Saturday, October 15, 2011

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola, Malta

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola - Malta (foto dari Maltashipphotos)
Malta, negara yang mungkin bagi banyak orang Indonesia terdengar asing ditelinga. Negara Malta adalah sebuah negara pulau di laut mediterania. Laut mediterania sendiri merupakan laut yang berada diantara benua Eropa dan benua Afrika, Malta menjadi salah satu Negara terkecil di dunia dengan luas daratan keseluruhan tiga pulaunya itu hanya 246km2. Bandingkan dengan luas Kota Ternate (250km2) Ibukota Maluku Utara. Dan Kota Tarakan (250km2) di Kalimantan Timur.

Malta merupakan salah satu Negara paling Katholik di dunia. Namun begitu di Negara pulau ini telah berdiri satu bangunan Masjid yang cukup megah di kota Paola. Itu sebabnya masjid ini disebut Masjid Paola. Selain sebagai masjid, di areal tersebut juga diberdiri sekolah Islam dan pemakaman umum Muslim pertama di Malta.

Lokasi Malta di peta Dunia (peta dari Wikimedia.org
Paola merupakan kota perdagangan di Malta, hanya terpisah 5 kilometer dari kota Valletta, ibukota Malta. Masjid Paola yang dalam bahasa setempat disebut moskee. Merupakan satu satunya masjid di Negara Malta. masjid ini juga menjadi satu satunya symbol eksistensi Islam di negeri pulau kecil di tengah tengah laut mediterania itu. Mayoritas penduduk Malta memang pemeluk agama Katolik meskipun Islam pernah menorehkan sejarah kegemilangan di pulau ini dimasa kekuasan kekhalifahan Turki Usmani.

Lokasi dan Alamat Masjid Paola - Malta
Triq Kordin, Paola, Malta


Berdiri dipuncak bukit Corradino, menara masjid ini terlihat jauh hingga ke town square. Disekitar masjid ini juga sudah disiapkan lahan pemakaman muslim. Pemakaman ini juga menjadi komplek pemakaman muslim pertama di Malta. Setelah sekian lama tanpa ada tempat pemakaman muslim di  negeri itu. Mengingat letaknya yang berada di ketinggian butuh tenaga dan kemauan lebih untuk berjalan kaki mencapai masjid ini.

Lokasi masjid ini tak jauh dari Hypogeum,dipusat kota Paola, penjalanan menuju masjid ini melewati bentuk bentuk unik rumah, dan bangunan lainnya di sepanjang jalan. Bagian atas sebagian bangunan di daerah ini menjorok ke depan dan memiliki warna-warna lebih cerah dibanding warna dasar gedung itu sendiri. Bahannya biasanya terbuat dari kayu.  Dari Hypogeum, sebagian menara mesjid sudah terlihat dengan indah.

Masjid Paola (foto dari ipernity.com)
Di dalam kawasan masjid ini juga berdiri sekolah Islam Mariam Al-Batool serta serta gedung seketariat. Masjid ini berdiri sejak tahun 1978 atas bantuan dari World Islamic Call Society sebuah yayasan syiar Islam milik pemerintah Libya di masa pemerintahan presiden Muammar Khadafi.

Meski hanya satu lantai namun ruang sholat untuk pria dan wanita dipisahkan di masjid ini.  Masing masing ruang sholat ini disediakan tempat wudhu dan toilet. Khusus di ruang sholat wanita juga disediakan mukena dan Jilbab layaknya di Indonesia, hal seperti ini jarang terjadi di masjid masjid negara Eropa.

Agama Katholik Agama Negara Malta

Berdasarkan data dari Vatikan tahun 2006, menyebutkan bahwa 93.89% penduduk Malta beragama Katholik Roma. Menjadikan negara itu sebagai salah satu negara paling Katholik di dunia. Konsitusi Malta juga menjadikan Katholik Roma sebagai agama negara. Simbol simbol Katholik hadir dalam berbagai bentuk kebudayaan setempat. Namun konstitusi juga menjamin hak kebebasan beragama dan secara umum dapat dilihat dari terus berkembangya faham sekuleritas serta hadirnya agama agama minoritas termasuk Islam di negeri tersebut.

Dalam konsitutsi Malta Bab 2 ayat 1 disebukan bahwa imam agama Katholik Roma memiliki hak dan kewajiban untuk mengajarkan prinsip prinsip yang salah dan benar, Ayat 2 : dan bahwa ajaran katholik Roma harus di ajarkan disetiap sekolah sekolah negeri sebagai salah satu mata pelajaran wajib”. Sedangkan dalam kitab undang undang ukum pidana Malta ada tiga pasal yang secara khusus mengatur tentang “kejahatan terhadap sentimen keagamaan”.

Masjid Paola (viewmalta.tripod.com)
Pasal 163 menyatakan bahwa penistaan publik atau penyerangan terhadap kekhatolikan dan penistaan terhadap penganutnya, pejabat menterinya atau objek objek peribadatan-nya melalui kata kata, sikap, tulisan (di cetak atau tidak), gambar atau tampilan diancam dengan hukuman satu hingga enam bulan penjara. Pasal 164 menyambung pasal sebelumnya terkait dengan penistaan terhadap cara peribadatan yang dapat ditoleransi oleh hukum dapat dikenakan hukuman penjara paling lama selama 3 bulan.

Pasal 165 menyatakan bahwa tindakan mengganggu fungsi, acara seremonial peribadatan atau pelayanan Katholik atau agama lain yang ditoransi oleh hukum dapat di kenakan hukuman penjara paling lama selama satu tahun dan dapat dilanjutkan dengan masa hukuman penjara berikutnya bilamana ada tindakan kekerasan. Malta juga akan menjadi negara Eropa terahir yang membolehkan perceraian sejak bulan oktober 2011 setelah melalui pemungutan suara di referandum mengenai hal tersebut selama tiga tahun terahir. 

Islam di Malta

Islam pertama kali masuk ke Malta ketika pasukan muslim berhasil merebut Sisilia dari tangan emperium Romawi Timur (Bizantium) di tahun 870M. Malta lepas dari kekuasaan Islam setelah penyerbuan Norman tahun 1091 dan Malta kembali ke dalam kekuasaan Kristen Eropa, namun kala itu kaum muslimin yang tinggal disana diberikan kebebasan untuk menjalankan ibadah hingga abad ke 13. Sisa sisa kejayaan Islam di Malta masih tersisa hingga kini terkenal dengan sebutan Bentenga Arab, dan menjadi salah satu objek wisata di Malta.

Masjid Paola (foto dari panoramio)
Saat ini muslim merupakan minoritas di Malta dengan populasi sekitar 6000 jiwa. Sedangkan sumber yang lain menyebutkan angka hanya ada 3,000 Muslims di Malta terdiri dari 2250 muslim adalah warga asing, 600 muslim naturalisasi, dan hanya 150 muslim saja yang merupakan warga asli kelahiran Malta. Namun demikian dengan hanya memiliki satu masjid jelas sangat tidak memadai untuk mengakomodir kebutuhan muslim setempat.

Muslim di kota Salim di timur laut Negara itu bahkan sempat melaksanakan sholat berjamaah di jalan raya setelah Polisi menutup ruang apartemen yang mereka jadikan sebagai Mushola sementara. Penutupan tersebut karena ketiadaan izin resmi dari pejabat perencaan dan penataan lingkungan. Kasus yang sama juga terjadi di beberapa kota lain nya di Malta. 
Sebagaimana dilansir surat kabar “Times of Malta” sekitar lima puluh umat Islam di kota “Salim”, berkumpul di kota pada hari Jumat untuk menuntut dibukanya kembali salah satu rumah mereka yang selama ini digunakan untuk tempat shalat, setelah pemerintah melalui Pejabat Perencanaan dan Penataan Lingkungan di Malta menutupnya dengan alasan tidak memiliki izin.

Polisi Malta menjaga ketat jemaah yang melaksanakan sholat di jalan raya tersebut termasuk memastikan tidak ada orang yang lalu lalang membawa anjing peliharaan melintasi area tempat mereka melaksanakan sholat guna menjaga kesucian area tersebut. Sesuai dengan surat pemberitahuan dari jemaah muslim kepada polisi setempat sebelum aktifitas tersebut dilaksanakan.

Uskup Uskup Paul Cremona bersama Imam Muhammad Elsadi berdoa bersama 
menghadap kiblat di Masjid Paola (timesofmalta.com)
Aktivitas Masjid Paola – Malta

Masjid Paola terbuka untuk umum, termasuk kunjungan dari pihak manapun. Beberapa waktu lalu masjid ini mendapatkan kunjungan dari duta besar Amerika Serikat di Malta Douglas Kmiec beserta istrinya Mrs. Carolyn Keenan Kmiec yang sengaja berkunjung ke masjid ini dan mendapatkan sambutan dari para pengurus masjid dan murid murid sekolah Mariam Al-Batool. Pada kesempatan tersebut Dubes di temui oleh Imam masjid Paola, Imam Mohamed El Sadi dan Direktur the World Islamic Call Society (Malta) Mr. Omar Ahmed Farhat, selama kunjungan kehormatan tersebut.

Tak kalah menariknya adalah kunjungan dari Uskup Paul Cremona yang berkunjung ke masjid ini pada 26 Februari 2008 yang lalu. Dalam kunjungan tersebut Mgr Cremonia mendapat sambutan meriah dari murid murid dan para guru sekolah Islam Mariam Al-Batool. Ditemani oleh imam masjid Paola, Imam Muhammad Elsadi, Uskup Cremona menyempatkan diri berdoa di dalam masjid menghadap ke kiblat bersama dengan Imam Muhammad Elsadi. Sebuah harmoni yang indah disebuah negeri yang pernah menjadi negeri Islam selama beberapa abad dan kini berubah menjadi sebuah negeri Katholik. Sayangnya sebagian muslim Malta di kawasan lain negeri itu tak menikmati harmoni indah
 

Video Masjid Paola - Malta


Foto foto Masjid Paola - Malta

Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam Paola – Malta (foto dari mnjilani di Flickr)
Masjid Paola (foto dari keluarga Pelancong)
Interior Masjid Paola (foto dari keluarga Pelancong)
Muslim kota Salim – Malta sholat di jalan raya (hizbut-tahrir)
Referensi

vistualtourist.com - "The Mosque"
en,Wikipedia – islam in malta
en.wikipedia – religion in malta
islamineurope.blogspot.com – malta muslims move prayer to street
our-travel-destinations.com – moskee malta only mosque and islamic
timesofmalta.com – archbishop visit Islamic scholl
members.virtualtourist.com – the mosque
beheyeldin.com – arab heritage in malta

No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA