Wednesday, June 20, 2012

Masjid Al-Rashid Edmunton, Masjid Pertama di Kanada


Masjid Al-Rashid, Canada Islamic Center (foto dari webshot.com)
Masjid Al-Rashid Islamic Center Kanada di Edmunton merupakan masjid yang pertama kali dibangun di Wilayah Kanada, sekaligus merupakan organisasi Islam terbesar di Edmunton. Bangunan asli Masjid Al-Rashid pertama kali diresmikan pada tahun 1938. Penyelenggaranya adalah wali kota Edmunton John Wesley Fry, seorang keturunan Arab-Kristen. Di sanalah sebuah pandangan multi keagamaan Kanada dimulai, ketika wali kota Edmonton hadir dalam acara itu bersama sama dengan masyarakat dari beragam agama. Peresmian masjid tersebut turut dihadiri oleh Yusuf Ali, seorang sarjana Muslim Lebanon yang terkenal sebagai penerjemah Al-Quran yang paling banyak digunakan dalam bahasa Inggris.

Di tahun 1982 bangunan baru Masjid Al-Rashid selesai dibangun untuk menggantikan fungsi masjid lama Al-Rashid yang sudah terlampau kecil untuk menampung aktivitas jemaah yang kala itu jumlahnya sudah membengkak berkali lipat. Dan di tahun 1991 bangunan asli Masjid Al-Rashid dipindahkan dari lokasi aslinya ke lokasinya sekarang di dalam Fort Edmunton Historical Park tahun 1991 dan selesai direstorasi tahun 1992. Bangunan asli masjid Al-Rashid itu kini berdiri megah bersama sama dengan berbagai bangunan bersejarah Edmunton lainnya yang sengaja di relokasi ke taman sejarah tersebut sebagai warisan sejarah Kanada.

Lama dan Baru ::: sebelah kiri adalah bangunan asli Masjid Al-Rashid, kini di konservasi di Taman Sejarah Kota Edmunton (Fort Edmunton Historical Park), sedangkan disebelah kanan adalah Bangunan Masjid Al-Rashid yang kini berdiri megah menggantikan masjid lama.
Bangunan baru masjid Al-Rashid yang kini berdiri sama sekali berbeda dengan bangunan masjid Ar-Rashid sebelumnya. Dibangun dengan arsitektural masjid Universal, sebuah bangunan masjid yang biasa kita kenal lengkap dengan kubah besar dan sebuah menara tinggi terpisah dari bangunan utama serta ditopang dengan berbagai fasilitas pendukungnya sebagai sebuah Islamic Center. Sedangkan bangunan asli Masjid Al-Rashid lebih mirip sebuah Gereja dibandingkan sebuah masjid.

Alamat dan Lokasi Masjid Ar-Rashid

Canadian Islamic Centre (Al-Rashid)
13070 – 113 Street, Edmonton, Alberta T5E 5A8, Canada
Tel: (780) 451-6694
Fax: (780) 452-1243
Koordinat geografi : 53°30′N 113°34′W


Mengingat bahwa masjid Al-Rashid adalah masjid pertama di Kanada dan kawasan Amerika Utara, ada baiknya kita sedikit mengenal tentang sejarah masuknya Islam ke Kanada untuk memberikan gambaran komprehensif tentang Masjid Al-Rashid, Komunitas muslim Kanada serta sejarah dan latar belakangnya. Karena sejarah sebuah masjid tak lepas dari sejarah komunitas muslim tempatnya berdiri.

Masuknya Islam Ke Kanada

Sejarah Masjid Al-Rashid tidak saja mengukir sejarah sebagai masjid pertama di Kanada dan Kawasan Amerika Utara tapi juga mengukir sejarah perjuangan muslimah Kanada. Sejak pembangunan di tahun 1938 hingga ke masa preservasi bangunan bersejarah tersebut di tahun 1992, Masjid Al-Rashid telah menjadi sumber kebanggaan komunitas muslim kanada sebagai sebuah tempat dimana sebuah tradisi pantas untuk dijaga dan dirayakan. Semuanya bermula dari imigran Arab pertama ke Kanada di tahun 1882.

Dulu dan Sekarang ::: foto sebelah kiri adalah bangunan Masjid Al-Rashid sekitar tahun 1938 dilokasi aslinya. Foto sebelah kanan, bangunan masjid yang sama setelah di relokasi ke Taman Sejarah Kota Edmunton (Fort Edmunton Historical Park)
Sebagian besar dari imigran arab tersebut berasal dari Suriah, dan kebanyakan dari mereka merupakan anak anak muda yang menghindar dari wajib militer di era kekuasaan Emperium Usmaniah (Otoman Empire) yang berpusat di Istambul, Turki. Rata rata mereka adalah masyarakat Kristen, dan hanya sebagian kecil saja yang beragama Islam, sebagian besar kemudian menetap di kawasan timur Kanada namun kemudian beberapa pindah ke kawasan barat. mereka bekerja sebagai pedagang keliling dan sebagian lagi bahkan mencapai wilayah paling ujung kawasan barat yang kemudian dikenal sebagai kawasan Canada's western frontier.

Sejarawaran Gilbert Johnson menyebut para pedagang keliling imigran Suriah ini sebagai sesuatu yang paling dominan di kawasan pemukiman paling barat Kanada kala itu. Pedagang keliling yang benar benar berkeliling berjalan kaki memanggul barang dagangannya di pundak dan beberapa dagangan kecil ditenteng di tangan kiri dan kanannya. Tapi kebanyakan mereka menggunakan kuda dan kereta kecil di musim panas atau dengan kereta luncur di musim dingin. Mereka berkelanan melintasi padang rumput di  rute yang selalu sama.

selembar foto lama suasana sholat berjamaah di dalam masjid lama Al-Rashid
(foto dari omnibc.ca)
Di penghujung 1920-an keluarga muslim tersebar di berbagai tempat di Alberta, Edmunton. Mencari nafkah sebagai pedagang hingga pedagang toko. Jumlah muslim yang tak terlalu banyak di kota itu membuat mereka saling mengenal dengan baik satu dengan yang lainnya. Sensus penduduk di tahun 1931 tercatat 645 muslim diantara 10,070 warga arab-Kanada. Sebagian besar dari mereka menetap di propinsi kawasan barat di Ontario dan Quebec.

Sejarah Pembangunan Masjid Al-Rashid

Hasil perjuangan Muslimah Kanada

Pendiri Dewan Muslimah Kanada tahun 1982, Lila Fahlman menceritakan tentang sejarah Masjid Al-Rashid. Di awal tahun 1930-an beliau masih belia, ketika keluarga muslim saat itu memperbincangkan tentang pembangunan masjid pertama disana, muncullah Hilwi Hamdon, seorang muslimah yang berkepribadian begitu menarik dan diterima di kalangan manapun. Hilwi Hamdon bersama temannya yang kemudian melobi walikota Alberta, John Wesley Fry untuk mendapatkan sebidang lahan bagi pembangunan masjid untuk muslim kota tersebut. John Wesley Fry adalah seorang keturuan imigran Arab Kristen. John Wesley Fry sempat berujar “kalian tidak punya uang untuk membangun masjid” namun dengan cepat Hilwi Hamdon dan rekannya menjawab “kami akan dapatkan uangnya”.

Sebuah catatan sejarah dipasang di depan bangunan asli Masjid Al-Rashid di Fort Edmunton Historical Park (foto dari Iqra.ca)
John Wesley Fry setuju untuk menyediakan lahan bagi pembangunan masjid yang diinginkan, apabila kaum muslimin memang memiliki dana yang cukup untuk membangun masjid dimaksud. Kala itu mereka membutuhkan dana setidaknya $5000 dolar, angka yang begitu berat di kondisi depresi yang teramat dalam ketika itu. Penggalangan dana dimulai, mereka mendatangi satu persatu setiap toko di sepanjang ruas jalan Jasper Avenue, ruas jalan utama Edmunton. Tak peduli apakah pemilik toko nya seorang Yahudi, Nasrani atau Muslim. Para muslimah ini meminta mereka untuk memberikan dukungan bagi pembangunan masjid tersebut. dan Alhamdulillah, komunitas kota itu sangat mendukung. Berdirilah Masjid Ar-Rashid yang dibangun dari dana sumbangan tiga pemeluk agama samawi.

Masalah kecil muncul saat akan mencari arsitek untuk merancang bangunan masjid yang akan dibangun, para pengembang di sana tak satupun yang mengenal bangunan masjid, jangankan mengenal, mereka bahkan belum pernah melihat seperti apa gerangan bangunan masjid. Para muslimah tersebut pada ahirnya memilih arsitek Kanada-Ukraina bernama Mike Drewoth dan mengatakan padanya “kami ingin membangun tempat ibadah”. Setelah serangkaian diskusi, Drewoth membuat sebuah rancangan masjid terbaik yang dia bisa, “sebuah bangunan yang lebih mirip Gereja Ortodok Rusia dibandingkan sebuah bangunan masjid yang dikenal secara umum”.

bangunan asli ::: begini bentuk asli bangunan Masjid Al-Rashid (foto dari cafaedmonton.ca)
Bangunan tersebut berupa bangunan memanjang dengan pintu utama di salah satu sisinya lengkap dengan tangga, dilengkapi ruang terbuka yang besar di dalamnya benar benar mirip sebuah gereja, namun jendelanya dibentuk berlengkung dan dilengkapi juga dengan dua ruang kecil tempat berwudhu, ruang basement (bawah tanah) untuk kegiatan sosial dan dibuatkan dua menara berdenah segi delapan dengan kubah bawang bewarna perak dipasangkan di atasnya lalu dipasang simbol bulan sabit dibagian puncaknya untuk menegaskan bahwa bangunan tersebut adalah bangunan masjid bukan gereja. Meski dibangun sangat mirip dengan sebuah gereja ortodok, komunitas muslim setempat sangat bangga dengan masjid pertama mereka dan dengan sangat antusias menyumbangkan lampu lampu gantung dan karpet.

Peresmian Masjid Al-Rashid

Pembangunan masjid tersebut sudah selesai dilaksanakan pada bulan November 1938, sebuah upacara pemakaman bagi Ali Tarrabain, yang di sholatkan di masjid yang baru saja selesai dibangun itu menjadi sholat jenazah yang pertama kali diselenggarakan di masjid Al-Rashid, justru pada saat masjid tersebut baru saja selesai dibangun dan bahkan belum diresmikan penggunaannya. Peresmian masjid ini baru diselenggarakan sebulan kemudian.

Bangunan baru Masjid Al-Rashid Edmunton (foto dari alrashidmosque.ca)
Pada tanggal 12 Desember 1938 Masjid Al-Rashid secara resmi dibuka oleh Walikota Edmunton John Wesley Fry dan I.F Shaker, yang juga seorang Kristen Arab, walikota Hanna, Alberta. Diantara para tamu undangan turut hadir seorang penterjemah Al-Qur’an dari Pakistan bernama Abdullah Yusud Ali. Sebuah upacara peresmian masjid yang benar benar tak biasa, merefleksikan keberagaman di Kanada. Mengutip sambutan yang disampaikan oleh John Wesley Fry saat peresmian masjid tersebut, beliau mengatakan “sangat penting bahwa berbagai kalangan dari berbagai agama duduk bersama dengan sangat bersahabat satu dengan lain-nya”

Lebih dari tiga dekade, masjid kecil tersebut menjadi pusat aktivitas komunitas muslim setempat, termasuk perayaan pernikahan, pemakaman, dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dilaksanakan di ruang utamanya. Ruang basement nya digunakan sebagai pusat aktivitas sosial komunitas arab disana dari berbagai latar belakang agama. Ruang tempat bertemunya komonitas setempat dalam berbagai aktivitas komunal.

Sisi Depan Masjid Al-Rashid yang baru ::: jauh lebih besar dan megah serta lengkap dengan sarana pendukungnya sebagai sebuah Islamic Center (foto dari waymarking.com).
Setiap masjid memang menyimpan ceritanya sendiri, seperti halnya masjid mungil Al-Rashid ini. Pada awal penggunaannya jemaah muslimah melaksanakan sholat di shaf paling belakang tanpa penyekat, sampai suatu hari dipasang penyekat dari tirai bewarna hijau membagi ruangan sholat menjadi dua bagian. Sempat terjadi perdebatan kecil diantara komunitas, ada yang tak ingin menggunakan tirai sementara lain nya menginginkan dipasang tirai, namun ahirnya tirai tersebut tetap ditempatnya.

Konservasi Yang Mengharukan

Paska perang dunia ke dua, imigran arab mulai membanjiri Kanada ::: sekitar 50 ribu di tahun 1946 dan 1975, dengan persentase jumlah muslimnya yang lebih besar dari imigran sebelum nya. Di tahun 1980 komunitas muslim di Edmunton mencapai 16 ribu jiwa, membuat masjid Al-Rashid menjadi begitu kecil untuk dapat menampung jemaah nya yang benar benar telah membludak. Tiba waktunya untuk membangun masjid baru yang lebih besar. Di tahun 1982 bangunan lama Masjid Al-Rashid ditutup, seluruh aktivitas ke-Islaman yang tadinya dilaksanakan di Masjid itu dipindahkan ke bangunan Masjid Al-Rashid yang baru yang lebih besar dan lebih lengkap. Lebih dari sepuluh tahun bangunan masjid lama itu dibiarkan kosong tak dipakai dan terbengkalai ditempatnya, bersebelahan dengan Rumah Sakit Royal Alexandra Hospital.

ketika pertama kali Masjid Al-Rashid di buka tahun 1938, Muslim di Edmunton tak lebih dari 700 jiwa saja (foto dari wikipedia)
Ketika terjadi booming minyak bumi terjadi di tahun 1980-an, populasi Edmunton pun melonjak, di tahun 1988, Rumah Sakit Royal Alexandra berencana memperluas lahan parkirnya. Bangunan lama Masjid Al-Rashid yang terbengkalai terancam akan digusur karena memang sudah sangat lama terbengkalai. Komunitas muslim setempat mulai mempertimbangkan usaha untuk menyelamatkan bangunan tua tersebut, setelah lebih dari setengah abad pembangunannya kini bangunan lama Masjid Al-Rashid itu sudah menjadi bangunan bersejarah tidak saja bagi muslim Edmunton tapi juga bagi sejarah Kanada.

Masjid Al-Rashid Edmunton ditengah dinginnya musim salju yang membeku (foto dari anewlife.ca)
Penggalangan dana pun dilakukan namun dana yang dihasilkan tak mencukupi. Sampai kemudian Lila Fahlman melakukan pendekatan kepada CCMW yang bermarkas di Edmunton dan meminta CCMW untuk mengambil langkah langkah penyelamatan terhadap bangunan tua masjid Al-Rashid. Diantara para anggota CCMW terdapat Karen dan Evelyn Hamdon yang merupakan cucu dan cucu kemenakan Hilwi Hamdon, sosok muslimah yang dulunya menggalang dana bagi pembangunan masjid Al-Rashid.

Juga ada Mahmuda Ali, cucu dari Mary Saddy, teman dekat dari mendiang Hilwi Hamdon. Pada kesempatan itu Karen Hamdon sempat berujar “Bangunan lama masjid Al-Rashid memiliki keterikatan emosional yang sangat kuat dengan kita, Paman dan Bibi kita menjadi pasangan pertama yang melangsungkan pernikahan di masjid itu”. kelompok muslimah inilah yang kemudian meneruskan apa yang telah dilakukan pendahulunya, menggalang dana untuk menyelamatkan bangunan masjid pertama Kanada tersebut.

Kubah dan menara Masjid Al-Rashid dengan putihnya salju yang menempel di permukaannya (foto dari canada.com)
Terkumpul dana sebesar $75 ribu dolar cukup untuk mengangkut bangunan lama Masjid Al-Rashid ke kawasan taman Sejarah Kota Edmunton (Fort Edmunton Historical Park). Upaya para muslimah tersebut menggalang dana, ternyata hanyalah perjuangan awal bagi penyelamatan bangunan itu. tantangan berikutnya adalah meyakinkan para petinggi di kota itu untuk mengizinkan relokasi bangunan masjid ke taman sejarah kota.

Di tahun 1980-an Edmunton tak lagi memiliki area padang rumput yang luas seperti era sebelumnya, menjadi tak mudah untuk menempatkan bangunan masjid tua itu ke taman sejarah dengan bijaksana. Berbagai penolakanpun muncul ke permukaan, para penentang penempatan masjid ke taman kota berpendapat bahwa bangunan masjid tua itu bukanlah gedung bersejarah, tak tanggung tanggung bahkan dalam sebuah Jurnal terbitan Edmunton sempat menyebut “Fort Edmunton Park telah dipaksa untuk menerima sebuah penyusupan Kesejarahan”

Masjid Al-Rashid, Islamic Center Kanada
Namun ahirnya di tahun 1991, setelah tiga tahun menggalang dana dan membuat petisi, ahirnya atap bangunan lama Masjid Al-Rashid pun dibuka dan bangunan tersebut dengan hati hati di angkat ke atas sebuah truk pengangkut yang sangat besar. Dibawah sinar bulan, bangunan masjid tua itu dipindahkan ditengah kesunyian malam kota Edmunton yang tengah terlelap, menuju lokasi barunya. Mahmuda Ali dan Karen Hamdon mengikuti truk pengangkut itu dari belakang dengan kendaraan pribadi mereka berbagi setermos kopi panas demi mastikan dan melihat sendiri bangunan masjid bersejarah itu tiba ditujuannya dengan aman.

Hampir setahun lamanya bangunan masjid tersebut berdiri di taman kota tanpa atap. Menjadi tempat bersarangnya burung burung merpati diantara balok balok bagian atasnya. Sementara itu anggota anggota CCMW berupaya menggalang dana untuk melakukan restorasi terhadap bangunan masjid itu yang harus segera dipugar dan diberi atap sebelum musim dingin tiba.

Interior bangunan asli masjid Al-Rashid, mungil dan sederhana. hanya seukuran sebuah Mushola di kebanyakan kampung di Indonesia
Pada tanggal 28 Mei 1992 proses restorasi selesai dilaksanakan dan bangunan masjid tua tersebut kembali dibuka dalam sebuah upacara yang penuh haru. Para pemimpin kota memberikan penghormatan yang mendalam kepada para muslimah yang dulu telah membangun masjid tersebut dan bagi para muslimah keturunannya yang kemudian menyelamatkan bangunan tersebut dari kehancuran, Pada kesempatan tersebut Soraya Hafez, selaku presiden CCMW berujar “sekarang masjid bersejarah kita ada disini,  Masjid ini seolah berkata bahwa Kita Ada disini".

Lembaga Lembaga Milik Masjid Ar-Rashid

Edmonton Islamic Academy (EIA)

Sebagaimana dijelaskan di www.islamicacademy.ca, EIA dibentuk sebagai sebuah keharusan demi mencetak generasi Islami. Siswa di akademi ini berasal dari berbagai kalangan etnis dan latar belakang budaya. EIA menyelenggarakan pendidikan berbagai tingkatan mulai dari Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar Islam (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga studi bahasa Arab dan Ilmu Islam.

Edmunton Islamic Academi

Islamic Investment Corporation (IIC)

Islamic Investment Corporation (IIC) merupakan perusahaan patungan antara Arabian Muslim Association (51%) dan Islamic Call Society of Libya (49%). Perusahaan yang bergerak dibidang estate properti. IIC menjalankan berbagai bidang bisnis yakni : Al Rashid Apartment (32 suites) berada di 13016 – 113 Street, Castle Apartment (17 suites) di lokasi 11309 – 132 Ave dan dua bangunan gedung diseberang Masjid.

Al Rashid Youth & Sports Club

Lembaga ini menyediakan sarana bagi kaum muda muslim Edmunton dan Kanada dari berbagai umur dan memfasilitasi aktivitas kaum muda disana dalam berbagai aktivitas positif yang sesuai dengan ajaran Islam melalui berbagai program yang dikelola dengan baik, aktivitas aktivitas tersebut adalah : Sport teams termasuk Sepak Bola. hockey, basketball, volleyball, tenis meja dan lain lain, lalu ada Islamic days, acting, menyanyi, Eid contests dengan mengadakan lomba lomba penulisan puisi, menulis cerita, pidato, menggambar dan sebagainya. Penyelenggaraan berbagai turnamen dan segudang aktivitas kreatif lainnya.

Jemaah di dalam Masjid Al-Rashid Edmunton - Kanada
Salah satu program kepemudaan terbaru di Masjid Al-Rashid yang cukup menarik adalah program yang mereka sebut sebagai Program Cahaya Jum’at Malam (Friday Night Light-FNL) dalam program yang diselenggarakan setiap hari Jum’at antara pukul 6 hingga pukul 9 malam ini, para remaja laki laki muslim yang berumur antara 12 hingga 16 tahun di ajak besama sama dalam acara yang bersuasana religius untuk menanamkan persaudaraan, spiritualitas, rasa hormat serta kebugaran fisik. Layaknya acara untuk remaja, segala urusan menyangkut acara ini juga dapat mereka ikuti perkembangan nya melalui situs jejaring sosial di internet.

Islamic Funeral Society

Islamic funeral services ini adalah layanan penyelenggaraan jenazah yang diselenggarakan di Masjid Al-Rashid, termasuk pemandian, pengkapanan, pemakaman hingga pengurusan administrasinya ke pemerintahan, termasuk pengurusan izin pemakamannya. Masjid juga menyediakan jasa transfortasi dari rumah sakit ke masjid hingga ke pemakaman serta tentu

suasana di pekarangan Masjid Al-Rashid, persiapan prosesi pemakaman seorang jemaah yang di sholatkan di Masjid ini.
Layanan Pernikahan

Selain menyelenggarakan sholat fardhu lima waktu termasuk sholat fardhu Jum’at dan dua hari raya (idul Fitri dan Idul Adha), Masjid Al-Rashid menyediakan layanan penyelenggaraan pernikahan. Termasuk di dalamnya penyelenggaraan akad nikah dibawah bimbingan langsung Imam Masjid Al-Rashid, Sheikh Mustafa Khattab, Akta Nikah (surat nikah) hingga penyelenggaran resepsinya secara Islami.

Foto Foto Masjid Al-Rashid

Masjid Al-Rashid dengan pekarangannya yang tertutup salju


Referensi

alrashidmosque.ca - history of al-rashid mosque
edmontonmuslims.com – edmonton mosques
en.wikipedia.org – al rashid mosque
ijnap.wordpress.com – islam di kanada
saudiaramcoworld.com - Canada's Pioneer Mosque
wikipedia  – islam in canada

--------------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid Masjid Amerika Utara Lain-nya
           

No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA