Rabu, 24 Februari 2010

Israel Kuasai Masjid Ibrahimi dan Bilal


Israel terus mnyasar tempat-tempat suci umat Islam dan mengklaimnya sebagai warisan peninggalan bangsa Yahudi

Hidayatullah.com--Anggota Polit Biro Hamas, Izzat Al-Rishiq, mengecam tindakan Israel yang menganeksasi Masjid Ibrahimi di Hebron dan Masjid Bilal di Bethlehem dan mengklaimnya sebagai 'Jejak Warisan Yahudi'. Al-Rishiq menegaskan bahwa hal itu merupakan bentuk lain aggresi terhadap Palestina dan tempat-tempat suci mereka.

Al-Rishiq menyeru orang-orang Palestina dan faksi-faksi yang ada untuk melawan dengan segala cara keputusan Israel tersebut. Demikian Pusat Media Informasi Timur Tengah melaporkan (23/2).

Israel berupaya membangun jejak-jejak peninggalan sejarah dan mengklaimnya sebagai warisan bangsa Yahudi, sebagai bagian dari mempertahankan eksistensi negara Yahudi Israel.

Dalam pidatonya di depan kabinet, sebagaimana termuat di sebuah situs sejarah di Galilae Ahad (21/2), Netanyahu mengatakan bahwa kedua situs tersebut telah dimasukkannya ke dalam daftar 'Jejak Warisan Yahudi'. "Eksistensi kita di sini, tidak hanya bergantung kepada kekuatan militer dan ekonomi, serta teknologi yang kita miliki," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Negara Yahudi Israel, pertama dan paling utama berakar pada warisan emosional dan nasional kita."

Sekitar 150 situs sejarah dimasukkan ke dalam daftar, termasuk di antaranya Tel Hai, lokasi pertempuran legendaris tahun 1920 antara Yahudi yang pertama kali menjejakkan kaki untuk mendirikan negara Israel, dengan orang Arab yang merupakan penduduk asli setempat. Dan tentu saja daftar paling teratas adalah Masjid Al-Aqsa.

Jurubicara Otorita Palestina, Ghassan Khatib, mengutuk keputusan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan Israel hanya membawa konflik Palestina-Israel ke arah yang lebih buruk."Kami yakin pelanggaran ini sangat berbahaya, karena akan menambahkan unsur agama dalam konflik yang telah ada," kata Ghassan.

Tentunya Israel yang terkenal licik mengelak dari semua kecaman yang ditujukan pada mereka. Mark Regev, juru bicara Netanyahu mengatakan bahwa penetapan 'Jejak Warisan Yahudi' bukan dimaksudkan untuk membuat batas wilayah negara."Tujuan dari daftar itu adalah hanya untuk menandai situs-situs yang memiliki arti sangat penting bagi orang-orang Yahudi," kata Regev.

Ahad malam lalu dikabarkan sekitar 50 pemukim Yahudi menyerbu kota Yerikho di lembah Sungai Yordan. Mereka ingin menguasai sebuah tempat yang diklaim sebagai lokasi sinagog kuno.

Hari Ahad pula Arieh Eldad, seorang anggota parlemen dari partai garis keras Persatuan Nasional, melakukan tur ke Hebron."Tidak ada warisan Israel tanpa kitab suci, tidak ada Zionis tanpa kitab suci," katanya kepada Radio Israel. "Ini adalah tempat kelahiran asli dari bangsa Yahudi. Semuanya berawal dari sini," kata Eldad.

Fakta ini seharusnya cukup menjadi bukti untuk menyangkal pendapat orang-orang yang menganggap bahwa konflik Palestina-Israel adalah konflik biasa, sekedar masalah perebutan tanah. [hidayatullah.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang berkomentar berbau SARA