Saturday, November 5, 2016

Masjid Selimiye Nicosia Cyprus Utara

Masjid Selimiye atau Selimiye Camii / Τέμενος Σελιμιγιέ di Cyprus Utara

Masjid Selimiye di merupakan masjid tua di kota Nicosia pada bagian kota yang masuk ke dalam wilayah Negara Republik Turki Cyprus Utara (Turkish Republic of Northern Cyprus). Masjid ini merupakan masjid utama di Republik Turki Cyprus Utara. Bangunan ini memang sudah berumur sangat tua dan menjadi salah satu bangunan cagar budaya di negara tersebut. Sebelumnya Masjid ini merupakan sebuah Katedral Katholik Roma yang di bangun di atas bekas Gereja Ortodok yang lebih kecil.

Katedral St. Shopia

Di lokasi tempat masjid Selimiye ini berdiri pada awalnya merupakan sebuah Gereja Ortodok bernama Gereja St Shopia, yang dibangun tahun 1193 dengan ukuran lebih kecil dari bangunan yang sekarang, pembangunan gereja tersebut merupakan bagian dari penobatan King Amaury yang dilaksanakan pada tahun 1197. Sisa sisa reruntuhan bangunan gereja ini ditemukan tahun 1979 di sisi selatan bangunan masjid Selimiye.

Masjid Selimiye
Selimiye Sk, Lefkoşa
selimiyemosque.org


Di tahun 1209 di masa kekuasaan Dinasti Lusignan, King Henry I, di lokasi gereja tersebut dibangun Katedral St. Shopia untuk ummat Katholik Roma, kemudian dilanjutkan tahun 1228. Di rancang dalam gaya gotik Prancis abad ke 13, beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa para pembangun masjid ini adalah para ahli bangunan batu dari Prancis yang turut menyertai pasukan salib.

Pembangunan Katedral tersebut juga memanfaatkan bagian bagian bangunan dari gereja ortodok yang berdiri disana sebelumnya. Batu batu pualam sisa bangunan gereja tersebut kini masih dapat dilihat sebagai bagian dari area pintu masuk utama sebelah utara. Pada masanya Katedral St. Shopia merupakan tempat penobatan raja raja Cyprus sampai kemudian pulau Cyprus dikuasai oleh Venesia di tahun 1489.

Masjid Selimiye di tahun 1878 pada saat inggris mengambil alih kota Nicosia

Bangunan ini sempat mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi tahun 1491, 1547 dan 1735 namun masih bertahan hingga kini. Sederhana-nya bangunan ini sudah runtuh dihantam oleh beberapa kali gempa bumi dasyat tersebut mengingat bangunannya yang memang dibangun cukup tinggi, namun semua bangunan dengan dinding tembok yang cukup tinggi di Cyprus selalu dilengkapi dengan tiang beton penyangga tembok dinding dibagian luar bangunan untuk menahan struk tembok dinding yang tinggi dari keruntuhan.

Katedral St Shopia pun dibangun demikian dilengkapi dengan begitu banyak tiang tiang beton penopang dinding yang ditempatkan disekeliling luar bangunan sehingga terlihat sangat masif. Sama seperti halnya Masjid Selimiye di Istanbul, Turki. Tiang tiang penopang ini dibangun hingga setinggi tembok bangunan dan seringkali disebut dengan istilah Flying Butteris hingga terlihat seperti pilar pilar besar yang menempel ke tembok bangunan, kadangkala dibuat hingga melampaui tinggi tembok. Pembangunan Katedral ini memang memakan waktu yang cukup lama bahkan sampai terjadi beberapa kali peralihan kekuasaan di wilayah tersebut menara bangunan ini tidak pernah selesai hingga hari ini.

Interior Masjid Selimiye saat ini

Diubah menjadi Masjid

Tahun 1570, Katedral St Shopia di alih fungsi menjadi Masjid seiring dengan jatuhnya pulau tersebut dibawah kekuasaan Turki Usmani yang berpusat di Istanbul di masa kekuasaan Sultan Selim II. Saat perubahan fungsi bangunan ini menjadi masjid, dilakukan ubah-suai terhadap bangunan ini. Orientasi bangunan yang semula mengarah ke Jerusalem di Palestina di ubah ke arah Ka’bah di kota Mekah. Nama Selimiye sendiri bari digunakan untuk menyebut masjid ini sejak tahun 1954 sebagai penghormatan kepada Sultan Selim II, sang penakluk Cyprus.

Hampir seluruh bangunan ini merupakan bangunan asli dari Katedral St. Shopia namun dengan begitu banyak ubah suai termasuk dua menaranya yang tak pernah selesai dibangun kemudian diselesaikan pembangunannya sebagai dua menara masjid bergaya Turki Usmani, tempat muazin mengumandangkan azan. Sampai tahun 1959, muazin yang akan mengumandangkan azan, akan memanjat ke menara ini melalui 170 anak tangga baru kemudian mengumandangkan azan dari balkon menara. Kini hal tersebut sudah digantikan dengan pengeras suara yang dipasang di menara masjid.

Sisi sebelah barat Masjid Selimiye

Bangunan masjid ini begitu mudah dikenali dengan dua menara tingginya yang terlihat dari kejauhan dan sudah seperti landmark bagi kota Nicosia secara keseluruhan. Menaranya bakan terlihat dari ketinggian di daerah Kyrenia road dan sudah dapat langsung mengenali masjid ini dari kejauhan.

Interior masjid ini diterangi dengan lampu gantung bewarna putih merah dan kuning. Beberapa pilar granit di masjid ini ditengarai berasal dari sebuah bangunan Romawi kemungkinan dari era Salami atau berasal dari era Bizantum sebelum tahun 1200-an.

Garis waktu sejarah Cyprus dan Nusantara

Islam berkembang di Cyprus di masa kekuasaan Dinasti Usmaniyah (Otoman) yang bila disejajarkan dengan garis waktu sejarah Nusantara, sejarah Islam di Cyprus ini kira kira sezaman dengan masa Majapahit dengan Rajanya Prabu Brawijaya V dan masa Pajajaran di barat pulau Jawa dibawah kekuasaan Prabu Siliwangi.


Dan 5-6 tahun setelah itu Kesultanan Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara dengan Raden Fatah (Putra dari Brawijaya V) sebagai raja pertamanya. menyusul kemudian berdiri pula kesultanan Cirebon, Jayakarta, Banten dan seterusnya. 

Referensi

en.wikipedia.org – selimiye mosque (nicosia)

Baca juga


No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA