombak menjadi masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Budapest.

Berdirinya Masjid Budapest dengan mengubah gedung bangunan yang sudah ada dengan berbagai pertimbangan termasuk pertimbangan biaya. Pembangunan masjid sebenarnya seperti bangunan masjid pada umumnya yang dilengkapi dengan kubah dan menara serta berupa bangunan yang berdiri sendiri, membutuhkan biaya setidaknya tiga kali lipat dibandingkan dengan mengalihfungsi bangunan gedung yang sudah ada.

Ditambah lagi dengan masalah perizinan yang tidak mudah. Sebagai contoh Organisasi islam Dar As-Salam yang sudah lebih dulu dari Organisasi Muslim Hongaria ini pun telah mencoba melakukan hal tersebut, namun tak kunjung terealisasi setelah hampir sepuluh tahun. itu sebabnya Organisasi Muslim Hongaria inipun memutuskan untuk membeli gedung yang sudah ada dan mengubahnya menjadi masjid.

Dari seberang jalan

Organisasi Muslim Hongaria menjalankan aktivitasnya mewakili muslim disana dan senantiasa sedapat mungkin hadir di setiap forum termasuk dialog antar pemeluk agama untuk mengklarifikasi kesalahfahaman tentang Islam.

Selain Masjid Budapest, Organisasi Muslim Hongaria juga mengelola Masjid lainnya yang juga di kota Budapest tepatnya di the 8th district , dan di kota Szeged serta mengorganisir komunitas muslim di kota Pécs serta Salgótarján. Organisasi ini juga menjalin hubungan erat dengan kaum muslimin Hongaria yang tinggal di Slovakia dan Romania.

Mayoritas muslim Hongaria tinggal di Budapest selaku ibukota negara. 60% dari mereka berasal dari negara negara arab, 30% dari berbagai latar belakang termasuk Turki, Persia dan Afrika, serta sekitar 10% nya merupakan muslim pribumi Hongaria.

Pelaksanaan kursus Bahasa arab di masjid Budapest ini gratis, alias tidak dipungut biaya serta terbuka bagi semua kalangan termasuk bagi non muslim. Masjid Budapest juga terbuka bagi siapapun yang hendak berkunjung ataupun bertanya tentang Islam. Termasuk juga menerima kunjungan dari wisatawan.***

Referensi



No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA