Friday, August 6, 2010

Dibangun, Masjid di Sekitar Reruntuhan WTC



Pemerintah kota New York menyetujui pembangunan masjid dekat bekas reruntuhan WTC. Namun warga big apple banyak yang memprotesnya.
Proyek pembangunan senilai US$100 juta itu dipimpin oleh Cordoba Initiative. Lokasinya berada di tak jauh dari bekas tempat berdirinya gedung WTC (ground zero) yang luluh lantak akibat serangan terorisme pada 11 September 2001 lalu.
“Kami ingin menciptakan sebuah model, sebagai bukti pada dunia bahwa Anda bisa membangun komunitas Muslim yang moderat. Kami ingin dunia memberi penilaian yang adil pada Islam,” ujar Jubir Cordoba Initiative, Oz Sultan, Kamis (5/8).
Izin diberikan oleh otoritas kota New York, Landmarks Preservation Comission. Masjid yang menjadi perdebatan itu berjarak sekitar dua blok dari ground zero. Pembangunan tersebut berdasarkan Amandemen Pertama AS, yakni kebebasan untuk berpendapat atau beragama.
Rencana ini langsung memicu perdebatan. Banyak kalangan di AS, terutama yang keluarganya jadi korban tragedi WTC menentang pembangunan masjid itu. American Center for Law and Justice yang didirikan Pendeta Pat Robertson iktu menentang. Ia melayangkan tuntutan menentang izin tersebut. Terutama karena ada bangunan yang harus dirobohkan agar masjid bisa dibangun.
Landmarks Preservation Commission diniliai terlalu cepat membuat keputusan. Lembaga tersebut dianggap merendahkan nilai historis sebuah bangunan dan tidak memberikan pertimbangan politis terhadap keputusan yang didukung 800 ribu penduduk Muslim di New York itu.
Tapi kelompok Yahudi, Anti-Defamation League (ADL), mengaku takkan menentangnya. Padahal sebelumnya, ADL sempat menyatakan pembangunan ‘ground zero mosque’ sangat kontradiktif dengan proses penyebuhan warga New York pascaserangan 9/11 sembilan tahun lalu.
Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA