Sunday, September 26, 2010

Tak ada Masjid di Athena, Kaum muslimin merubah pabrik menjadi Masjid



Sudah bertahun tahun komunitas muslim di Athena (Yunani/Greek) melobi pemerintah untuk mendirikan sebuah masjid tanpa hasil yang berarti. Pada ahirnya jemaah muslim menemukan solusi mereka sendiri dengan mengubah sebuah pabrik menjadi masjid sementara di luar kota bagian selatan Athena.

Athena satu satunya ibukota negara Eropa yang tak memiliki masjid

Athena menjadi salah satu ibukota negara Eropa yang tidak memiliki masjid satupun, mengenyampingkan kedekatan mereka terhadap negara negara islam dan arab. Beberapa masjid yang didirikan semasa Turki Usamaniah berkuasa di Yunani sudah tidak lagi berfungsi sebagai masjid sejak tahun 1883. seiring dengan berahirnya kekuasaan Turki Usmaniah di Yunani.

Inisiatif dari pemerintah untuk membangun masjid baru di ibukota negara itu mendapatkan tantangan dari pihak gereja ortodok serta protes dari masyarakat terkait yang mengaitkan masjid dengan penaklukan Yunani oleh Turki Usmaniah selama 4 abad serta persaingan politik dengan Turki, tetangga Muslim mereka. Sejarah mencatat bahwa paska berahirnya kekuasaan Khalifah Usmaniah di Yunani tahun 1883, ummat islam di Yunani merosot tajam.

95% penduduk asli Yunani dibaptis menjadi Kristen ortodok dan perjanjian penukaran penduduk pada 1923 yang disebut Perjanjian Lausanne antara Yunani dan Turki. Perjanjian ini mengharuskan Muslim yang tinggal di Yunani harus pindah ke Turki. Demikian pula sebaliknya, orang Kristen yang ada di Turki harus pindah ke Yunani. Namun Muslim yang ada di wilayah Thrace dan Kristen Istanbul yang ada di Kepulauan Imvros dan Tenedos tak masuk dalam pertukaran yang disebutkan dalam perjanjian itu.

Menurut hasil survey terhadap 1500 warga athena yang dilaksanakan bulan februari 2010 lalu oleh lembaga riset VPRC menunjukkan bahwa lebih dari setengah warga athena yang berjumlah lima juta penduduk itu menentang pendirian masjid bagi kaum imigran muslim yang mencapai lima ratus ribu jiwa.

Berkali kali direncanakan, disetujui, lalu dibatalkan

Otoritas setempat tahun lalu mendapatkan dukungan gereja serta meloloskan aturan yang memungkinkan bagi pendirian sebuah masjid di tahun 2010 di pusat athena di distrik Elainonas, di lahan tahah yang cukup luas dimana bangunan stadion sepakbola sedang dalam proses pembangunan.

Aturan yang hampir sama juga pernah diloloskan sebelum penyelenggaraan Olimpiade Athena tahun 2004. bagi pendirian sebuah masjid di dekat bandar udara, namun kemudian di peti eskan setelah serangkaian protes panas dari warga setempat dan pihak gereja, yang tak menginginkan para pengunjung yang terbang ke athena disambut oleh menara masjid.

Masjid Pabrik

Skeptis dengan prospek inisiatif terbaru, populasi Muslim di ibukota negara itu yang terus membengkak karena terus masuknya migran ekonomi, ahirnya mereka memutuskan untuk menangani masalah tersebut sendirian dengan menggunakan sumbangan dari seorang pengusaha Saudi sebesar 2,2 juta Euro atau sama dengan 3,4 juta dolar Amerika Serikat, sebuah organisasi nirlaba kecil yang disebut Greek-Arab Educational and Cultural Center (GAECC) mengubah sebuah pabrik tua di sebuah kawasan industri di Moschato, Athena selatan, menjadi tempat beribadah bagi kaum muslimin di kota itu dan mampu menampung hingga lebih dari 2.000 jamaah.

Tempat itu memang jauh dari cukup untuk menampung ratusan ribu kaum muslimin di kota itu tapi mampu memberikan sedikit kenyamanan untuk beribadah, demikian di ungkapkan oleh Muhammad Ibrahim, Presiden dariGAECC kelahiran Mesir. Masjid sementara itu selain berfungsi sebagai masjid tapi juga di fungsikan sebagai sekolah “kami membantu warga yang berbahasa arab untuk mengajar bahasa arab kepada anak anak mereka tapi kami juga untuk memahami mentalitas Yunani.

dua kali dalam setahun sekitar 20 ribu muslim berkumpul dalam sholat berjamaah di stadion utama olimpiade di utara athena dan aspirasi bagi pendirian masjid yang di sponsori negarapun mengemuka “kami masih berharap akan hal itu, meskipun kami sendiri tak tahu kapan semua itu akan terwujud, meskinya itu sudah terjadi di tahun 2004 kemudian 2007 dan sekarang sudah 2010” ujar Ibrahim.

Gedung tiga lantai diatas tanah 1800 meter persegi atau setara dengan 20 ribu feet dan mirip dengan masjid masjid lainnya dibagian dalam dengan dinding dinding hingga karpet dengan pola hurup arab serta dengan sedikit sentuhan moderen berupa tivi layar lebar serta perangkat pengeras suara.  Gedung yang kini dijadikan masjid memang jauh lebih baik dibandingkan dengan tempat tempat ibadah sementara sebelumnya yang hanya berupa masjid darurat dan kusam di basemen basemen gedung bertingkat, gudang bahkan di sebuah warung kopi, yang menjadi objek pengawasan pihak kepolisan athena menjelang dan selama olimpiade athena tahun 2004 lalu ketika kekhawatiran terhadap serangan oleh ekstrimis Islam seperti yang terjadi di Istambul.

Secara teknis tempat ibadah tak resmi itu belum memiliki ijin resmi untuk di fungsikan sebagai tempat ibadah tapi otoritas setempat sengaja tutup mata sambil menunggu sebuah solusi bagi masalah tersebut. Sementara penolakan dari masyarakat setempat juga sudah melunak, dalam kasus Moschato pihak berwenang seakan tak menyadari keberadaan masjid itu. Sementara kantor walikota setempat mengatakan bahwa mereka sudah tahu tentang masjid itu sejak mereka menaikkan papan nama dipertengahan Juni seminggu sebelum masjid sementara itu di fungsikan.

Melunaknya tantangan publik ini bisa jadi karena gedung tersebut tak terlihat seperti masjid. Dengan bagian depan menggunakan bata merah, terhimpit diantara pabrik tekstil tua dan pabrik jus. Menjadikannya tersamar. “ini masih sangat baru jadi kami juga belum tahu dampaknya, sejauh ini belum terlihat dari wajah wajah penduduk” demikian dikatakan oleh Spyros Pangalospemimpin penduduk setempat.

Pihak gereja mulai mendukung

“itu tidak terlihat seperti masjid biasanya karena tidak memiliki menara, itu hanya sebuah pusat kebudayaan” demikian dikatakan oleh Grigoris Papadopoulos, wakil walikota Moschato. Juru bicara keuskupan Christodoulos, pemimpin dari gereja Ortodok Yunani, mengatakan bahwa gereja tidak keberatan dengan pusat kebudayaan itu bila keberadaan nya memang resmi tapi pemerintah harus segera mendirikan masjid yang dijanjikan.

“Muslims di Athena harus memiliki tempat ibadah mereka sendiri” demikian di utarakan oleh Archimandrite Timotheos Anthi, juru bucara gereja ortodox.

Sementara Uskup Ecumeni Vartholomaios, pemimpin spiritual kristis ortodok dunia yang berpusat di Istanbul yang juga pejuang gigih bagi toleransi lebih spesifik dalam dukungannya terhadap muslim Athena dengan menyebut bahwa Yunani dengan ibukotanya di Athena menjadi satu satunya ibukota negara Eropa yang tak memiliki masjid, demikian dikatakannya belum lama ini.

Penolakan keras terhadap masjid terus terjadi di wilayah eropa

“Islam sudah menjadi agama utama di eropa saat ini, semestinya otoritas eropa memfasilitasi kaum muslimin dalam menjalankan agamanya” demikian dikatakan oleh Hammarberg (komisi HAM Eropa) via telepon.

“Eropa kini melihat kenyataan bahwa telah terjadi peningkatan pembangunan masjid, tapi itu di danai oleh negara bukan dari uang import dari timur tengah untuk menjada independensi nya”.

Penolakan publik terhadap pendirian masjid di Uni Eropa terus saja terjadi. Sebuah proposal dari kelompok muslimin di london untuk membangun sebuah Masjid Super (Supermosque) yang mampu menampung hingga tujuh puluh ribu jemaah di Olimpiade tahun 2012 nanti telah memicu kemarahan, sebagaimana terjadi juga dengan persetujuan terhadap  pengubahan sebuah gereja tak terpakai di Clitheroe, inggis utara.

Tahun lalu, pihak berwenang provinsi di Spanyol dan Italia harus mengatasi perlawanan sangat sengit dari publik Katolik untuk pembangunan masjid bagi warga Muslim di Granada dan Tuscany. Tahun ini, rencana pembangunan mesjid di Cologne telah memicu kehebohan. Kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa imigran memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadahnya seperti warga lain.

"Hak setiap individu untuk menjalankan ibadah agama nya adalah mutlak, dilindungi oleh hukum Yunani dan hokum internasional," kata direktur kantor Amnesty International Yunani, Gerasimos Kouvaras.


Beberapa berita terkait :


--------------------------------------ooOOOoo----------------------------------


Baca Juga Artikel Masjid Masjid di Eropa Lainnya

No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA