Kamis, 27 Juni 2013

Islamic Center Zagreb – Kroasia (Bagian-3)

kompilasi foto Islamic Center Zagreb
Pembangunan Islamic Center Zagreb

Tak lama setelah penutupan dan penghancuran masjid di Maetrovic Pavilion terbentuk Pan Islamic Community yang ditokohi oleh Hifzi ef Alagiæ, Dr. Suleiman Masovic, Murat Omanoviæ, Asim Šaæiragiæ, Mehmedalija Jusufbegoviæ, Riza Elezoviæ dan Ičić Muzuroviæ.

Segera mereka memulai untuk membangun sebuah masjid baru sebagai pengganti. Cikal bakal rancangan bangunan masjid oleh panitia yang telah dibuat oleh komunitas muslim sejak tahun 1962, tahun ketika komite diketuai oleh Asim Šaæiragiæ, yang tak lain adalah seorang pematung yang sangat handal dari Zagreb. Kala itu dengan penuh antusias membentuk tim bersama imam Merzuk ef Vejzagiæa serta Dr. Sulaiman Masovic, Hifzi ef Alagiæ, Dr. Mohammed Balic, Ali Èabaravdiæ, Adham Æelhasiæ, Dr. Kamil Kamariæ, Salim Šabiæ, Azim Karamehmedoviæ, Azra Ruždija dan Sejida Bejtoviæ.

Yang pertama dilakukan oleh komite yang sudah terbentuk ini adalah melakukan pendekatan bagi pemenuhan izin bagi gedung yang selama ini sudah dijadikan sebagai Masjid di Tomašiæevoj street no 12th, tempat berkumpulnya pemuda / pemudi Islam yang semakin solid dalam aktivitas kepemudaan mereka.

Kiri : lahan Islamic Center Zagreb sebelum dibangun. Kanan : Islamic Center Zagreb Saat ini
Asim Šaæiragiæ dengan pertalian sosialnya yang kuat segera melakukan upaya pencaian kemungkingkan untuk membangun masjid baru dan kemudian membentuk panita yang terdiri dari: Asim Šaæiragiæ - Chairman, Dr. Osman Muftiæ - Secretary-ing Hamdi Samardzic, engineer Mustafa Cvijetiæ, Engineer Mohammed Mujièiæ, Azim Karamehmedoviæ ing, ing Nedim Lagumdzija, Ismet Golubovic, Huso Mehanoviæ, Ferid Mekiæ, Dr. Salih Salahoviæ, Salim Šabiæ, Smajo Tataragiæ, ing Emin Softiæ, Ibrahim Busovarfa, Midhat Šeæerkadiæ, Dr. Suleiman Masovic, Dr. Salko Kuloviæ, Rasim Omanoviæ Dr. Šemso Tankoviæ, ing Seid Husedžinoviæ , Muharem Teskeredžiæ, Ali Èabaravdiæ, Adham Èelhasiæ, Sakib Bulbuloviæ, Mustafa Srna, jam Muhasiloviæ, Azim Muzuroviæ and Hivzi ef Alagiæ.

Asim Šaæiragiæ berhasil menego dewan kota untuk mendapatkan lokasi bagi masjid yang akan dibangun (6438 m2). Lokasi yang ditunjuk adalah sebidang lahan di sebelah selatan pemakaman umum kota Zagreb di Mirogoj. Peluang yang segera saja ditangkap dan segera dibuat rancangan awal oleh Arsitek George Neidhardt bersama prof. Džemala Èeliæa, yang kedua duanya dari Fakultas Arsitektur Sarajevo. Dan penggalangan dana bagi pembangunan masjid pun dimulai. Salah satunya adalah dengan pembuatan dan penyebaran rekaman dakwah islam atas ide dari Asim Šaæiragiæa yang dikemudian hari dirasakan begitu bermanfaat dan efektif.

suasana upacara peletakan batu pertama Islamic Center Zagreb
Panitia pembangunan masjid pun mengalami perombakan lagi kali ini dipimpin oleh Salim Šabiæ, wakil : Osman Muftiæ dan Azim Karamehmedoviæ, anggota : Ahmed Ikanoviæ-Umum : Ševko ef Omerbasic, Asim Šaæiragiæ, Mustafa Pliæaniæ, Ferid Mekiæ-treasurer, Ibrahim Busovarfa, Dr. Suleiman Masovic, Mirsad Srebrenikoviæ, Muhammad Ali, Asim Badiaa, Mustafa Srna, Fehim Nuhbegoviæ, Adnan Omanoviæ, Hazim Krajnoviæ, Nadžija Muftiæ, Fakhr Muzuroviæ, Nasuf But Salih Alièelebiæ, Mehmed Sarajliæ, Æoso bugaboo, Uzeir Huskoviæ, Merzuk Žuniæ, Salih clamor, Muharem Xhaferi dan Ismail Mujiæ.

Proyek Pembangunan Masjid dimulai

Di tahun 1979 dewan kota Zagreb menawarkan lima lokasi kepada Komunitas Muslim Zagreb sebagai lokasi pembangunan Masjid. Namun pada ahirnya tercapai kata sepakat untuk membangun masjid di di daerah Borovje di atas lahan seluas 17,938 meter persegi. Lokasi nya berada di sebelah timur desa Folnegovićevog dan sebelah selatan jalan tol tak jauh dari pabrik Coca-Cola. Hanya saja di lahan tersebut sama sekali belum tersedia insfrastuktur kota termasuk belum ada pasokan air, listrik dan apapun.

Suasana peresmian Masjid Islamic Center Zagreb
Sementara lahan bakal masjid yang masih kosong ditanami oleh para jemaah dengan beraneka tanaman dan sayuran, sambil memberikan waktu yang cukup kepada arsitek Dzemaludin steels dan Mirza Gols menyelesaikan rancangan awal bangunan masjid yang akan dibangun disana. Kedua arsitek ini merupakan arsitek dari Fakultas Arsitektur Sarajevo (Bosnia) dibawah Professor Najdhardta.

Pada tanggal 11 September 1981 dilaksanakan upacara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Zagreb. Acara ini dihadiri begitu banyak tokoh tokoh muslim dan tokoh terkemuka serta tamu undangan. Dibuka oleh Salim Sabic selaku ketua pelaksana pembangunan. Dilanjutkan sambutan oleh Rois Ulama Komunitas Islam Yugoslavia, dan terahir oleh Ketua dewan masjid Bosnia Herzegovina, Kroasia dan Slovenia, Dr. Ahmed Smajlović.  Luar biasanya, setelah upacara itu, komunitas muslim disana secara bergotong royong membersihkan seluruh lahan tempat bakal masjid ini secara sukarela selama beberapa minggu.

Suasana yang mirip dengandi Indonesia. Jemaah masjid bergotong royong secara sukarela selama beberapa minggu sebelum dan selama pembangunan masjid Islamic Center Zagreb ini. lahan kosong dimanfaatkan untuk bercocok tanam sekaligus membersihkan seluruh area tempat bakal masjid berdiri.
Penandatangan kesepakatan telah ditandatangani antara Ketua Komunitas mUslim Zagreb, Mustafa Plicanic bersama Ketua Panita pembangunan masjid Salim Sabic dengan pihak kontraktor pada bulan Agustus 1981. Dengan jaminan pendanaan oleh Bank penjamin. Segera setelah itu proyek pembangunan dilaksanakan dan pada awal tahun 1982 sudah masuk dalam tahap pengecoran.

Selama pembangunan berlangsung begitu banyak tamu kerhormatan yang mengunjungi proyek pembangunan masjid ini. Sementara Ševko Omerbašić dan Salim Sabic terus bergerak mendatangi setiap individu maupun institusi dalam upaya penggalangan dana dari dalam maupun dari berbagai Negara Islam. Dr. Baasha, Shaikh Sultan batch dari Sudan menyumbangkan dana US$2.5 juta dolar, menjadi penyumbang terbesar pembangunan masjid ini.

Keseluruhan pembangunan Islamic Center Zagreb ini selesai dibangun pada pada musim semi tahun 1987 dan diresmikan di tahun yang sama dihadiri oleh lebih dari 100 ribu orang memadati areal masjid ini tak peduli dengan hujan yang mengguyur saat upacara berlangsung.***

Selesai.***

Referensi


Baca Juga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA