Thursday, January 28, 2010

Dua Masjid di Malaysia "Dikirimi" Kepala Babi



Seorang polisi forensik memegang kepala babi di luar sebuah masjid
di Kuala Lumpur Rabu (27/1). Polisi Malaysia mengatakan, dua kepala
babi ditemukan di sebuah masjid Malaysia dekat dengan permukiman
yang pernah dilanda benturan etnis sembilan tahun yang lalu.

KUALA LUMPUR - Sekelompok jamaah Masjid Sri Sentosa, dekat Kuala Lumpur Malaysia, terkejut dengan lemparan seseorang berkendara sepeda motor, Rabu pagi menjelang Subuh. Isinya lebih mengejutkan lagi: beberapa kepala babi masih berlumuran darah.

Di tempat terpisah pada waktu yang sama juga terjadi: jamaah Masjid Taman Dato Harun menemukan dua kepala babi teronggok di halaman masjid. "Kerukunan beragama di Malaysia benar-benar sedang diuji," ujar seorang petugas polisi yang datang tak lama setelah penemuan itu.

Sebelumnya, sekitar 10 gereja diserang dengan lemparan bom molotof awal bulan ini. Pemicunya adalah keputusan pengadilan tanggal 31 Desember 2009 yang mengizinkan sebuah tabloid Katholik untuk menggunakan kata "Allah" untuk menyebut Tuhan. Keputusan ini mengundang reksi keras kalangan Muslim, karena menurut mereka, kata "Allah" adalah penyebutan Tuhan dalam agama Islam.

Pelemparan kepala babi ini semakin memperkeruh ketegangan yang dipicu sentimen agama dalam beberapa pekan ini. Perang kebencian itu tak hanya diwujudkan dalam aksi vandalisme tetapi juga di dunia maya. Dua kubu saling mencari dukungan di berbagai situs jejaring sosial dan pertemanan. Di Facebook, misalnya, penolakan penggunaan kata Allah oleh non-Muslimkini diikuti 250 ribu orang lebih.

Sejauh ini polisi telah mengamankan 19 orang orang yang terlibat penyerangan gereja, termasuk seorang pemuda 25 tahun yang menuliskan status di Facebooknya mengajak untuk melakukan aksi pelemparan bom molotof.

Saya ingatkan warga semua untuk tidak memperkeruh suasana dan memancing kemarahan etnis atau kelompok apapun," ujar Pimpinan kepolisian Selangor, Khalid Abu Bakar, usai meninjau masjid yang dilempar kepala babi. Masjid itu berada di kawasan yang pada tahun 2001 pernah terjadi pertikaian etnik dan menewaskan enam orang.

Ia mengimbau agar seluruh kelompok agama tenang dan kembali menjalin silaturahim yang terkoyak.

Sumber : Republika

Berita terkait :


Baca Juga Artikel Masjid Malaysia Lain-nya



No comments:

Post a Comment

Dilarang berkomentar berbau SARA