Tuesday, July 31, 2012

Islamic Center Lhokseumawe (Bagian I)

Megah : meski belum rampung seluruhnya, gedung masjid agung Islamic Centre Lhokseumawe  terlihat begitu megah, menghadirkan nuansa Timur Tengah di Nangroe Aceh Darussalam.


Berdiri megah di pusat kota Lhokseumawe, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, Islamic Center / Almarkazul Islami Lhokseumawe menghadirkan nuansa Timur Tengah di tanah Aceh yang subur. Berdirinya Islamic Center ini membangkitkan kembali ingatan kita pada sejarah kejayaan Kerajaan Islam Samudera Pasai (Samudera Pase) yang tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Tahap pertama proyek pembangunan Islamic Center ini dimulai dengan membangun masjid agung yang strukturnya begitu besar dengan susunan kubah kubah besarnya yang mengagumkan. Kehadiran Islamic Center ini meski belum selesai seluruhnya menghadirkan semangat baru bagi rakyat Aceh umumnya dan rakyat Lhokseumawe khususnya paska bencana kemanusiaan gempa dan Tsunami yang meluluhlantakkan wilayah itu beberapa tahun lalu.

Lokasi Masjid Islamic Center Lhokseumawe

Islamic Centre Kota Lhokseumawe
T. Hamzah Bendahara-Simpang Empat, Kecamatan Banda sakti
Lhokseumawe - NAD 24313 | Telp: (0645) 44887
            Koordinat Geografi :  5°10'47.49"N  97° 8'31.09"E


Bangunan Islamic center ini memang belum sepenuhnya rampung. Nantinya Islamic center ini akan dilengkapi dengan fasilitas fasilitas penunjang selain Masjid Agungnya sendiri terdiri dari : Gedung Serba Guna, Gedung Pustaka, Diniyah / Sekolah, Museum & Rumoh Aceh, Mess / Wisma Tamu, gerai-gerai / Kios Makanan dan Soevenir, Taman kanak-kanak dan Taman Pengajian Al-Qur'an (TPA) serta Rumah Imam Besar. Proyek ini memang begitu besar dan membutuhkan dana yang tidak sedikit wajar bila pembangunannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebagaimana dijelaskan di dalam situs resmi Islamic Center Lhokseumawe, berikut adalah tujuan dan fungsi Islamic Center Lhokseumawe yang hendak di capai serta latar belakang pembangunan Islamic Center tersebut dengan beberapa pengeditan seperlunya.

Tujuan Islamic Centre Kota Lhokseumawe

  • Mewujudkan Masjid yang makmur dan monumental sebagai sentrum pembinaan umat dan budaya Islam.
  • Menyelenggarakan kegiatan pengembangan sumberdaya Muslim melalui dakwah, pendidikan dan pelatihan.
  • Kegiatan pengkajian bagi pengembangan pemikiran dan wawasan Islami.
  • Menyelenggarakan kegiatan pengembangan seni budaya Islam.
  • Menyelenggarakan kegiatan pengembangan masyarakat dan layanan sosial.
  • Menyelenggarakan kegiatan pengembangan data dan Informasi Islam.
  • Menyelenggarakan kegiatan usaha dan pengembangan bisnis Islami.
  • Mewujudkan tataruang lingkungan Islamic Center kota Lhokseumawe yang bernuansa Islami, indah, nyaman dan monumental.

Fungsi Islamic Centre Kota Lhokseumawe

  • Fungsi Takmir Mesjid ( Kemakmuran Mesjid )
  • Fungsi Pendidikan dan Latihan
  • Fungsi Sosial Budaya
  • Fungsi Informasi dan Komunikasi
  • Fungsi Pengembangan Bisnis yang Islami
  • Fungsi Pendukung Lainnya 

Fasilitas Islamic Centre Lhokseumawe

(1). Masjid Agung : Bangunan masjid Agung di komplek Islamic Centre Lhokseumawe ini terdiri dari bangunan tiga lantai, dua lantai sebagai area sholat dengan daya tampung ± 6000 jemaah di lantai satu dan ± 3000 jemaah di lantai dua. Ditambah dengan lantai basement. (2). Gedung Perpustakaan, berupa bangunan seluas 3662m2 mampu menampung 250 orang sekaligus, sebagai referensi bagi para peneliti / intelektual dan mahasiswa. (3). Mess / Wisma Tamu : berupa bangunan lantai dua, dengan sepuluh kamar tidur dengan kapasitas 2 orang per kamar untuk menampung tamu tamu dalamkegiatan dakwah. (4). Madrasah Diniyah : dengan dua belas ruang belajar, ditambah dua ruang laboratiorium dan satu ruang pustaka, mampu menampung 368 siswa.
Fasilitas Komplek Islamic Centre Lhokseumawe / Al Markaz Al Islamy :: (1) Masjid Agung, (2) . Gedung Perpustakaan, (4). Madrasah Diniyah, (5). Gerai Pedagang. (6). Musium Islam. (7). Gedung Serbaguna. (8). Kediaman Imam Besar. 
(5). Gerai gerai (kios kios), terdiri dari 20 kios makanan / kantin serta tujuh took souvenir, toko buku, ATK & fotokopi, Boutique, wartel, warnet dan lain lain. (6). Museum : museum ini dibangun sebagai wadah tempat penyimpanan benda benda budaya yang bernilai sejarah dan seni, terdiri dari ruang pamer tetap ruang pamer temporer dengan total luas keseluruhan mencapai 1.112 m2(7). Gedung Serbaguna, yang dapat dipergunakan sebagai ruang pertunjukan, kesenian dan olahraga dengan daya tampung mencapai 2.200 orang. dan (8). Rumah Imam besar, untuk kepentingan kesejahteraan imam besar agar tugas tugas dapat berjalan lancar.

Latar Belakang dan Tujuan Pembangunan  Islamic Center Kota Lhokseumawe

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam atau yang lebih di kenal dengan sebutan Islamic Center (al-Markazul Islami) yang berdiri tepat di pusat Kota Lhokseumawe, merupakan sebuah Ikon baru wilayah  Samudra Pase sebagai pusat Konsentrasi Baru Untuk mewujudkan kembali kejayaan dan Peradaban Islam Yang terbenam di wilayah Negara Islam Pertama di Asia Tenggara.

Masjid Islamic Centre Lhokseumawe, dari gambar rancangan masjid pada foto atas dan foto bangunan masjid saat ini hanya menaranya saja yang belum dibangun.
Sejarah kebesaran Kesultanan Samudera Pasai sampai ke kesultanan Aceh Darussalam hingga niat untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban Islam menjadi latar belakang utama dibangunnya Islamic Center Lhokseumawe ini. menilik sejarah Rosulullah S.A.W ketika beliau hijrah ke Madinah pun, hal pertama yang beliau bangunan adalah Masjid. Semua itu memberikan pelajaran kepada kita betapa pentingnya peran masjid bagi kehidupan muslim.

Sejarah Singkat Kerajaan Islam Samudra Pasai

Wilayah Pase’ merupakan sebuah daerah bekas kerajaan Islam samudra Pasai atau Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera Pasai, atau Samudera Darussalam, kerajaan Islam di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, sekarang ini. Didirikan oleh Meurah Silu, bergelar Malik al-Saleh, sekitar tahun 1267 dan Sultan Malik as-Saleh menjadi Raja pertamanya, Sultan Malik as-Saleh wafat pada tahun 696H/1297M dan kekuasaannya diteruskan oleh Sultan Malik at-Thahir putra tertua beliau yang sangat kental dengan nilai-nilai peradaban  Islam.

Meski belum selesai seluruhnya Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe sudah dipakai untuk aktivitas sholat termasuk penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1430H/2009 lalu. Ribuan Jemaah memadati masjid ini di dalam dan diluar masjid. Berdirinya Masjid ini menjadi berkahbaru bagi warga Lhokseumawe setelah tahun tahun sebelumnya warga menyelenggarakan sholat Ied di lapangan Hiraq disamping Masjid ini.
Eksistensi peradaban Islam di kesultanan Samudera Pasai dicatat dalm jurnal perjalanan Marco Polo yang telah singgah di pulau Sumatra Tahun 1292, lalu dilanjutkan dengan catatan dari Abu Abdullah ibnu Batuthah (1304–1368), seorang musafir Maroko yang singgah di Samudera tahun 1345 di dalam kitabnya Rihlah ilal-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) juga menyebutkan bahwa Sultan Malik az-Zahir di negeri Samatrah yang menyambutnya dengan penuh keramahan dan penduduk Muslim Samatrah (Samudera) yang menganut Mazhab as-Syafi’I serta Pemimpinnya yang sangat Alim dan Shaleh.

Samudra Pasai juga memiliki relasi cukup luas dengan kerajaan luar. Pada masa jayanya, Pesisir samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam (Thailand), Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam serta berbagai disiplin ilmu yang tidak sedikit pada masanya dimana masjid sebagai sentrumnya.

Satu Masjid Dua Jemaah ::: Masyarakat kota Lhokseumawe dan sekitarnya merayakan Idul Adha atau hari raya Kurban pada hari Rabu 17/11/2010 sesuai dengan penetapan pemerintah di Masjid Agung Islamic Centre, Lhokseumawe. Sehari sebelumnya (16/11/1010) Sekitar seribu umat muslim Muhamadiyah telah lebih dulu menyelenggarakan sholat Idul Adha di masjid ini juga. (foto ANTARA).
Tidak hanya kegemilangan itu, kerajaan juga telah melahirkan kehidupan budaya yang menghasilkan karya tulis yang baik. Sekelompok minoritas kreatif berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam, disebut dengan bahasa Jawi, dan hurufnya disebut Arab Jawi. Huruf ini yang digunakan oleh Syaikh Abdurrauf al-Singkili untuk menuliskan buku-bukunya. juga berkembang ilmu tasawuf. Menunjukkan peran yang telah dimainkan oleh Samudera Pasai dalam posisinya sebagai pusat tamadun Islam di Asia Tenggara dan Dunia Islam.

Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Malik al-Dhahir banyak para pedakwah Islam yang dikirim oleh kerajaan untuk menyebarkan Islam keseluruh Melayu dan Nusantara. Sultan Ahmad Syah di Malaka (Tanah Melayu) telah memeluk Islam dan menikahi putri Raja Samudra Pase, dan beliau dikenal dengan sebutan Sultan Iskandar Syah (1324-1444 M), Kerajaan Islam Samudra Pasai Juga mengirimkan Da’i ke Barus di Pantai Barat Pulau Sumatera dan bagian Timur Pulau, Sampai ke penduduk Aru, sehingga Kerajaan Batak di Sumatra Utara Memeluk agama Islam.

Pada tahun 1524, Kerajaan Islam Samudera Pasai berada di bawah pengaruh Kesultanan Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam. Saat itu, Kesultanan Aceh dipimpin oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Setelah sekian lama, pada akhirnya kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya bersatu menjadi satu pada Kesultanan Aceh Darus Salam, seperti Tamiang dan Lamuri.


Kompilasi foto Islamic Centre Lhokseumawe
serial view islamic Centre Lhokseumawe
Lebih dekat 
Belum selesai seluruhnya dan masih banyak membutuhkan dana  
Meski belum seluruhnya selesai, Masjid Agung di Komplek Islamic Centre Lhokseumawe ini telah menunjukkan kemegahannya di malam hari

Referensi


------------------------------------------------

Thursday, July 26, 2012

Masjid Al-Saleh, Sana’a – Yaman


Masjid Al-Saleh Sana’a, Yaman (foto dari nationalgeographic.com)

Yaman, negeri yang begitu berpengaruh bagi masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia. Nama Hadramaut menjadi satu kota yang telah terpatri dalam sejarah Indonesia sebagai tempat asal ulama ulama besar tanah air. Sebuah peradaban kuno berupa kota metropolitan dengan gedung gedung pencakar langit tertinggi di zamannya yang dibuat dari tanah liat dan lumpur masih Eksis di Shibam dan Tharim, Hadramaut dan menjadi kota warisan budaya dunia Unesco.

Yaman memang salah satu negeri yang pertama kali menerima Islam sejak Rosulullah masih hidup. Adalah Ali Bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu yang memperkenalkan Islam ke tanah Yaman disekitar tahun 630-an. Dan keluarga Rosulullah juga yang kemudian memerintah di Negara itu selama beberapa abad. Pengaruh peradaban Islam di Yaman kemudian turut mewarnai masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia.

Peta Lokasi Republik Yaman
Sebuah Masjid megah berdiri di Kota Sana’a, ibukota Republik Yaman. Berdiri megah di kawasan bukit kota tua Sana’a. kemegahannya menghadirkan kebanggaan baru bagi warga Yaman meskipun di awal proyek pembangunannya sempat menuai kontroversi dan protes dari banyak kalangan sebagai akibat dari kondisi Negara yang ‘dianggap’ tidak tepat untuk membangun sebuan bangunan mescusuar yang begitu mahal.

Lokasi Masjid Al-Saleh

Masjid Al-Saleh merupakan masjid terbesar di Republik Yaman, berada di distrik Al-Sabaeen, disisi selatan  Al Sabeen Maternal Hospital, kota Sana’a, Ibukota Yaman, Masjid Al-Saleh berfungsi sebagai Masjid Nasional Yaman. Nama Masjid Al-Saleh ini diambil dari nama presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh

Koordinat Geografi :
WGS84 15° 19′ 33″ N, 44° 12′ 28″ E
15.325833, 44.207778           
UTM    38P 414958 1694521


View Al Saleh Mosque in a larger map

Sekilas Tentang Islam di Yaman

Sejarah Islam di Yaman dimulai sekitar tahun 630-an ketika Ali Bin Abi Thalib R.A memperkenalkan Islam ke wilayah itu semasa hidup Rosullullah S.A.W, dimasa itu juga masjid pertama dibangun di Yaman yakni masjid di Al-Janad dan Masjid Agung Sana’a. Muslim di Yaman terbagi dua dalam komposisi yang nyaris sempurna, antara Suni dan Shi’ah. Muslim Suni nya pun terbagi dua dalam komposisi yang juga nyaris sama antara pengikut mazhab Syafe’I dan Mazhab Hanafi. Sedangkan penganut Shi’ah merupakan pengikut Shi’ah Zaidi, diikuti oleh Shi’ah Ja’fari dan Ismaili.

Muslim Suni kebanyakan menetap di daerah selatan dan tenggara. Shi’ah Zaidi menetap di kawasan barat daya sedangkan Shi’ah Ja’fari kebanyakan menetap di pusat kota di utara di kota Sana’a dan Ma’rib. Dan di kota kota besar kebanyakan komunitas ini bercampur baur satu sama lainnya. Muslim Shi’ah Zaidi yang tinggal di kawasan pegunungan utara mendomonasi bidang politik dan kehidupan budaya kawasan utara Yaman selama beberapa abad, namun seiring dengan unifikasi dua Yaman (utara dan selatan) menjadi Yaman Bersatu komposisi tersebut berubah secara dramatis.

Shibam, di Wadi Hadramaut, Yaman. Sebuah metropolitan di tengah gurun dari peradaban Islam tua  yang sudah berusia ratusan tahun lengkap dengan infrastruktur kota yang semuanya terbuat dari lumpur dan tanah liat, termasuk bangunan masjid masjid megah, salah satunya adalah masjid warna putih yang berada disisi kiri foto. Shibam masuk dalam warisan budaya dunia Unesco.
Namun demikian kehadiran mereka (Shi’ah Zaidi) di pemerintahan masih cukup kuat pengaruhnya terutama di kemiliteran bekas Yaman utara. Terkecuali untuk motivasi politik minoritas para tokoh agama yang tidak menyokong bahkan menentang kekerasan atas nama agama. Faham Wahabi dari Saudi Arabia dan sikap anti shi’ah Iraq para pendukung mendiang Saddam Husein cukup mempengaruhi pemerintahan. Ada sedikit pertikaian antara pemerintah Yaman dengan kekuatan utama Shi’ah Zaidi.

Dalam bidang pendidikan intervensi pemerintah sangat kuat terutama dalam hal pengajaran agama Islam dan tidak bagi agama lain, meskipun begitu warga muslim Yaman diperkenankan untuk menempuh pendidikan di sekolah swasta yang tidak mengajarkan Islam. Dalam upaya mencegah ideology dan faham ekstrimis di sekolah sekolah, pemerintah tidak mengizinkan bagi pelaksanaan kursus apapun yang dilaksanakan di luar dari kurikulum yang sudah di setujui oleh pemerintah dan mesti dilaksanakan di sekolah sekolah negeri ataupun disekolah sekolah swasta.
  
Masjid Al-Saleh di Sana'a - Yaman. Enam menara tinggi dengan multi kubah besar di atap masjid merupakan fitur utama masjid nasional Yaman ini (foto dari Panoramio)
Pemerintah Yaman menganggap bahwa semua sekolah yang tidak berizin resmi dari pemerintah telah menyimpang dari pendidikan resmi dan menjurus kepada ideologi militan. Akibatnya pemerintah telah menutup lebih dari 4500 institusi pendidikan tak resmi dan medeportasi mahasiswa mahasiswa asing yang belajar disana.

Pembangunan Masjid Al-Saleh

Masjid Al-Saleh selesai dibangun dan diresmikan pada hari Jum’at 21 November 2008 yang lalu bertepatan dengan bulan Ramadhan, menghabiskan dana sebesar US$60 juta dolar. Tak pelak pembangunan masjid ini mendapatkan kritikan pedas dari masyarakat Yaman mengingat dana yang dipakai begitu besar untuk membangun masjid ini sementara Yaman sendiri masuk dalam deretan negara termiskin di jazirah Arabia, belum lagi didera oleh konflik bersenjata, tindak terorisme, dan kemiskinan, ditambah lagi kenyataan bahwa di lokasinya berdiri di kawasan kota tua Sana’a yang sudah terdapat 100-an masjid, sehigga pembangunannya dinilai mubazir.

Masjid Al-Saleh saat dalam proses pembangunan dari selembar foto panoramio tahun 2005
Kondisi negara Yaman memang cukup memprihatinkan, merujuk pada laporan dari badan pangan PBB (Food & Agricultural Organization – FAO) tahun 2006 menyebutkan bahwa 37% penduduk Yaman hidup dibawah garis kemiskinan dan parahnya lagi 37% dari 22 juta penduduknya mengalami kekurangan pangan. Situasi diperburuk lagi dengan melangitnya harga pangan sebagai akibat dari sebagian besar kebutuhan gandum negeri itu harus di impor dari luar negara,

Belum lagi bencara alam mematikan seperti badai tropis yang menerpa negeri itu pada 24 Oktober 2011 lalu menyebabkan lebih dari 20 ribu jiwa kehilangan tempat tinggal akibat rendaman banjir dari bencara tersebut. sumber pendapatan negeri itu yang sebagian besar dari ekspor minyak disebut sebut oleh banyak pengamat terlalu besar dialokasikan bagi pembelian senjata dan pembiayaan keamaanan dan pertahanan. Yaman memang negeri yang bari lahir kembali paska perang saudara panjang antara Yaman Utara dan Yaman Selatan dan baru berahir pada bulan Juli dengan perdamaian dan bergabungnya kembali dua negara berseteru itu sebagai Republik Yaman bersatu.

Aerial View Masjid Al-Saleh Sana'a - Yaman, just like rise up from the desert (foto dari panoramio)
Meski begitu, ketika bangunan ini selesai dibangun, masjid ini benar benar terlihat berdiri megah di tengah kota Sana’a, apalagi bila dipandang dari puncak bukit kawasan kota tua Sana’a, memberikan sedikit kebanggaan bagi muslim disana dan menjadi landmark baru bagi kota Sana’a. Masjid Al-Saleh tidak saja dibangun sebagai simbok kekuatan Islam dan Yaman karenanya material yang dipilih dan digunakan untuk membangun masjid inipun menggunakan material yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi cuaca yang ekstrim sekalipun.

Arsitek nya merancang masjid ini dengan arsitektural Yaman memberikan masjid ini keindahan yang luar biasa dan menjadikannya salah satu objek wisata menarik bagi warga dan muslim di kotaSana’a. pembangunan masjid ini diperintahkan langsung oleh presiden Yaman  karenanya masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai Masjid Presiden.

Fasad depan Masjid Al-Saleh dalam siraman cahaya lampu malam hari menghasilkan bias ke-emasan yang begitu megah
Arsitektural Masjid Al-Saleh

Keseluruhan bangunan masjid menempati area seluas 27.300 m2 dengan tinggi sekitar 24 meter, dilengkapi dengan Fakultas Pelajaran Islam dan Ilmu Pengetahuan Qur’an, pekarangan yang luas, toiet dan area berwudhu di lantai underground, area parkir serta kawasan hijau. Ruang utama masjid berukuran 13.596 meter persegi, daya tampung keseluruhan masjid ini termasuk area pelatarannya yang luas dan ruang khusus untuk jemaah wanita di lantai atas, mampu menampung hingga 44 ribu jemaah sekaligus.

Fitur utama eksterior Masjid Al-Saleh ini berupa enam menara tinggi masing masing setinggi 100 meter. Dan kubah kubah besar di atap masjidnya, Kubah utama berdiameter 28 meter dengan tinggi 22 meter, Pada atap utama terdapat lima kubah, dan empat di antaranya berdiameter 15,6 m serta tinggi 20,35 m di atas atap masjid. Sedangkan kubah yang tersisa memiliki diameter 27,4 m serta tinggi 39,6 m di atas atap.


Untuk akses ke masjid disediakan 10 pintu di sisi timur dan barat serta 5 pintu di sisi selatan ke arah pekarangn kiri masjid, pekarangan Islamic Shari’a College dan area berwudhu. Keseluruhan bangunan ini dibangun dengan memenuhi semua standard keamaan bangunan berstandar internasional. Pintu pintu di masjid ini begitu besar setinggi 22.86 meter (75 kaki) terbuat dari kayu jati Birma kualitas tinggi dari lengkap dengan ukiran dari tembaga.

Sebuah lampu gantung dari kaca berukuran sangat besar dalam gaya bohemia menggantung dari kubah utama di ruang dalam masjid. Gaya arsitektur Yaman sangat kental di sisi dalam masjid dengan langit langit dari kayu oak Amerika pilihan, sedangkan hamparan karpetnya dibuat di Turki menggunakan woll domba dari Selandia Baru.

Pemandangan Masjid Al-Saleh ditengah gemerlap lampu malam hari kota Sana'a (foto dari cipe.org)
Beragam gaya arsitektural asli Yaman digunakan dalam rancangan masjid ini termasuk rancangan tembok hingga dekorasi atap. Struktur utama bangunannya dibangun menggunakan cor beton bertulang, semen cor asli Yaman yang terkenal reputasinya dalam hal kualitas.

Presiden Saleh memang memerintahkan penggunaaan material lokal seluruhnya untuk material yang bersumber dari batu alam termasuk semen dan lainnya. Inspirasi utama dari pembangunan masjid ini adalah menjembatani jurang pemisah antara peradaban kuno Yaman dengan kaidah teknologi arsitektural modern, serta dengan cermat mengintegrasikan warisan budaya masa lalu dengan semua inovasi baru.

Interior Masjid Al-Saleh, Sana'a - Yaman
Masjid Al-Saleh dilengkapi dengan sistem penyejuk udara tersentral dan sistem pemadam kebararan modern, juga sistem tata suara dan teknik televisi yang canggih di perpustakaan manuskrip modern yang menjadi bagian dari masjid nasional Yaman ini. Beragam seni arsitektur dan peradaban asli yaman digunakan di masjid ini termasuk beragam kaligrafi ayat suci Al-Qur’an yang menghias dinding bagian dalam masjid menghasilkan karya seni bangunan yang tak hanya megah tapi juga menjadi sebuah mahakarya seni dalam wujud bangunan masjid.

Rangkaian kubah kubah besar di Masjid Al-Saleh Sana'a, mengagumkan
dan ini adalah cerita lain dibalik kemegahan masjid presiden Al-Saleh. Paska bersatunya kembali Yaman Utara dan Yaman Selatan menjadi Republik Yaman (bersatu) penduduk kota Sana'a membengkak berkali lipat, ketegangan dengan Saudi Arabia membuat ratusan ribu pekerja Yaman kembali ke tanah air, ditambah lagi dengan ratusan ribu warga Yaman yang selama ini hidup di pengungsian di negara negara teluk juga kembali ke tanah air, akibatnya kota Sana'a menjadi  satu satunya ibukota negara dunia yang pernah mengalami krisis air bersih bagi warganya.
menepis semua kontroversi ditengah warganya sendiri, Presiden Al-Saleh berhasil mewujudkan masjid megah kebanggaan Nasional, masjid ini menjadi bangunan kesekian yang dinamai dengan namanya setelah bangunan stadion dan bangunan bangunan nasional lainnya. Belum diketahui apakah bangunan bangunan nasional itu akan tetap mempertahankan nama Al-Saleh paska kejatuhannya dari tampuk kekuasaan sebagai buntut dari demonstrasi besar besaran warga Yaman tahun lalu.
Interior Masjid Al-Saleh, begitu kental dengan budaya Yaman. langit langit bangunan di buat dari kayu berukir bermutu tinggi dengan ukiran yang begitu indah. 
sedikit gambaran keindahan interior Masjid Al-Saleh.
dan ini beberapa rekaman keindahan Masjid Al-Saleh di siang dan malam hari

Referensi

en.wikipedia – saleh mosque
facebook.com – al-saleh mosque

-------------------------------

Baca Juga


Saturday, July 21, 2012

Hari Pertama Ramadhan 1433H di Berbagai Negara


Ramadhan 1433H di berbagai negara
Bulan Suci Ramadhan begitu dinanti nanti oleh ummat Islam seluruh dunia dari Maroko hingga Maraoke, beragam kemeriahan dengan tradisi masing masing Negara memberikan keindahan dalam menyambut dan menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Berikut rekaman foto kemeriahan Ramadhan di berbagai Negara dunia termasuk di Indonesia.

Indonesia

sholat Tarawih Pertama di Masjid Istiqlal Jakarta Jum’at Malam Sabtu 20 Juli 2012 (asianimage.co.uk
Malam pertama Ramadhan di Masjid Cheng Ho Surabaya (demotix.com)
Seorang pengurus masjid Cheng Ho Surabaya sibuk menyiapkan sajadah pandang dalam persiapan tarawih pertama (demotix.com)

Inggris

 London Menjadi tuan rumah Olimpiade kedua yang diselenggarakan pada bulan Ramadhan setelah Olimpiade Mosque tahun 1980. Lokasi dimana stadion Olimpiade London berdiri merupakan salah satu kawasan di kota London dengan komunitas muslim yang cukup tinggi. Hari Jum’at kemaren ratusan muslim menyelenggarakan Sholat Jum’at berjemaah di lapangan kawasan hunian tak jauh dari kantor pusat BBC London. (nemdil.co.uk)
Masjid London Timur / East London Mosque, Inggris di padati Jemaah di malam pertama Ramadhan 1433H yang di Eropa di mulai di hari Jum’at 20 Juli 2012 (demotix.com)
  
Mesir

Presiden Mesir Muhammad Mursi, yang baru dilantik menjadi presiden Mesir pertama dari kalangan sipil yang terpilih secara demokratis pertama kali sejak  demonstrasi besar besaran di Mesir menuntut pengunduran diri Presiden Mubarak. Presiden Mursi menyempatkan diri pulang ke kampung Halamannya di Zagazig di delta sungai Nil, melaksanakan Sholat Jum’at di hari pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012. Mursi merupakan tokoh dari Ikhwanul Muslimin, Organisasi Islam yang didirikan oleh Mendiang (Insya Alloh Sahid) Hasan Albana. (indonesiakatakami.wordpress.com)
di kota Kairo – Mesir, bulan Ramadhan identik dengan festival lentera atau Fanoos Ramadhan, seperti tampak di pasar Khan el-Khalili – Kairo pada 20 Juli Lalu, begitu meriah dengan aneka ragam lentera yang dijajakan. (daylife.com)
Jemaah muslim Mesir sedang beristirahat di dalam Masjid Amru Bin Ash di Kairo Mesir di hari pertama bulan suci Ramadhan. (daylife.com)

Yordania

Sehari menjelang hari pertama Ramadhan 1433H, 19 Juli 2012 semarak dengan aneka lampu hias warna warni di seantero kota Amman, Ibukota Yordania (yahoo.com)
seorang pria tengah sibuk menata lampu hias aneka bentuk di kota Amman, sehari menjelang Ramadhan 1433H (yahoo.com)

Palestina

19 Juli 2012 malam hari, Seorang bocah Palestina bermain dengan kembang api merepleksikan kegembiraannya menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1433H. (yahoo.com)
Palestina juga tak ketinggalan dengan persiapan menyambut Ramadhan 1433H, dua orang pekerja tengah memasang terpal pelindung di tenda di dekat Dome of The Rock di komplek Masjidil Aqso, Al-Quds (Jerusalem Timur) Palestina (yahoo.com)
 Ramadhan di Nablus – Palestina (facebook.com)
komplek Masjidil Aqso di hari Pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012. (facebook.com)
komplek Masjidil Aqso di hari Pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012. (facebook.com)
komplek Masjidil Aqso di hari Pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012. (facebook.com)
seorang warga Palestina sedang sholat di komplek Masjidil Aqso di hari Pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012. (facebook.com)
Komplek Masjidil Aqso di hari Pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012. (facebook.com)
hari pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012 tak mengentikan bentrokan antara anak anak Palestina dengan pasukan bersenjata Israel seperti yang terjadi di desa Kfar Qaddum dekat dengan kota Nablus, Tepi Barat yang dikuasai tentara pendudukan Israel. (facebook.com)
  
Saudi Arabia

Saudi Arabia menyiagakan setidaknya 10 ribu pasukan pertahanan sipil kota Mekah dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah yang membanjiri masjidil Harom selama bulan suci Romadhan 1433H. (arabnews.com)
pekerja bangunan sibuk menyelesaikan tahap ahir perluasan Masjidil Haram menjelang bulan suci Ramadhan 1433H yang di Saudi Arabia jatuh pada 20 Juli 2012 di (saudigazette.com.sa)
Raja Abdullah juga memerintahkan penyelesaian segera proyek perluasan Masjidil Harom menyambut Ramadhan 1433H (al-masjid-al-haram.blogspot.ca)
seorang pekerja tengah menikmati buka puasa pertama di masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh, Ibukota Saudi Arabia 20 Juli 2012 chinadaily.com.cn/

Tajikistan

Jemaah di dalam Masjid Yacoub di malam pertama Ramadhan 1433 H (eurasianet.org)
Jemaah di dalam Masjid Yacoub di malam pertama Ramadhan 1433 H (eurasianet.org)

Mexico

seperti berbagai belahan bumi lainnya, muslim di Mexico City juga menyelenggarakan sholat Jum’at pertama di Bulan suci Ramadhan 1433H yang jatuh pada 20 Juli 2012. chinadaily.com.cn

Aljier

seorang pengurus masjid tengah sibuk membersihkan ruang sholat utama di masjid Houda di Algiers, pada hari pertama Ramadhan 1433H, 20 Juli 2012 photoblog.msnbc.msn.com

Pakistan

Sementara di Pakistan di hari pertama Ramadhan 20 Juli 2012 sekelompok muslim melaksanakan sholt asyar di pinggir jalan kota Islamabad photoblog.msnbc.msn.com

Thailand

hari pertama bulan suci Romadhan di Thailand Selatan diwarnai dengan ledakan Bom di kota Sungai Golok, propinsi Narthiwat, Thailand Selatan pada hari Jum’at 1 Ramahdan 1433H / 20 Juli 2012 bakersfieldnow.com***