Saturday, December 31, 2016

Masjid Mahe, Seychelles

Masjid Sheik Muhammad Bin Khalifa Al-Nahyan atau lebih dikenal dengan nama Masjid Mahe Karena berada di Pulau Mahe, Merupakan masjid terbesar di Seychelles, dibangun oleh keluarga penguasa Uni Emirat Arab.

Seychelles adalah sebuah negara yang terdiri dari gugus pulau pulau kecil di Samudera Hindia sekitar 1600 kilometer di lepas pantai timur benua Afrika. Bertetangga dengan negara pulau Republik Comoro, Mayotte (Prancis) dan Madagaskar di Selatan dan Republik Tanzania sebagai tetangga terdekatnya di daratan benua Afrika sejauh sekitar 1000 Kilometer. Seychelles beribukota di Victoria yang berada di Pulau Mahe. Penduduk Seychelles seluruhnya berjumlah 86.525 menjadikannya sebagai negara dengan populasi terkecil di Afrika.

Mayoritas penduduk Seychelles beragama Katolik Roma. Sekitar sembilan dari sepulun penduduk negara ini merupakan pemeluk agama Katolik Roma, sebagaimana disebutkan dalam hasil survey yang telah diselenggarakan sejak pertama kali di tahun 1992. Agama Katolik Roma masuk ke Seychelles dibawa oleh bangsa kulit putih yang merupakan penghuni pertama di Negara Pulau ini, wajar bila kemudian mayoritas penduduknya pun beragama Katolik meskipun Inggris sempat memperkenalkan agama Protestan selama kekuasannya disana.

Islam telah masuk ke Seychelles jauh sebelum bangsa Eropa tiba disana. Islam datang ke gugus kepulauan ini dibawa oleh para pedagang muslim yang berdagang beralayar melintasi samudera, meskipun mereka tak menetap disana secara permanen. Prancis yang menjadi penguasa pertama di Seychelles membawa ajaran Katolik Roma disusul kemudian oleh Inggris.

Foto Kiri atas adalah bangunan Masjid Mahe sebelum di renovasi, foto bawah : bangunan masjid Mahe saat diruntuhkan  tahun 2012 untuk dibangun ulang dan foto kanan atas adalah Masjid Mahe Setelah dibangun ulang tahun 2013.

Diantara mayoritas penduduk Seychelles yang beragama Katolik Roma terdapat pemeluk agama minoritas lainnya termasuk Hindu, Baha’i dan Islam. Beberapa media melaporkan bahwa Islam memiliki perkembangan yang cukup pesat di Seychelles, di tahun 1970-1960-an muslim disana hanya ada kurang dari seratus jiwa, berkembang hingga kini mencapai sekitar 2000 jiwa.

Merujuk kepada Biro Pusat Statistik Seychelles dilaporkan bahwa 76.2% penduduk Seychelles adalah penganut Katholik Roma, disusul kemudian penganut Anglikan sekitar 6.1%, lalu penganut Agama Hindu sekitar 2.4%, Pemeluk Islam 1.6% dan penganut agama dan keyakinan lainnya mencapai 13.7%[i]. Meskipun jumlah muslim disana sangat kecil namun pemerintah setempat memberikan waktu 15 menit setiap hari Jum’at bagi ummat Islam disana untuk mensyiarkan Islam melalui saluran televisi nasional([ii]).

Masjid Mahe

Di kota Victoria terdapat sebuah masjid yang terkenal dengan nama Masjid Mahe, merujuk kepada nama pulau tempatnya berada. Meski nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Sheikh Muhammad Bin Khalifa Al-Nahyan. Keluarga Al-Nahyan adalah keluarga penguasa Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Karena memang komplek masjid ini dibangun dengan dana dari keluarga penguasa Abu Dhabi tersebut. Masjid ini begitu ramai di setiap hari Jum’at oleh jemaah yang akan melaksanakan sholat Jum’at berjamaah termasuk di dalamnya muslim muslim mualaf setempat.([iii]). Masjid ini juga di izinkan untuk menyuarakan azan melalui pengeras suara di menaranya.

Victoria Mosque
Rue De La Poudrière


Masjid Mahe dibangun tahun 1982 dengan dana dari Sheikh Muhammad Bin Khalifa Al-Nahyan. Peletekan batu pertama pembangunannya dilaskanakan oleh Mr. Suleman Adam, selaku presiden dari Islamic Society of Seychelles pada tanggal 10 Zulhijah 1401, bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1981. Dan diresmikan setahun kemudian.

Setelah berdiri selama 30 tahun, pada hari Jum’at tanggal 24 Agustus 2012 yang lalu sudah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kembali masjid Mahe. Dan pada tanggal 20 Desember 2012 yang lalu bangunan masjid ini sudah di runtuhkan untuk dibangun ulang di lokasi yang sama dalam ukuran yang lebih besar. Proyek pembangunan masjid baru ini selesai tahun 2013. dan diresmikan pada hari Jum’at tanggal 25 Oktober 2013[iv] oleh Shaikh Zayed Bin Sultan bin Khalifa atas nama Dr. Shaikh Sultan Bin Khalifa Al Nahyan, turut dihadiri oleh Jean-Paul Adam, selaku menteri luar negeri Seychelles, Dick Patrick Esparon yang merupakan duta besar Seychelles untuk Uni Emirat Arab.

Masjid Mahe ini dibangun ulang dengan bentuk yang tidak jauh berbeda dengan bentuknya semula dengan ukuran yang lebih besar dan lebih modern, dengan daya tampung 600 jemaah pria dan wanita. Menjadi tumpuan utama bagi muslim di Seychelles terutama di pulau Mahe termasuk pusat kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan mualaf, hingga ke acara buka puasa bersama di bulan suci Romadhan yang juga turut dihadiri oleh para pejabat tinggi Seychelless.***

Referensi

No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA