Saturday, April 29, 2017

Masjid Nemėžis, Lithuania

Masjid Nemeziz, sebuah masjid dari kayu dengan sebuah bentuk menara di puncak atapnya, tapil menjadi satu satunya masjid di daerah tersebut dan merupakan salah satu dari empat masjid di Lithuania.

Masjid Nemėžis adalah salah satu dari empat masjid tua yang masih ada di Negara Lithuania. Masjid ini sebenarnya tidak memiliki nama, Nemėžis sendiri adalah nama desa tempat masjid ini berada, sama halnya dengan masjid di desa Forty Tatar, masjid ini dibangun oleh anggota pasukan muslim Tatar dari semenanjung Chrimea yang di datangkan oleh Raja Vytautas ke Lithuania di tahun 1397.

Kaisat Vytautas merupakan raja terbesar dalam sejarah Lithuania, dimasa kekuasaanya wilayah Lithuania membentang hingga ke wilayah yang kini menjadi Negara Polandia dan Belarusia. Ada empat masjid peninggalan masa itu yang kini masih berdiri di Polandia dan Belarusia dan semuanya merupakan warisan dari Muslim Tatar. Sejarah masuknya muslim Tatar ke Lithuania selengkapnya dapat anda baca di artikel Forty Tatar Mosque di posting sebelumnya.

Nemėžio totorių mečetė
Totirų g. 4, Nemėžis 13262, Lituania



Desa Nemezis dibangun oleh Pasukan Militer Muslim Tatar di luar tembok kota Vilnius sebagai bagian dari upaya Raja Vytautas untuk memperkuat pertahanan negaranya dari serbuan Kerajaan Jerman. Ditempatkannya pasukann Militer Tatar tak jauh dari pusat ibukota kerajaan ini tak lain sebagai bagian dari strategi militer dengan pertimbangan sewaktu waktu dibutuhkan akan mudah dihubungi dan dikerahkan. Selain itu, di Nemezis juga terdapat Istana musim panas Raja Vytautas dan Permaisurinya yang juga di bangun di abad ke 14.

Masjid Nemezis pertama kali dibangun tahun 1684, namun bangunan tersebut habis terbakar dan kemudian dibangun ulang ditahun 1909 dengan rancangan dari arsitek A. Soninas. Bangunan masjidnya dibangun dari kayu berdinding papan dan atap seng. Dibagian puncak atapnya ditempatkan sebuah bentuk gazebo menyerupai sebuah menara masjid dengan Kubah metal berdenah segi delapan, dan dibagian puncak kubah diletakkan symbol bulan sabit sebagai symbol dunia Islam. Sebuah pemakaman tua juga terdapat di pekarangan masjid ini.

Di masa perang dan pada masa Uni Soviet masjid ini mengalami kerusakan parah. Di ahir perang dunia kedua komplek pemakaman di pekarangan masjid ini bahkan dijadikan lokasi penempatan Misil milik Uni Soviet yang digunakan untuk membombardir kota Vilnius.

Interior Masjid Nemezis

Kerusakan semakin parah ditahun 1963 manakala kebakaran melanda masjid ini namun masih beruntung api dapat dipadamkan dengan memotong bagian menara di puncak atap masjid yang menjadi titik asal kobaran api.

Sesaat setelah pemerintah Uni Soviet berencana menghancurkan masjid yang sudah rusak tersebut namun ditentang oleh warga muslim setempat. Penghancuran memang tidak jadi dilaksanakan namun masjid tersebut dijadikan gudang penyimpanan biji gandum di tahun 1968, kemudian dialiffungsi lagi menjadi museum.

Baru di tahun 1978 masjid ini dikembalikan kepada komunitas muslim setempat dan dilakukan perbaikan di tahun 1993 kemudian menyusul dilaksanakan renovasi total pada tahun 2009. Kini masjid Nemeziz telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya oleh pemerintah Lithuania merdeka.

Makam makam tua disamping Masjid Nemezis.

Arsitektur Masjid Nemezis

Masjid Nemezis dibangun dengan bahan kayu sama seperti halnya dengan Masjid Forty Tatar Mosque dan Masjid Raiziai yang sama sama dibangun dari kayu seperti layaknya rumah hunian warga setempat. Sebuah bentuk menara ditempatkan di puncak atap masjid dengan bulan sabit di ujung kubahnya menjadi satu satunya pembeda dan penanda bahwa bangunan ini adalah masjid serta arah bangunannya yang menghadap ke kiblat.

Menara di puncak atap masjid ini dibuat cukup besar layaknya sebuah menara meskipun tidak terlalu tinggi, berbeda dengan yang terdapat di masjid Forty Tatar Village yang dibuat begitu mungil. Arsitektur masjid kayu seperti ini menang sangat unik dan hanya ditemui pada masjid masjid muslim Tatar di wilayah Lithuania dan bekas wilayahnya yang kini menjadi Negara Polandia dan Belarusia.

Syahdu, Masjid Nemezis di musim salju yang memutih dari depan pintu gerbangnya dengan ornamen bulat sabit. 

Masjid Nemezis juga tidak dilengkapi dengan kiblat, di sisi kiblat di dalam masjid ditempatkan sebuah mimbar kayu berukir bergaya Tatar, berupa mimbar dengan beberapa undakan tangga tanpa podium, sebagai tempat khatib berdiri menyampaikan khutbah. Seluruh interior masjid ini sama seperti bagian luarnya, urat urat kayu dari dinding papan dan strukturnya terlihat alamiah tanpa lapisan cat menutupinya, menghadirkan suasana tenang dan kehangatan alami.

Masjid ini dilengkapi dengan sebuah beranda tertutup, dan pintu akses masjid ini ditempatkan di beranda tersebut. Lahan tempat masjid ini berdiri cukup luas, dan sekelilingnya telah dipagar, ornament bulan sabit dapat kita temukan diujung ujung jeruji besi pada pintu gerbang masjid ini. Di lahan pekarangan sekitar masjid ini terdapat komplek pemakaman muslim yang se-usia atau bahkan lebih tua dari bangunan masjidnya sendiri.***

Referensi



No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA