Saturday, May 13, 2017

Masjid Bohoniki, Polandia

Masjid sederhana terbuat dari kayu menjadi cici ciri masjid peninggalan era kejayaan Lithuania pada masa kejayaan Kaisar Vytautas termasuk masuk masjid tua Boniniki di Polandia ini.

Bohiniki adalah sebuah desa kecil di sebaah timur laut Polandia yang berada tak jauh dari garis perbatasan negaranya dengan Republik Belarusia serta Lithuania. Penduduk desa kecil Bohiniki ini tak lebih dari 100 jiwa, namun alam sejarahnya yang begitu panjang memang memiliki keterkaitan dengan Belarusia dan Lithuania, mengingat ketiga negara tersebut pada abad ke 14 pernah terikat dalam persemakmuran.

Dimasa itu, Muslim Tatar dari semenanjung Krimea (Ukraina) masuk ke wilayah Persemakmuran Lithuania-Polandia atas undangan dari Raja Vytautas. Muslim Tatar  yang terkenal sebagai pasukan perang terlatih ini pada awalnya menetap di sekitar ibukota Lithuania dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah persemakmuran tersebut, dan pada saat persemakmuran dibubarkan membentuk negara masing masing, desa Bohiniki kini masuk ke dalam wilayah negara Polandia.

Meczet w Bohonikach
16-100 Bohoniki, Gmina Sokółka, Polandia
Koordinat: 53°23′N 23°36′E



Desa Bohoniki ini merupakan salah satu desa muslim Tatar di Polandia, Muslim Tatar di kawasan Baltik seringkali disebut dengan Lipka Tatar, Lipka merupakan nama lain dari Lithuania, dan Lithuania yang dimaksud adalah wilayah Lithuania di masa lalu yang meliputi wilayah yang jauh lebi luas dibangingkan dengan wilayah republic Lithuania saat ini, dan Polandia merupakan bagian dari wilayah persemakmuran bersama Lithuania-Polandia di masa lalu, begitupun dengan Belarusia, sebagian Ukraina dan Latvia.

Sejarah yang membentang 7 abad itu meninggalkan begitu banyak artefak dari masa lalu termasuk komplek pemakaman muslim yang berusia berabad abad, masjid dan masyarakat muslim Tatar yang masih eksis hingga hari ini di desa Bohiniki, meskipun mereka tak lagi berbicara dalam bahasa Tatar.

Desa Bohiniki merupakan satu dari dua Desa yang dibangun oleh Muslim Tatar di masa lalu, wilayah tersebut merupakan pemberian dari penguasa Polandia, King Jan III Sobieski, di sekitar abad ke 17, kepada kaum Muslim Tatar sebagai imbalan atas keikutsertaan mereka dalam perang melawan Turki.

Masjid Bohiniki dari arah sisi kiblat. bagian yang menjorok keluar dari bangunan utama itu adalah bagian mihrab.

Penduduk desa ini sebenarnya mencapai 3000-an jiwa namun sebagian besar dari mereka tertutama kaum muda sudah pindah ke pusat kota ataupun ke luar negeri untuk kehidupan yang lebih baik, Tersisa orang orang tua masih tinggal dan menetap di desa ini. Di masa kemerdekaan Polandia, kini desa Bohiniki telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional oleh pemerintah Polandia sejak tanggal 20 Nopember 2012 dibawah pengelolaan Badan Cagar Budaya Nasional Polandia.

Masjid Bohiniki

Desa Bohiniki telah lama memiliki sebuah bangunan masjid tua yang dibangun dari kayu dengan arsitektur mirip dengan kebanyakan bangunan rumah rumah penduduk disana. Tidak ada data pasti kapan masjid ini dibangun, mengingat bahwa usia desa ini sudah begitu tua setua usia peradabannya, namun diperkirakan masjid kayu ini dibangun tahun 1873.

Di tahun tersebut terjadi kebakaran yang menghanguskan masjid desa Bohiniki dan kemudian ditahun yang lama dilakukan pembangunan masjid dimaksud. Kebakaran tersebut menghanguskan masjid desa Bohiniki yang terletak di sebelah pemakaman bersejarah di bagian timur dari desa, yang sudah ada sejak sekitar abad kedelapan belas, atau bahkan mungkin sejak abad ketujuh belas.

Interior Masjid Bohiniki, meskipun kecil dibangun dua lantai, Lantai atas (balkoni) hanya untuk jemaah wanita.

Selama Perang Dunia II, masjid ini dihancurkan oleh Wehrmacht, yang mengubah bangunan menjadi sebuah rumah sakit lapangan. Setelah 1945, masjid telah mengalami banyak renovasi kecil. Ada rencana untuk ekspansi masjid, namun terhalang oleh status masjid tersebut sebagai cagar budaya yang harus di konservasi.

Namun demikian, renovasi terhadap masjid ini tetap dilaksanakan tahun 2003 untuk menjaganya dari kerusakan. Atapnya yang semula dari timah dan sudah rudak diganti baru dengan sirap. Dan proses renovasi menyeluruh dilakukan pada tahun 2005. Proses renovasi dilakukan semata mata untuk kepentingan konservasi, seluruh pross dilakukan merujuk kepada bentuk dan material aslinya.

Arsitektur Masjid Bohiniki Tradisi Unik Pengunjung Non Muslim

Penampilan masjid Bohoniki mengingatkan kita pada sekolah di film Little House in The Prairie. Bukan di tengah padang rumput, tapi di tengah hamparan ladang gandum yang luas. Masjid ini merupakan satu dari dua pemukiman asli Tatar yang tersisa. Dibuat pada abad 17 dari kayu. Memiliki dua ruang kecil untuk shalat. Satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Hanya satu pintu masuk, dengan hiasan dinding kutipan dari ayat-ayat Al Qur’an menjadikan masjid ini tampak begitu sederhana.

Masjid Bohiniki dimusim salju yang membeku.

Tidak jauh dari desa ini, di hutan, terdapat pemakaman Islam, dimana makam-makam kuno dan baru berpadu membentuk garis-garis teratur. Nama-nama yang tertulis di makam tersebut kadang dari kata-kata bahasa Arab, namun juga ada yang berbahasa Polandia dengan simbol bulan sabit. Makam ini juga menjadi tempat yang kerap dikunjungi pengunjung Muslim, karena pemakaman ini merupakan salah satu dari tiga pemakaman muslim yang terdapat di Polandia.

Masjid Bohoniki ini juga sangat popular oleh penduduk non muslim sebagai obyek wisata. Lucunya, penduduk non Muslim yang ingin berkunjung ke masjid ini masuk dengan ritual dengan membuat tanda salib, seperti hendak memasuki gereja. Hal ini menunjukkan penghargaan kaum non muslim terhadap masjid setara dengan penghargaan mereka terhadap tempat ibadah mereka sendiri.

Referensi



No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA