Monday, August 3, 2015

Islam di Reunion - Prancis

Lokasi Pulau Reunion
Dimanakah Pulau Reunion

Pulau Reunion / Reunion Island / La Réunion sedang menjadi pusat perhatian dunia pererbangan, khususnya bagi keluarga penumpang dan kru pesawat Malaysia Airline MH317 sejak ditemukannya puing sayap pesawat terbang serta berbagai benda yang terserak di pantai pulau tersebut termasuk puing kursi pesawat, bekas koper hingga kemasan air minum buatan Tiongkok hingga botol kemasan cairan pembersih buatan Indonesia yang di duga berkaitan dengan pesawat MH317. Pesawat Malaysia Airline dengan kode peberbangan MH317 hilang secara misterius di perairan Samudra Indonesia sejak Maret 2015, pesawat jenis Boeing 777 tersebut membawa 239 penumpang rencananya akan terbang ke Beijing dari Kuala Lumpur - Malaysia.

Pulau Reunion merupakan satu dari empat wilayah seberang lautan Prancis. Lokasinya berada di perairan Samudera Samudra Hindia, berjarak sekitar 800km sebelah timur Madagaskar dan 175 km sebelah barat daya Mauritius. Jaraknya terpaut 11 jam penerbangan dari Paris, Ibukota Prancis di daratan Eropa. Karena letaknya itu Reunion menjadi wilayah terluar Uni Eropa dan Zona Euro. Reunion beribukota di Saint Denis.

Pulau ini pertama kali diduduki oleh portugis kemudian di kuasai Prancis hingga saat ini. sejak pertama kali di kuasai oleh bangsa Eropa pulau Reunion sudah berkali kali berganti nama. Nama Reunion pertama kali dipakai tahun 1793, sempat berganti nama menjadi Île Bonaparte dari nama Napoleon Bonaparte, lalu berganti nama lagi menjadi Bourbon, sampai ahirnya kembali ke nama Reunion di tahun 1815 setelah revolusi Prancis [i].

Demografi

Pulau Reunion memiliki luas 2,511 km2 setara dengan hampir empat kali luas kota Jakarta (661,52 km²), dihuni oleh 844,994 (januari 2014) dari berbagai bangsa sehingga Bahasa yang digunakan di pulau ini berbagai bahasa tergantung dari kelompok etnisnya, meski demikian Bahasa resmi di pulau ini adalah Bahasa Prancis meskipun bahasa Creolo juga digunakan oleh sebagian besar masyarakat disana.

Menara masjid Masjid Noor-e-Islam menjulang diantara gedung gedung di Reunion
Sejak tahun 1958 Pemerintah Perancis melarang pertanyaan terkait dengan etnis dalam semua dokumen sensus penduduk, sehingga tidak ada data resmi pemerintah terkait dengan rasio etnis yang ada di Reunion. Meski fakta dilapangan menunjukkan bahwa penduduk reunion terdiri dari etnis reropa, Afrika, Malagasy, India, China dan berbagao kelompok Etnis lainnya. kata Creoles lazim digunakan untuk menyebut mereka yang lahir di pulau ini dari etnis manapaun asalnya.

Agama di Reunion

situs moia.gov.in menyebutkan struktur penganut di agama di Reunion terdiri dari Katolik Roma Catholic 86%, Hindu, Muslim, Buddhist.  Wikipedia memberikan angka lebih rinci dengan komposisi ; Katolik 84.9%, Hindus 6.7% and Muslims 2.15%. disebutkan bahwa agama Hindu dianut oleh mayoritas keturunan India di Reunion meski mereka seringkali dikatagorikan sebagai penganut katolik dengan paksa dan sebagian dari mereka pindah agama di masa lalu selama masa kerja paksa. Saat ini Hindu kembali bangkit diantara etnis Tamil yang kemudian membangun beberapa kuil Hindu di Reunion.

Islam di Reunion

Jumlah pasti penganut agama Islam di Reunion memang tidak diketahui secara pasti. Situs en.reunion.fr menyatakan bahwa komunitas muslim disana mencapai angka 25,000 orang. Dijelaskan bahwa muslim di Reunion memiliki kebebasan menyuarakan azan dari masjid masjid yang ada disana.

Pulau Reunion memiliki sejarah penting bagi Islam di Prancis mengingat bahwa di pulau ini, tepatnya di kota Saint-Denis yang menjadi ibukota pemerintahan Reunion telah berdiri Masjid Noor-e-Islam sejak tahun 1905, dan merupakan masjid terbesar di, ibukota pemerintahan Reunion sekaligus merupakan masjid tertua di wilayah Prancis. sebuah bangunan masjid besar dengan pengaruh arsitektur India, karena memang sebagian besar muslim di Reunion [[ii]] merupakan keturunan muslim India [[iii]].

Masjid Noor-e-Islam
Muslim India dari Gujarat dan beberapa daerah lainnya pertama kali tiba di Reunion tahun 1860, beberapa tahun kemudian beberapa dari mereka kembali lagi dengan membawa keluarga serta teman temannya. imigran muslim India masuk ke Reunion mengalami puncaknya di awal abad ke 20. mereka dikenal dengan nama Zarabes untuk membedakan-nya dengan etnis Tamil yang juga berasal dari India. Muslim di Reunion mayoritas merupakan muslim Suni. Selain muslim keturunan India, Komunitas muslim di Reunion turut diperkuat oleh komunitas muslim dari Comoro [[iv]] dan Pakistan [[v]]. Komunitas Syi’ah mulai ke Reunion tahun 1972 dari Madagaskar.

Masjid Masjid di Reunion

Saat ini setidaknya terdapat lima belas masjid di Reunion, sebagian besar dari masjid masjid tersebut berdiri di pusat pusat kota. seperti disebutkan tadi bahwa di Reunion telah berdiri Masjid Noor-e-Islam sejak tahun 1905 yang merupakan masjid pertama di wilayah Prancis. Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1898 dan dibuka pada tahun 1905, tepatnya pada tanggal 28 November 1905 [[vi]]. 

Masjid tersebut telah mengalami renovasi dan modifikasi di era tahun 60an dan tahun 1970-an setelah kebakaran hebat. masjid ini memang cukup besar dengan luas mencapai 1200 m². dilengkapi dengan menara setinggi 30. Masjid besar lainnya di Reunion adalah masjid Duparc yang bergaya masjid mesir, dibangun tahun 1999 [[vii]].

Daftar masjid yang ada di Reunion dapat dibaca disini. Sesorang juga telah membuatkan peta masjid masjid yang ada di pulau Reunion.


Dan sebuah informasi penting lainnya bagi traveler yang sedang berkunjung ke Reunion adalah peta lokasi penyedia makanan Halal di Reunion. Muslim di Reunion juga sudah memiliki otoritas yang mengawasi kehalalan makanan yang yang disebut Commission de Serveillance du Halal de La Reunion.


Referensi